Satgas Covid Akan Tinjau Alat PCR di HSU

Amuntai, KP – Tim Gugus Tugas Peercepatan Penanganan Virus Covid 19 di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) gelar rapat persiapan terkait perlaksanaan monitoring evaluasi (monev) yang rencananya akan dilakukan oleh Satgas Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Dalam rapat yang dilaksanakan di Kantor Bandan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) HSU, Rabu 4/11 tersebut dihadiri sejumlah Instansi terkait. Rencananya Monev akan dilaksanakan oleh Satgas Provinsi Kalsel sekaligus meninjau Laboraorium PCR yang saat ini sudah dimiliki HSU.

Dalam rapat persiapan tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) HSU, H Adi Lesmana menyampaikan HSU akan dikunjungi Satgas Provinsi Kalsel dalam kegiatan program kerja guna melihat dan me avaluasi penanganan Covid 19 di daerah.

Kedatangan Satgas tersebut untuk melaihat sejauh mana di daerah dalam merlakukan pencegahan dan penanganan Virus Covid 19 dan kebijakan apa yang sudah dilakukan baik dari segi ekonomi,sosial, dan hukum.

“Kedatangan Satgas Provinsi ini merupakan program kerja mereka selain monitoring dan evaluasi hal hal yang berkenaan dengan penanganan Covid 19 khususnya di HSU,” ungkap Adi.

Adi juga menambahkan Satgas Provinsi ini rencananya juga akan melihat secara langsung penggunaan Laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) yang dimiliki Rumah Sakit Pembalah Batung Amuntai yang merupakan Laboratorium milik pamerintah pertama dan satu satu nya di kaw asan Benua Enam.

Berita Lainnya
1 dari 1.088

Adanya laboratorium PCR ini merupakan salah satu bentuk keseriusan Pamerintah HSU dalam menangani Covid 19 ini dimana para Pimpinan didaerah ini dengan kebersamaan dan sungguh sungguh dapat menyediakan laboratorium tersebut, lanjut Kadiskominfo.

Laboraorium PCR ini disiapkan oleh Pemkab untuk mempercepat mengetahui Virus Covid sehingga dapat melakukan penanganan dan langkah yang tetapt dalam memutus mata rantai penyebaran virus covid 19.

Selain itu pula dengan adanya Laboratorium PCR ini untuk mengatasi permasalah yang banyak terjadi bukan hanya di HSU tapi mungkin semua di daerah yang tidak memiliki laboratorium dimana ketika sesorang sedang dalam keadaan sakit dan para tim medis belum dapat me diagnosis penyakitnya maka bagi pasien tersebut akan di tangani secara protokol kesehatan dan hal inilah terkadang pemicu permasalahan.

“Ini merupakan ke inginan Bupati HSU untuk mengatasi permasalah yang banyak terjadi bukan hanya di HSU tapi mungkin juga di daerah lain. Tidak memiliki laboratorium dimana ketika sesorang sedang dalam keadaan sakit dan para tim medis belum dapat me diagnosis penyakitnya maka bagi pasien tersebut akan di tangani secara protokol kesehatan. Dan hal inilah pemicu permasalahan di masyarakat bahkan terkadang sampai menimbulkan keributan. Karena masih menunggu hasil tes yang cukup lama,” ungkapnya.

Sementara itu Sekretaris Satgas Penanganan Covid 19 HSU Sugeng Riyadi yang juga Kepala BPBD HSU menyampaikan Kegiatan Pamerintah Daerah HSU khususnya yang berkenaan dengan penanganan Covid 19 baik berupa kegiatan pencegahan dengan penerapan protokol kesehatan setiap beraktifitas, perawatan dengan isolasi bagi penderita tanpa gejala dan pengobatan secara medis ini yang akan di monitor dan di evaluasi oleh Satgas Provinsi,selain itu kebijakan di bidang ekonomi,sosial,dan hukum juga di bahas,” terangnya.

Terkait dengan kebijakan dibidang hukum yang mana kegiatan penerapan disiplin protokol kesehatan yang selama ini hanya berupa peraturan Bupati sekarang sudah menjadi peraturan Daerah tentunya hal ini jadi bukti keseriusan Pamerintah daerah dan kesungguhan Pimpinan daerah HSU dalam penangan Covid 19 ini. (nov/K-6)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya