Pariwisata Halal jadi Angin Segar bagi Pelaku Usaha

Banjarmasin, KP – Kota Banjarmasin sebagai ibukota Kalimantan Selatan, tak lama lagi akan menjadi kawasan wisata halal. Aturan tersebut segera akan menjadi Perda (Peraturan Daerah).

Dengan adanya Perda pariwisata halal tersebut, diharapkan memberi kepastian bagi warga muslim. Khususnya, menyangkut makanan halal, tempat ibadah yang nyaman di objek wisata, sekaligus meningkatkan kunjungan, terutama wisatawan Timur Tengah.

Artinya, wisata halal bukan berarti mengubah suatu kawasan sesuai syariat Islam, melainkan destinasi tersebut memiliki fasilitas atau pelayanan yang ramah bagi wisatawan muslim.

Seorang pengusaha kuliner di Banjarmasin, Ahmad, menyambut baik adanya Perda tentang kawasan pariwisata halal di kota berjuluk seribu sungai ini.

“Sebagai pelaku usaha di bidang makanan, tentu saya sangat mengapresiasi langkah yang diambil Pemerintah dan pihak terkait lainnya. Sebab, dengan adanya aturan itu semakin menambah kenyamanan para turis yang datang ke Banua, terutama turis muslim,” ungkapnya.

Berita Lainnya
1 dari 652

Ia berharap, hadirnya Perda tersebut bisa mengangkat pariwisata Banjarmasin pada khususnya, dan Kalsel umumnya ke level yang lebih tinggi, agar menjadi destinasi pilihan wisatawan terutama asal Timur Tengah.

“Jika tingkat kunjungan wisatawan meningkat, secara tidak langsung tentu akan berdampak positif bagi para pelaku usaha di Banua. Semisal kami ini, yang berkecimpung usaha di bidang kuliner,” kata Ahmad, Jumat (29/01).

Berdasarkan data dari laman Bisnis.com, wisata halal sudah menjadi tren global. Tren ini terjadi karena peningkatan jumlah wisatawan muslim yang melakukan perjalanan wisata di dunia. Setidaknya 170 juta wisawatan muslim berkelana di berbagai destinasi wisata di dunia.

Saat ini, Indonesia masih sedikit mendatangkan wisatawan mancanegara muslim, yakni sekitar 3,6 juta orang, dibandingkan dengan Thailand yang berhasil menggaet 6 juta orang, Malaysia 5 juta, dan Singapura 4 juta orang.

Kekalahan pariwisata Indonesia untuk menarik para wisman muslim terjadi karena kurangnya fasilitas yang ramah bagi wisatawan muslim. Padahal Indonesia adalah negara dengan penduduk Islam terbesar. (opq/K-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya