Menakar Gizi Pustakawan Di Era Pandemi
(Refleksi Hari Gizi Nasional Indonesia)

Oleh : Nor Hasanah, S.Ag, M.I.Kom.
Pustakawan UIN Antasari Banjarmasin

Mendengar kata gizi, pasti kita langsung membayangkan makanan atau minuman dengan segala zat yang dikandungnya dan sangat dibutuhkan oleh tubuh seperti vitamin, mineral, protein atau zat lain khususnya dalam rangka menunjang kesehatan tubuh kita sehari-hari. Saking pentingnya gizi bagi kehidupan manusia, maka setiap tanggal 28 Februari di peringati sebagai Hari Gizi Nasional (HGN) di Indonesia.

Dalam kehidupan sehari-hari manusia selalu bersentuhan dengan masalah gizi, terlebih di era pandemi Covid-19 sekarang ini masalah gizi menjadi hal yang sangat penting guna meningkatkan daya tahan tubuh manusia. Gizi selalu menjadi menjadi kebutuhan utama bagi setiap orang termasuk juga bagi seorang pustakawan yang mereka sehari-hari bekerja di perpustakaan. Gizi sangat erat kaitannya dengan zat-zat yang terkandung dalam makanan dan minuman yang kita konsumsi sehari-hari. Makanan yang gizinya tidak seimbang ataupun kandungan gizinya kurang, ketika dikonsumsi akan menimbulkan berbagai macam masalah sehingga mengakibatkan penyakit gangguan gizi pada tubuh manusia itu sendiri. Lalu, apakah hanya sesederhana itukah pengertian gizi?

Gizi berasal dari bahasa Arab yaitu “ghidza” yang berarti makanan. Jadi secara luas dapat diartikan bahwa ilmu gizi adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang berkaitan dengan makanan, terutama kandungan yang ada di dalamnya. Ilmu ini juga dihubungkan dengan kesehatan tubuh, serta perkembangan yang akan didapatkan oleh tubuh dengan mengkonsumsi makanan tertentu. Gizi merupakan ilmu terapan yang mempergunakan berbagai disiplin ilmu dasar, seperti Biokimia, Biologi, Ilmu hayat (fisiologi), ilmu penyakit (pathologi), dan beberapa lagi. Sedangkan definisi gizi sekarang menjadi ilmu yang mempelajari hal ihwal makanan, dikaitkan dengan kesehatan tubuh.

Manfaat Gizi

Bagaimana sebenarnya manfaat gizi untuk tubuh manusia? Ada beberapa manfaat gizi bagi tubuh manusia, diantaranya adalah sebagai penghasil energi tubuh, sebagian zat-zat pada makanan yang kita konsumsi oleh sistem pencernaan organ tubuh akan akan diolah hingga menghasilkan energy. Zat sebagai pembentuk energi dalam tubuh manusia adalah karbohidrat, protein serta lipida atau lemak.

Berita Lainnya
1 dari 267

Gizi juga bermanfaat sebagai pembentuk sel jaringan tubuh, yang mana zat gizi yang termasuk untuk membentuk ini adalah air, mineral dan protein. Zat-zat tersebut akan diolah oleh organ tubuh secara bersamaan sampai pada akhirnya akan terbentuk lah sel jaringan tubuh baru yang nantinya akan digunakan untuk menggantikan jaringan yang sudah rusak ataupun jaringan yang sudah tidak berfungsi lagi.

Di samping itu juga, gizi mampu menjadi pengatur fungsi dari reaksi biokimia dalam tubuh (stimulansia), agar fungsi dan reaksi biokimia dalam tubuh dapat berjalan dengan cepat dan baik maka tubuh membutuhkan zat-zat sebagai stimulansia (perangsang dan pengatur) dalam proses tersebut. Zat vitamin merupakan zat yang sangat membantu proses reaksi biokimia dalam tubuh.

Angka Kecukupan dan Kebutuhan Gizi

Angka Kecukupan Gizi (AKG) adalah nilai yang menunjukan jumlah zat gizi yang diperlukan tubuh untuk hidup sehat setiap hari bagi semua populasi menurut kelompok umur, jenis kelamin dan kondisi fisiologi tertentu. Angka kecukupan gizi berbeda dengan angka kebutuhan gizi (dietary requirements). Angka kebutuhan gizi adalah jumlah zat-zat gizi minimal yang dibutuhkan seseorang untuk mempertajankan status gizi adekuat.

AKG yang dianjurkan didasarkan pada patokan berat badan untuk masing-masing kelompok umur, gender, dan aktivitas fisik. Dalam penggunaannya, bila kelompok penduduk yang dihadapi mempunyai rata-rata berat badan yang berbeda dengan patokan yang digunakan, maka diperlukan penyesuaian. AKG tidak dipergunakan untuk individu. Dalam menentukan AKG, perlu dipertimbangkan setiap faktor yang berpengaruh terhadap absorpsi zat-zat gizi atau efisiensi penggunaannya di dalam tubuh. Untuk sebagian zat gizi, sebagian dari kebutuhan mungkin dapat dipenuhi dengan mengkonsumsi suatu zat yang di dalam tubuh kemudian dapat diubah menjadi zat gizi esensial. Pada kebanyakan zat gizi, pencernaan dan atau absorpsinya tidak komplit, sehingga AKG yang dianjurkan harus sudah memperhitungkan bagian zat gizi yang tidak di absrorpsi.

Dalam memenuhi kebutuhan AKG seriap harinya, perlu dilakukan memberi variasi makanan yang berbeda setiap harinya yang nantinya diharapkan cukup dapat memenuhi semua kebutuhan gizi. Di Indonesia pola menu seimbang tergambar dalam menu 4 Sehat 5 Sempurna dan Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS). Saat ini dikenal juga menu pelangi, yaitu menu makanan yang berwarna-warni seperti pelangi untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral yang diperlukan oleh tubuh seperti sayur-sayuran. Perlu pendidikan khusus terutama bagi anak usia sekolah atau sekolah dasar dalam memilih makanan yang berwarna-warni. Peran orang tua sangat diperlukan, jangan sampai anak memilih makanan yang berwarna-warni yang menggunakan zat pewarna. Dalam menyusun menu, selain AKG perlu pula dipertimbangkan aspek akseptibilitas makan yang disajikan, karena selain sebagai sumber zat-zat gizi, makanan juga mempunyai nilai sosial dan emosional.

Untuk itu dalam memenuhi AKG harus sesuai dengan prinsip-prinsip gizi seimbang, yaitu variasi makanan, pola hidup bersih, menghindari rokoh, alkohol, dan dan narkoba, aktivitas fisik, dan pantau BB. Jadi dengan menerapkan prinsip gizi seimbang yang diperoleh seorang melalui konsumsi makanan setiap hari berperan besar untuk kehidupan seseorang dalam upaya mewujudkan generasi yang sehat dan kuat serta cerdas.

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya