Inovatif, Mobil Tua Disulap Untuk Tempat Jualan

Alwi menceritakan, saat kuliah di Bandung pada tahun 2012 silam, dirinya kerap melihat pedagang yang menjajakan makanan dan minuman menggunakan mobil atau biasa disebut Food Car.

BANJARMASIN, KP – Membuka sebuah cafe untuk tempat bersantai sambil menikmati hidangan, tentu memerlukan biaya yang tak sedikit. Apalagi, sewa lahan, kios atau ruko sekarang cukup mahal di Banjarmasin.

Hal tersebut disiasati Muhammad Alwi, owner Jotan Klasik untuk berjualan olahan minuman sehat kekinian dengan menggunakan mobil kesayangannya, Toyota Starlet kotak tahun 1987.

Mantan Barista di salah satu restoran di Bandung ini, mengaku, baru 2 bulan belakangan menggeluti usahanya, pasca resign dari tempatnya bekerja di salah satu vendor jaringan telekomunikasi.

“Selepas bekerja sebagai karyawan di perusahaan tersebut, saya sempat bingung mau usaha apa. Apalagi, sulit mencari kerjaan di masa pandemi Covid-19 seperti ini. Tak lama setelah itu, lalu muncul ide untuk berjualan ala food car,” tutur Alwi, saat dibincangi Kalimantan Post, Selasa (29/6).

Alwi menceritakan, saat kuliah di Bandung pada tahun 2012 silam, dirinya kerap melihat pedagang yang menjajakan makanan dan minuman menggunakan mobil atau biasa disebut Food Car.

“Dari situlah awal mula kepikiran buka usaha dengan menu yang unik dan tempat menjual yang tidak biasa seperti orang kebanyakan. Apalagi, kalau mau buka cafe modalnya kan sangat besar. Sewa tempat aja paling murah bisa Rp 500 ribu sampai Rp 600 ribuan. Kalau seperti ini, lebih praktis. Yang penting sudah izin dengan yang punya halaman ruko,” beber Alwi.

Lantaran terkendala modal usaha yang besar, Alwi berinovasi menyulap mobil tua miliknya menjadi model food car. Dengan bermodalkan sekitar Rp 1 jutaan, impian Alwi pun terwujud untuk membuka usahanya sendiri.

Berita Lainnya
1 dari 856

“Semua bahan untuk membuat meja lipat dan kursi ini dari kayu bekas packing barang. Modalnya hampir Rp 1 jutaan beli bahannya. Pengerjaan dan merakitnya saya kerjakan sendiri,” tuturnya.

Sementara, menu yang dijualnya ini baru pertama kali ada di Banjarmasin, yakni Es Kacang Ijo dan Es Ketan Hitam. Uniknya, sajian ini tanpa menggunakan santan dan gula. Namun, ada tambahan topping sebagai tambahan yang menggugah selera.

“Yang saya jual ini kan berbahan dasar kacang hijau dan ketan hitam. Makanya, namanya saya singkat jadi Jotan, kependekan dari kacang ijo dan ketan,” ungkap warga Jalan Banua Anyar ini.

Untuk harga, ia mematok cukup terjangkau bagi semua kalangan, berkisar antara Rp 10 ribu sampai Rp 12 ribu saja.

“Saya tidak memakai santan dan gula seperti orang lain. Jadi, kental dan rasa manisnya didapat dari creamer dan susu sapi UHT. Pilihan rasanya ada 2, yakni original dan matcha. Sedangkan, toppingnya ada 3 pilihan, oreo, biskuit regal dan sereal coklat,” terang Alwi, yang berjualan di halaman sebuah ruko di kawasan Jalan Pangeran Hidayatullah, Banjarmasin Timur.

Ia menambahkan, menu yang ditawarkannya saat ini pangsa pasarnya mulai anak-anak hingga orang dewasa. Namun, lanjutnya, bulan depan akan ada tambahan menu baru, yaitu kopi susu jotan.

“Ada beberapa pelanggan yang nyari kopi juga. Makanya, dalam waktu dekat saya sediakan itu. Kopinya pakai jenis Robusta yang digiling sendiri. Perlahan dan bertahap saya coba tambah menu lain,” imbuh Alwi, yang tergabung dalam UMKM di bawah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarmasin.

Dikatakannya, setiap hari Minggu, ia buka lapak di Car Free Day (CFD) di kawasan Masjid Sabilal Muhtadin, antara jam 7 hingga pukul 10 pagi. “Kemudian, habis dari sana lanjut jualan di sini mulai jam 11 sampai jam 6 sore,” pungkasnya. (opq/K-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya