BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Jalan Veteran dari dan menuju ke Sungai Lulut ditutup buat pengendara roda dua dan roda empat selama tiga minggu. Ini Buntut amblasnya Jalan di Sungai Lulut Kilometer 5,5 Banjarmasin, Kalimantan Selatan pada Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 03.00 Wita.
Ditutupnya jalan tersebut berdasarkan spanduk yang terbentang di persimpangan Jalan Pramuka menuju Sungai Lulut sejak Rabu sore.
Sebelumnya, wartawan Kalimantanpost.com yang melintasi jalan Veteran menuju dalam kota pada Rabu (15/7) pukul 12.45 Wita masih bisa dilintasi kendaraan roda.
Namun, pas balik dari kantor sekitar pukul 16.30 Wita, bukan hanya kendaraan roda empat saja yang tak boleh melintas di jalan Sungai Lulut tapi juga kendaraan roda.
Pengendara dialihkan petugas ke jalan alternatif melalui Kompleks Rahayu dan masuk menuju Jalan Pembina IV yang tembus ke Sungai Lulut Kabupaten Banjar.
Akibatnya, pengendara roda dua dan roda yang masuk dari Jalan Pramuka maupun Kompleks Rahayu serta dari arah Sungai Lulut menuju ke Jalan Pramuka bertemu di muara Jalan Pembina IV. Bisa ditebak kemacetan total pun terjadi.
“Rumah kami di Jalan Veteran Km 5,5, Gang Gusti Seman RT 4 Banjarmasin, karena diminta memutar dari Jalan Veteran Kilometer Kompleks Rahayu sehingga waktu ke rumah satu jam. Padahal, jarak ke rumah kami tak sampai 1 kilometer,” ujar Anwar, seorang warga.
Salah satu pengendara, Effendi warga Sungai Lulut menambahkan kalau pengendara dialihkan ke jalan alternatif Sungai Lulut harus benar-benar diatur arus lalu lintasnya.
Misalnya, pengendara yang datang dari Banjarmasin masuknya Jalan Pramuka dan bukan dua arah yaitu Jalan Pramuka dan Kompleks Rahayu sehingga menumpuk dari satu titik di pintu masuk Jalan Pembina.
“Lalu, pengendara yang dari Sungai Lulut menuju ke dalam kota diarahkan melalui jalan kompleks Rahayu. Dengan masuk dan keluar satu arah membuat arus lalu lintas terpercah,” paparnya.
Alternatif lainnya, pengendara roda dua dibolehkan melintasi jalan Sungai Sulut seperti biasa.
Seperti diberitakan sebelumnya, Jalan di Sungai Lulut Kilometer 5,5 Banjarmasin, Kalimantan Selatan amblas pada Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 03.00 Wita. Akibatnya, warga yang ingin bekerja atau mengantar anaknya ke sekolah di Kota Banjarmasin harus antre secara bergantian.
Amblas jalan tersebut akibat tak mampu menahan beban kendaraan berat yang melintas di jalan tersebut dan terjadi abrasi terkikis air sungai.
Berdasarkan catatan wartawan Kalimantanpost.com, beberapa kali jalan tersebut tahantak, tapi oleh PUPR Pemprov Kalsel hanya sekedar ditambal sulam dan jalannya tak dipadati serta benar-benar di siring agar tak abrasi.
Saat ini amblasnya jalan cukup parah dan diharapkan PUPR Provinsi Kalsel bukan sekedar menambal jalan tapi menyiring jalan dan memadatinya agar pondasi tanahnya kuat.
Berdasarkan pemantauan wartawan Kalimantanpost.com Rabu (15/7) pukul 06.00 Wita, beberapa warga secara sukarela mengatur arus lintas dengan cara buka tutup agar kendaraan roda dua maupun roda empat yang melintas.
Sekitar pukul 06.20 Wita kemacetan sudah mulai terasa mengingat saat itu aktivitas warga sudah meningkat karena masyarakat di Sungai Lulut dan Sungai Tabuk ingin bekerja dan mengantar anaknya yang sekolah di Banjarmasin.
Kemacetan pun sudah mulai terjadi dan ada beberapa mobil yang melintas memilih memutar untuk memilih jalan alternatif jalan Karya Tani – Kompleks Rahayu menuju Banjarmasin.
Salah satu warga, Yansah yang ditemui disela-sela mengatur lalu lintas mengungkapkan amblasnya jalan tersebut Rabu sekitar pukul 03.00 Wita.
“Sebelumnya sudah terjadi retakan-retakan dan puncak amblasnya subuh tadi sekitar pukul 03.00 Wita,”” ucap Yansah.
Menurut dia, di jalan ini sebenarnya beberapa kali sudah tahantak dan sambal sulam saja oleh pemerintah. “Kondisi ini paling parah, jalan amblas yang cukup dalam,” ucapnya.
Yansah berharap pemerintah melalui PUPR Kalsel tak hanya sekedar menambal sulam tapi benar-benar memadati agar keras jalannya serta dibikin Siring yang representatif agar tak lagi terjadi amblas.
“Mohon segera dan secepatnya diperbaiki jalan Sungai Lulut, karena tak hanya terjadi kemacetan panjang tapi mengganggu perekonomian warga khususnya yang berdagang disini,” pungkas Yansah. (ful/KPO-3)















