Wagub Ungkap Potensi Eksport Pertanian Kalteng

Palangka Raya, KP -Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Edy Pratowo menghadiri acara Pelepasan Merdeka Ekspor Pertanian oleh Presiden RI Joko Widodo secara virtual dari Ruang Kerja di Lantai I Kantor Gubernur, Sabtu (14/8).

Wagub di Ruang Kerja, didampingi antara lain Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Provinsi Kalteng Sunarti serta Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Palangka Raya Iyus Hidayat.

Pelepasan ekspor komoditas pertanian dipusatkan di Istana Kepresidenan Bogor dan dihadiri baik secara langsung maupun secara virtual, antara lain oleh para Menteri Kabinet Indonesia Maju, Wakil Menteri Pertanian, pejabat Eselon I dan II Kementerian Pertanian beserta jajaran di seluruh Indonesia, sejumlah Duta Besar RI dan Duta Besar negara sahabat, Gubernur/Bupati/Wali Kota se-Indonesia atau yang mewakili, serta sejumlah eksportir dan buyer.

Presiden Joko Widodo, pada saat itu meminta industri perbankan memberi perhatian khusus pada pengembangan sektor pertanian, khususnya yang telah mampu merambah pasar dalam negeri dan mancanegara. Penguatan tersebut meliputi akses permodalan, inovasi teknologi, dan pendampingan.

Presiden menjelaskan berbagai komoditas pertanian Indonesia sangat potensial untuk menjadi produk unggulan ekspor, namun beberapa di antaranya masih perlu diolah untuk meningkatkan nilai tambah. Menurut Presiden, hal ini sesuai dengan program pemerintah untuk memajukan hilirisasi. Dalam hal ini, tidak hanya produksi yang perlu ditingkatkan, melainkan juga mekanisasi produk dan promosi produk berbasis digital agar produk dikenal luas semakin kompetitif.

Presiden meminta berbagai daerah mengembangkan sentra-sentra pertanian yang berorientasi ekspor. Sebab, dari total 514 kabupaten dan kota se-Indonesia, baru 293 kabupaten dan kota yang memiliki sentra komoditas pertanian unggulan ekspor, seperti untuk produk sawit, karet, dan kopi.

Masih banyak komoditas yang sangat potensial untuk dikembangkan, seperti sarang burung walet, porang, minyak atsiri, dan komoditas lain, seperti bunga melati, tanaman hias, udamame, dan hortikultura lainnya yang kalau betul-betul kita beri perhatian akan jadi sebuah produk yang baik untuk ekspor,” papar Presiden.

Selain pasar luar negeri, Presiden juga meminta pasar dalam negeri mendapat porsi perhatian yang cukup agar konsumen semakin mencintai produk dalam negeri.

Berita Lainnya
1 dari 565

Pelepasan ekspor komoditas pertanian hari ini dilaksanakan secara serentak dari 17 pintu ekspor di berbagai Bandara dan pelabuhan di Indonesia ke 61 negara, seperti Jepang, Hong Kong, dan Arab Saudi. Presiden menegaskan bahwa hal ini menjadi momentum untuk penguatan ekspor dan menandai kebangkitan ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19.

Mentan, Syahrul Yasin Limpo, dalam laporannya menyampaikan nilai produk pertanian yang diekspor mencapai Rp 7,29 triliun. Produk ekspor ini berasal dari 341 kabupaten dan kota di Indonesia, dengan total berat mencapai 627,4 juta ton, yakni produk perkebunan 564,6 juta ton, produk pangan 4,3 juta ton, produk hortikultura 7,2 juta ton, produk peternakan 4 juta ton, dan beberapa komoditas lainnya 47,3 juta ton.

Dijelaskan, sektor pertanian masih kuat di masa pandemi seperti saat ini. “Pada Januari hingga Juni 2021, nilai ekspor menembus Rp 277,95 triliun atau meningkat 40,29% dibandingkan periode yang sama tahun 2020,” jelas Mentan yang berharap ekspor pertanian RI dapat berlipat ganda hingga 3 kali nilai hari ini pada 2024 mendatang dengan mengembangkan pula produk-produk potensial lainnya di samping kelapa sawit yang masih mendominasi.

Seusai menerima plakat kenang-kenangan dari Balai Karantina Pertanian Kelas II Palangka Raya di ruang kerjanya siang ini, Wagub Kalteng Edy Pratowo menyampaikan apresiasi dan dukungan pada launching atau pelepasan merdeka ekspor bidang pertanian yang dicanangkan Presiden.

Ini sangat baik sekali karena ini berarti kita diberikan kewenangan seluas-luasnya untuk melakukan upaya dalam rangka upaya perdagangan mengirim hasil-hasil produk pertanian dalam arti luas keluar wilayah kita,” jelas Wagub.

Dia mengungkapkan, Kalteng kaya akan sumber daya alam dan berbagai potensi, termasuk potensi di bidang pertanian dalam arti luas, seperti karet yang memang sudah menjadi usaha turun-temurun dari masyarakat Kalteng, kemudian sawit dan sarang burung walet.

Diakui Kalteng juga memiliki potensi ekspor untuk tanaman hias, seperti Janda Bolong dan Tanduk Rusa. “Itu banyak sebenarnya, banyak sekali tersebar di Kalimantan Tengah ini yang mungkin kalau dijual di sini hanya Rp 50 ribu, tetapi ketika itu menjadi bahan komoditi ekspor, harganya bisa 2 kali, 4 kali, bahkan bisa mencapai jutaan rupiah,” ujarnya.

Selain itu, Kalteng akan mencoba untuk memaksimalkan hasil-hasil food estate, baik dalam bentuk pertanian padi, hortikultura, palawija, maupun sektor-sektor lainnya, seperti perikanan peternakan, dan sebagainya. “Inilah saya kira potensi peluang sekaligus tantangan buat kita, bagaimana kita bisa mendorong, sehingga kita bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kalteng di tengah pandemi ini dengan memberdayakan potensi yg kita miliki,” terang Wagub. (drt/k-10)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya