Banjir Meluas di Kalteng, Gubernur Minta Kabupaten Optimal Mangatasi

Upaya-upaya yang dilakukan Pemda melalui BPBD Kabupaten yang mengalami bencana alam yakni mendistribusikan bantuan sembako, melakukan koordinasi dengan pihak desa dan kecamatan terkait dan melakukan pendataan di lokasi terdampak banjir serta melakukan pemantauan dan pendataan di lokasi terdampak banjir.

PALANGKA RAYA, KP — Gubernur Kalimantan Tengah, H.Sugianto Sabran meminta Satuan Kerja Perangkat Daerah Teknis (SKPD) seperti BPB-PK dan Dinas Sosial untuk melakukan koordinasi intens dan optimalisasi peran Pemerintah Kabupaten dalam penanganan banjir dan dampaknya.

Pemerintah Provinsi akan membantu langkah dan upaya penanganan dampak banjir di daerah yang tidak terjangkau penanganannya oleh pihak kabupaten.

Menurut Gubernur, upaya-upaya yang dilakukan Pemda melalui BPBD Kabupaten yang mengalami bencana alam yakni mendistribusikan bantuan sembako kepada korban terdampak banjir, melakukan koordinasi dengan pihak desa dan kecamatan terkait dan melakukan pendataan di lokasi terdampak banjir serta melakukan pemantauan dan pendataan di lokasi terdampak banjir.

Plt.Kalksa Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Provinsi Kalimantan Tengah, Erlin Hardi, mengungkapkan hal itu, terkait penanganan korban banjir disejumlah daerah di Kalteng, Rabu (1/9).

Berita Lainnya

Kalteng Masih Waspada Banjir

1 dari 568

Ia memaparkan, kondisi umum pada tanggal 01 September 2021 di wilayah Kalteng, prakiraan cuaca berawan hingga hujan ringan di sebagian besar wilayah. Dikarenakan terjadi hujan di sebagian besar daerah, maka sejumlah Kabupaten mengalami bencana banjir.

Dijelaskan kondisi umum dibeberapa kabupaten diantaranya bencana banjir di Kabupaten Katingan per 31 Agustus 2021, pada tanggal 24 Agustus s/d 23 September 2021 berstatus tanggap darurat. Penyebab banjir dikarenakan hujan dengan intensitas yang tinggi di wilayah Hulu Kecamatan Katingan Tengah dan luapan DAS Sungai Samba dan Sungai Katingan.

Kemudian bencana banjir terjadi 12 Kecamatan, dengan 61 Desa, 10.521 unit rumah terendam, serta 11.804 KK dan 13.781 Jiwa yang terdampak. Sebanyak 12 Kecamatan yang terdampak diantaranya Kecamatan Katingan Hulu, Petak Malai, Kecamatan Marikit, Kecamatan Senaman Mantikei, Katingan Tengah, Kecamatan Pulau Malan, Kecamatan Tewang Senggalang Garing, Katingan Hilir, Kecamatan Tasik Pawayan, Kamipang, Katingan Kuala dan Kecamatan Mendawai.

Banjir di Kabupaten Pulang Pisau per 01 September 2021. Banjir terjadi di beberapa Desa di Kecamatan Banama Tingang diantaranya Desa Lawang Uru, Desa Hurung Desa Hanua, Desa Ramang, Desa Pahawan dan Desa Tambak dengan tinggi Debit Air -+150 cm. Banjir juga terjadi di beberapa Desa di Kecamatan Kahayan Tengah di Jalan Lintas Trans Kalimantan Desa Tanjung Sangalang dan Desa Penda Barania serta Desa Balukon Seberang.

Di Kabupaten Kotawaringin Barat per 01 September 2021 berstatus tanggap darurat bencana banjir. Wilayah terdampak yakni di Kecamatan Arut Utara. Di Arut Utara terdapat 8 Desa yang terdampak, di Kotawaringin Lama ikut mengalami bencana banjir yang mengakibatkan 2 desa dan 1 Kelurahan yang terdampak.

Di Kabupaten Kotawaringin Timur per 31 Agustus 2021, banjir terjadi di 6 Kecamatan, 51 Desa. Adapun masyarakat yang merasakan dampak dari banjir ini yakni sebanyak 4.358 KK dan 10.585 Jiwa. Wilayah terjadi banjir di Kecamatan Telaga Antang, Kecamatan Mentaya Hulu, Bukit Santuai, Kecamatan Antang Kalang, Tualan Hulu dan Kecamatan Kota Besi. (drt/K-10)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya