Kelurahan Kebun Sari Mewakili Lomba B2SA

KELURAHAN - Kebun Sari dalam lomba B2SA belum lama tadi mendapat kunjungan tim penilai dari Provinsi Kalsel. (KP/Ist)

Amuntai, KP – Kelurahan Kebun Sari Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) kembali mewakili HSU dalam Lomba B2SA tingkat Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

keikutsertaan Kelurahan Kebun Sari dalam lomba B2SA belum lama Tadi mendapat kunjungan tim penilai dari Provinsi Kalsel.

Peran kaum ibu sangat menentukan dalam memilih pangan bagi keluarga, diantaranya bagaimana mendiversifikasikan konsumsi pangan. Hal itu bukan untuk mengganti beras secara total, tetapi mengubah pola konsumsi pangan keluarga.

Lomba Cipta Menu Pangan Beragam Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) tingkat Provinsi yang dilaksanakan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan merupakan satu wujud aspek ketahanan pangan yakni segi konsumsi keluarga sehat.

Tim Penilai Provinsi Kalsel Rolena Kinawati menyampaikan tujuan dari kegiatan B2SA dalam rangka penganeka ragaman pangan dikarenakan kedepannya masalah pangan sebagai masalah utama.

Oleh karena itu kegiatan ini merupakan upaya konsumsi beras di kalsel yang tinggi sehingga bagaimana caranya menurunkan konsumsi beras ini supaya rendah lalu kita mengadakan penganeka ragaman pangan terutama pangan lokal.

Berita Lainnya

HSU Waspada Banjir

1 dari 422

Ia menambahkan, untuk penganeka ragaman pangan ini bisa dari bahan singkong, ubi kayu, ubi jalar, kentang, labu, pisang dan bahan lainnya yang mengandung karbohidrat tinggi.

“Untuk Kalsel sendiri karena konsumsi ubi kayunya tinggi, sehingga tahun ini kita mengadakan lomba ini makanan pokoknya adalah singkong yang diolah menjadi tepung mokaf yang kemudian diolah menjadi mie yang selanjutnya bisa diolah menjadi mie kuah atau mie goreng,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan, pemerintah melakukan program Karangan Pangan Lestari yang sasarannya kelompok tani atau wanita tani yang ada didesa-desa.

Mereka diberi bantuan pemerintah berupa uang yang kegiatannya melakukan penanaman dipekarangan baik itu dipekarangan anggota, demplot ataupun rumah bibit, dengan adanya pekarangan itu mereka nantinya akan menghasilkan sayur-sayuran, yang bisa dikonsumsi dan terjamin aman lanjutnya.

Adapun untuk penyajian makanan yang lengkap dan bergizi ia menyampaikan prisinya B2SA ada namanya makanan pokok yang terdiri dari karbohidrat yang tidak selalu beras.

dengan program B2SA masyarakat yang menanam dipekarangan otomatis untuk segi keamanan lebih terjaga dikarenakan kita tidak mungkin menyiram sendiri dengan pestisida atau bahan kimia lainnya. (nov/K-6)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya