Olahraga Daring Karena Pandemi? Bisa!!!

Oleh : Edi Sasmito
Guru Olahraga

Olahragalah di masa pandemi untuk meningkatkan imun. Begitulah perkataan yang sering didengar dari masyarakat, baik masyarakat menengah ke bawah maupun ke atas. Menteri Olahraga pada 2021 juga mengajak masyarakat di tanah air tetap berolahraga. Sebagian besar masyarakat dalam kondisi tidak pandemi melakukan olahraga secara berkelompok. Namun pada saat pandemi tentunya harus terjadi pembatasan. Oleh karena itu, Kemenpora RI mempunyai program senam secara virtual yang disiarkan langsung melalui kanal youtube Kemenpora RI. Para praktisi olahraga juga banyak yang melakukan panduan olahraga melalui virtual. Beberapa aplikasi dapat digunakan contohnya zoom. Ido Nur Abdulloh sebagai personal trainer dan CEO @ayo.obah sering membimbing olahraga dengan melalui aplikasi zoom ini.

Olahraga sendiri menurut Mirhan, merupakan pilar penting dalam kehidupan. Olahraga bukan sekedar kegiatan yang berorientasi kepada faktor fisik belaka, olahraga juga dapat melatih sikap dan mental seseorang. Saya sendiri ketika berolahraga secara teratur merasakan manfaat tubuh terasa segar bugar, tetapi ketika tidak melakukan olahraga tubuh terasa lesu dengan aktifitas sehari-hari.

Bagaimana dengan pembelajaran olahraga di sekolah? Apakah efektif jika pembelajaran dilakukan secara virtual? Bagaimana tingkat respon siswa terhadap pembelajaran? Tentu saja tidak akan maksimal apa yang akan disampaikan dan yang didapat. Menurut Komarudin pada jurnalnya mengatakan, pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan merupakan salah satu bagian dari mata pelajaran yang diberikan di sekolah menengah atas, sekolah menengah pertama, sekolah dasar untuk meningkatkan sumber daya manusia terutama dalam bidang fisik, pembinaan hidup sehat jasmani dan rohani yang dalam sehari-hari menuju sehat seutuhnya.

Berita Lainnya
1 dari 703
loading...

Sebagai guru olahraga merasakan dampak yang sulit ketika akan menyampaikan materi olahraga. Ditambah lagi dengan keadaan daerah di setiap siswa berbeda dalam hal sinyal. Menurut Puspa, dalam implementasi pembelajaran daring dianggap pendidik tidak efisien dan sulit dalam implementasinya di wilayah yang tidak menyediakan provider jaringan yang stabil sehingga tidak dapat memberikan pembelajaran secara maksimal ke peserta didik. Namun haruslah guru dan siswa dituntut untuk tetap melaksanakan pembelajaran terutama olahraga. Dikutip dari Kompas.com Sekolah yang menerapkan pembelajaran online salah satunya adalah sekolah cikal menggerakkan pembelajaran dari rumah melalui Sekolah.mu, platform online learning dengan cara video conference call.

Materi olahraga harus bisa di akses melalui berbagai media. Materi dibuat dalam bentuk video, gambar, tulisan dan lain-lain. Menurut Mendrofa pada jurnalnya, terdapat beberapa pembelajaran yang dapat dilakukan yaitu diantara : 1. Model pembelajaran pendekatan proyek; dan 2. Model pembelajaran kolaborasi. Dalam masa Covid-19 saat ini perlu adanya model pembelajaran yang dapat dilakukan secara efektif. Oleh karena itu, pembelajaran PJOK dalam masa Covid-19 sebenarnya dapat dilakukan, namun harus memiliki inovasi serta persiapan yang baik. MAN 3 Barito Kuala dalam hal olahraga menggunakan berbagai media seperti blog olahraga menggunakan office 365, pembelajaran menggunakan video you tube, mencantumkan gambar melalui WA bisnis. Ini diharapkan dapat membantu siswa dalam memahami apa yang disampaikan guru.

Ketika sudah siap aplikasi atau media lainya, guru dihadapkan lagi dengan motivasi siswa yang enggan untuk beraktifitas. Berbagai faktor misalnya kejenuhan karena siswa dihadapkan dengan tugas-tugas lain dari guru mata pelajaran lainya. Tanggapan siswa pun berbeda-beda, ada yang setuju dengan pembelajaran daring, menurut Maulana pada surveinya bahwa motivasi belajar siswa mata pelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan via sistem pembelajaran daring kelas X SMK Muhammadiyah 1 Sukabumi Tahun Pelajaran 2019/2020 berada dalam kategori “sedang”, artinya siswa masih bisa melakukan dan menerima pembelajaran daring. Namun ada yang tidak setuju dengan pembelajaran daring. Alasan mereka yang tidak setuju adalah mereka tidak begitu memahami apa yang disampaikan guru.

Para siswa harus selalu dimotivasi untuk berolahraga. Olahraga seperti jalan kaki, jogging, lari jarak menengah, jauh dan bersepeda cenderung dilakukan dengan intensitas rendah-sedang pada waktu yang panjang secara dominan akan menggunakan metabolisme aerobik untuk menghasilkan energi (Wirasasmita, 2013:100). Pada sekolah, guru menyarankan minimal latihan aerobik untuk menjaga kebugaran. Latihan aerobik adalah latihan fisik secara intensif mempercepat denyut jantung dan dilakukan untuk waktu yang panjang, setidaknya selama 20 menit (Wiarto, 2013: 156). Menurut Norton et all, (2010:497) dapat dilakukan 30 menit. MTs Negeri 1 pandeglang pada website BDK Jakarta Kementerian Agama RI misalnya, Tetap bisa memotivasi anak didiknya untuk melakukan aktivitas fisik. Latihan fisik tersebut bervariasi atara push up, sit-up, plank, skipping, bermain bola basket, jogging, badminton, tenis meja, senam irama, bersepeda, naik turun tangga dan lain-lain. Artinya siswa dibebaskan untuk memilih olahraganya sendiri supaya mereka tergerak dan senang berolahraga sehingga imun terjaga. Minimal jika mereka terkena Covid-19, daya tubuh mereka kuat seperti yang dikatakan dedi corbuzier pada akun youtubenya. Dedi corbuzier memang terkena covid tetapi karena beliau rutin melakukan olahraga penyembuhan covidnya lebih cepat dari pada yang tidak berolahraga. Begitulah perbincangan dengan dokter yang menangani beliau. Oleh karena itu mari tetap mengajar dan memotivasi diri sendiri dan siswa agar tetap berolahraga.

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya