Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Disdik Minta Siswa Terkena Scabies Diliburkan

×

Disdik Minta Siswa Terkena Scabies Diliburkan

Sebarkan artikel ini
hal10 3klm
LIBURKAN - Disdik memberi keringanan bagi siswa SDN Alalak Utara 3 yang terkena scabies untuk beristirahat dan meliburkan dari aktivitas belajar tatap muka di sekolah. (KP/zakiri)

Banjarmasin, KP – Banyaknya siswa di SDN Alalak Utara 3 mengalami penyakit scabies dan masih menjalani pembelajaran di sekolah secara langsung, akhirnya mendapat respon dari Dinas Pendidikan (Disdik) setempat.

Kepala Disdik Kota Banjarmasin, Nuryadi mengatakan, pihaknya beserta instansi vertikal lainnya sudah mengunjungi sekolah yang berlokasi di Kelurahan Alalak Utara, Kecamatan Banjarmasin Utara itu pada Kamis (17/11) pagi tadi.

Kalimantan Post

“Kami sudah mengetahui dan melihat langsung kondisi siswa sd yang terpapar scabies,” ucapnya saat dihubungi awak media melalui sambungan telepon, Kamis (17/11) siang.

Ia mengatakan, penyakit yang diakibatkan gigitan kutu kecil bernama Sarcoptes Scabies yang menjangkiti siswa sekolah itu hanya terjadi di SDN Alalak Utara 3 saja.

Untuk itu, Nuryadi mengatakan, pihaknya meminta agar aktivitas belajar para siswa yang terpapar scabies, diliburkan sementara waktu, agar penyebaran penyakit tidak meluas.

“Lalu, siswa yang sakit juga bisa beristirahat di rumah, hingga mereka sudah dinyatakan sembuh,” pintanya.

“Kalau bisa sepekan atau sepuluh hari. Agar penyembuhan bisa dilakukan secara maksimal,” ujarnya.

“Di sisi lain, pihak sekolah bisa saja menggelar aktivitas belajar mengajar secara daring, kan,” tekannya.

Selebihnya, Nuryadi meminta agar orang tua hingga siswa di mana pun berada, tak mesti di kawasan Kelurahan Alalak Utara, agar disiplin menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Terpisah, Kepala SDN Alalak Utara 3 Nurul Fajriah menyambut baik arahan Disdik Banjarmasin, dan akan ditindaklanjuti dengan mengumpulkan para guru SD tersebut.

“Utamanya, terkait bagaimana teknisnya, yang kemudian diumumkan kepada orang tua murid. Apakah akan meliburkan, atau sambil belajar dari rumah (BDR),” ujarnya.

“Besok (hari ini, red) atau paling lambat hari Senin mendatang, akan kami bicarakan terkait teknisnya,” tambahnya.

Baca Juga :  Ketua Dekranasda Banjarmasin Hadiri HUT ke-46 Dekranas, Dorong Perajin Lokal Tembus Pasar Global

Kalau hasilnya nanti siswa bakal diliburkan, maka akan dicoba hingga sepekan terlebih dahulu, bila keputusan yang diambil nantinya adalah justru siswa yang terpapar justru di-BDR-kan.

“Entah yakni dengan cara para siswa dikasih atau diminta mengerjakan soal pelajaran, beberapa hari kemudian baru dikumpulkan. Atau ibur saja,” ucapnya.

“Karena kalau belajar secara online atau daring, itu kemungkinan tak bisa dilakukan,” tekannya.

Hal itu diungkapkannya bukan tanpa alasan. Untuk belajar daring, tidak semua siswa memiliki gawai.

Di sisi lain, mayoritas siswa yang bersekolah di SDN Alalak Utara 3 adalah mereka yang ekonominya menengah ke bawah.

“Intinya, kami rapatkan dahulu. Dan tentu, kami mengupayakan hal yang terbaik bagi siswa kami,” tambahnya.

Disinggung terkait apakah ada penambahan jumlah siswa yang terpapar scabies di sekolahnya, Nurul mengatakan jumlahnya masih sama seperti sebelumnya. Yakni, sebanyak 36 siswa.

Lebih jauh, Nurul juga menjelaskan bahwa sejauh ini para siswa di sekolahnya, masih melakukan pengobatan. Obat yang dipakai, berupa salep yang diberikan pihak puskesmas sejak Selasa (15/11) lalu.

“Tapi rencana, Senin (21/11) mendatang, akan ada sosialisasi dan penyuluhan kembali terkait scabies ini. Sekaligus pembagian handuk,” ujarnya.

“Itu program dinas terkait bersama dengan lurah. Sasarannya, warga di RT 7,” tandasnya. (kin/K-7)

Iklan
Iklan