“Ancaman Krisis Pangan di Kalsel”

Banjarmasin, KP – Ancaman krisis pangan begitu nyata terjadi di Provinsi Kalsel. Bahkan, Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, mewanti-wanti agar hal tersebut tidak terjadi.

Sahbirin Noor atau Paman Birin mengingatkan saat ini bangsa Indonesia sedang dihadapkan dengan dinamika ancaman resesi ekonomi dan krisis pangan.

Paman Birin menyebut, gejala-gejalanya sudah mulai dirasakan.

Antara lain kenaikan beberapa komoditas produk pangan yang cukup tinggi, seperti kenaikan harga beras siam dan sejenisnya, yang berasal dari daerah.

Ia meminta semua daerah di Kalsel, termasuk Kabupaten Barito

Kuala yang merupakan salah satunya lumbung pangan andalan, agar siap siaga dalam mengatasi persoalan ini.

“Kita harus mengoptimalkan segala potensi di daerah kita untuk menggerakkan perekonomian dan memelihara kecukupan pangan.

Kabupaten Barito Kuala sebagai daerah lumbung pangan Kalsel hendaknya

Berita Lainnya
1 dari 1,793
loading...

bisa memanfaatkan momentum ini untuk menggerakkan masyarakat agar lebih produktif lagi dalam mengelola sektor pangan,” ujar Paman Birin.

Ancaman krisis pangan ini juga bisa dilihat dari data Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel.

Angka produksi padi dalam empat tahun kurun waktu 2019-2022 terus mengalami penurunan.

Ancaman krisis pangan dikhawatirkan benar-benar bisa dirasakan Kalsel pada tahun 2023.

Faktanya, pada tahun 2022, produksi padi dari sawah-sawah yang ada di Kalsel di bawah 1 juta ton atau hanya 893 ribu ton.

Produksi padi Kalsel itu mengalami penurunan seperti data tahun 2000-an.

Dikutip dari data BPS Provinsi Kalsel pada laman kalsel.bps.go.id, menyebutkan berdasar hasil survei Kerangka Sampel Area (KSA) pada 2021, luas panen pada 2021 di Kalsel hanya sekitar 254,26 ribu hektar atau mengalami penurunan sebanyak 35,57 ribu hektar (12,27) persen dibandingkan 2020.

Sementara itu, produksi padi tahun 2021 1,02 juta ton GKG.

Jika dikonversikan menjadi beras, produksi beras tahun 2021 mencapai sekitar 601,33 ribu ton, atau mengalami penurunan sebesar 79,28 ribu ton (11,65 persen) dibandingkan produksi beras di 2020 yang sebesar 680,61 ribu ton.(mns/K-2)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya