Tahun Ini Penanganan Jalan Trikora Dilanjutkan

Banjarbaru, KP – Salah satu ruas jalan Provinsi Kalsel, yaitu Jalan Trikora, Banjarbaru, masih perlu pembenahan. Pada tahun lalu Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel telah melakukan rehabilitasi ruas jalan Trikora- Liang Anggang Banjarbaru berupa perbaikan jalan sepanjang 16,85 km dan lebar 7,5 meter.

“Pada 2022 kita telah melakukan penambalan jalan yang berlubang dengan batu, setelah itu dilakukan pengaspalan kembali dan pengecatan media jalan,” kata Kepala Dinas PUPR Kalsel, Ahmad Solhan, melalui Plh. Kabid Bina Marga sekaligus Kasi Bintek, Noor Hidayat.

Lebih jauh Hidayat menerangkan, selain Jalan Trikora, Dinas PUPR juga telah menganggarkan pemeliharaan infrastruktur jalan pada tahun 2023 ini. Pemeliharaan jalan Provinsi itu tersebar di 13 Kabupaten/Kota se Kalsel.

“Kami sudah anggarkan pemeliharaan jalan Provinsi yang tersebar di kabupaten/kota. Bahkan sudah koordinasi dengan kabupaten/kota di mana saja jalan provinsi yang perlu pemeliharaan,” ujarnya.

Hingga tahun 2022 tadi, ruas jalan milik Pemprov Kalsel dalam kondisi mantap sudah 80 persen dari total 790 kilometer (KM). Sisanya 20 persen dalam kondisi rusak ringan dan rusak berat.

Berita Lainnya
1 dari 1,793
loading...

Pada tahun 2022 jalan yang dibangun 23,52 kilometer (KM), rehabilitasi jalan 15, 83 KM, kontruksi jalan 6,16 KM, pemeliharaan berkalan 1,62 KM, dan 6 buah jembatan.

Salah satu ruas jalan provinsi yang masuk kategori rusak adalah jalan bebas hambatan Banjarbaru – Batulicin. Sebagian titik di ruas tersebut masih berbentuk pengerasan. Menurut Yasin pihaknya masih berupaya meningkatkan ruas tersebut.

“Kurang lebih 100 yang perlu penanganan. Padahal sudah pengerasan,” jelas Keterangan Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Prov. Kalsel, M. Yasin Toyib, sebelumnya.

Dikatakannya, dari total 100 KM jalan bebas hambatan pihaknya sudah melakuian penanganan sepanjang 25 kilometer sejak tahun 2019. Selain jalan juga dibangun 6 jembatan dan 23 box culvet.

Sejak tahun 2019 yang lalu, dana yang dikucurkan untuk pembangunan fisik mencapai Rp385 miliar. Jika dikalkulasi, dalam menyelesaikan 75 KM ruas yang tersisa memerlukan dana sebesar Rp1 triliun.

“25 KM yang kami sebutkan di atas kondisinya mantap, sisanya masih pengerasan,” ucapnya. (mns/K-2)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya