Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Tanah Bumbu

Zairullah Terima Penghargaan Di Peringatan NTD Sedunia 2023 Di Jakarta

×

Zairullah Terima Penghargaan Di Peringatan NTD Sedunia 2023 Di Jakarta

Sebarkan artikel ini
Hal 12 Tanbu 25 klm 1
KP/Ist

Batulicin, KP – Di Peringatan Neglected Tropical Diseases (NTD) Sedunia 2023. 

Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu  berhasil meraih penghargaan sertifikat sebagai daerah bebas Frambusia dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 

Kalimantan Post

Penyerahan penghargaan diserahkan langsung oleh Menkes, Budi Gunadi Sadikin kepada Bupati Tanbu HM Zairullah Azhar di Krakatau Grand Ballroom Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta 21/2/2023. 

Bupati Tanbu HM, Zairullah Azhar di acara ini mengatakan,dia  mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak terutama, jajaran Dinas Kesehatan yang mampu mewujudkan Tanah Bumbu  bebas Frambusia.

“Sertifikat ini merupakan bentuk motivasi dan apresiasi atas upaya yang dilakukan Pemerintah Daerah dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat di Tanbu,” kata Zairullah. Dan Zairullah

berharap, status bebas Frambusia kedepan akan tetap bertahan dan derajat kesehatan masyarakat Tanbu akan terus meningkat, terutama dengan memelihara lingkungan

dan terus menjaga perilaku hidup bersih dan sehat dalam keseharian masyarakat,tandas Zairullah.

Sementara itu, Menkes, Budi Gunadi Sadikin dalam sambutannya mengatakan,penyakit tropis terabaikan atau NDT ditemukan tidak hanya di Indonesia, namun di seluruh wilayah tropis dunia.

“NTD ini terjadi di daerah tropis di seluruh dunia. Jenisnya ada 20, di Indonesia ada lima, plus yang baru dimasukkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) adalah rabies,” kata Budi Gunadi. Adpun lima varian penyakit tropis terabaikan di Indonesia itu, yaitu kusta, frambusia atau infeksi kulit, filariasis atau kaki gajah, schistosomiasis atau cacingan, dan rabies. Untuk kusta, Kemenkes menargetkan eliminasi kasus dicapai pada 2030. Sedangkan eliminasi kasus frambusia ditargetkan tercapai pada 2024.Kemudian untuk penanganan kasus filariasis yang dilaporkan telah berstatus endemis di 236 kabupaten/kota di Indonesia, upaya pencegahannya berupa pemberian obat secara massal.

Sedangkan untuk schistosomiasis, kini hanya terdeteksi di wilayah tertentu, dan menjadi satu-satunya penyakit yang masih berstatus endemi di

Baca Juga :  Dinsos Tanbu Bangun Komunikasi Terbuka Dengan Masyarakat

Asia Tenggara,eliminasi nya  ditargetkan pada 2030. 

Lalu untuk kasus rabies di Indonesia masih tersebar di sekitar 26 provinsi, sementara sisanya dinyatakan berstatus bebas rabies. Peringatan NTD Sedunia 2023 di Indonesia ditandai dengan pemberian penghargaan kepada 108 pejabat di lingkup pemerintah kota/kabupaten di Indonesia atas upaya pengentasan penyakit filariasis dan frambusia di wilayah masing-masing. (rel/han)

Iklan
Iklan