Iklan
Iklan
Iklan
HEADLINE

Kehabisan Tiket Mudik, Anto Lima Hari Nginap di Pelabuhan Trisakti

×

Kehabisan Tiket Mudik, Anto Lima Hari Nginap di Pelabuhan Trisakti

Sebarkan artikel ini
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banjarmasin Agustinus Maun saat melakukan pemantauan arus mudik di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Selasa (18/4/2023). (kalimantanpost.com/Antara)

BANJARMASIN, kalimantanpost.com – Beberapa hari menjelang lebaran, animo masyarakat mudik ke Jawa semakin meningkat di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.

Penumpang yang kehabisan tiket kapal, terpaksa ada yang menginap beberapa hari di terminal pelabuhan.

Salah seorang calon penumpang Anto (35) yang hendak mudik ke Jawa Timur mengaku sudah menginap lima hari di pelabuhan.

“Sudah lima hari menginap di pelabuhan karena kehabisan tiket,” ucapnya.

Ia menyampaikan terima kasih terhadap pihak terkait yang telah memberikan solusi terhadap kendala yang dialaminya.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banjarmasin Agustinus Maun saat melakukan pemantauan arus mudik di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Selasa (18/4/2023) mengatakan untuk para pemudik yang kehabisan tiket dan tidak bisa berangkat, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak operator kapal sebagai penyedia tiket.

“Kami menjamin seluruh pemudik akan berangkat tanpa tertinggal satupun,” janjinya.

Ia katakan, apabila ada pemudik jumlah besar tertinggal di pelabuhan, ia telah menyiapkan kapal cadangan dan juga kapal negara dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Sementara itu, Agustinus memperkirakan puncak arus mudik di Pelabuhan Trisakti Selasa (18/4).

Pihaknya bersama dengan operator kapal telah menyediakan tiga kapal untuk mengantisipasi puncak arus mudik tersebut.

Berdasarkan data yang diperoleh termasuk jumlah calon penumpang yang menumpuk di pelabuhan, ia memperkirakan ada sekitar 1.800 orang pemudik yang akan menyeberang ke Pulau Jawa.

Dikesempatan itu, Agustinus juga menjelaskan, pembelian tiket secara daring di Kalimantan Selatan khususnya Banjarmasin belum sepenuhnya menjangkau masyarakat.

“Saya melihat pembelian tiket kapal secara daring belum seutuhnya berhasil serta kurang mencapai target,” katanya.

Agustinus menuturkan, masyarakat masih banyak yang kurang memahami teknologi. Terlebih pembelian tiket secara daring tersebut hanya tersedia di website yang disediakan oleh pihak operator kapal.

Baca Juga:  Kejagung Tetapkan Menkoinfo Jhonny G Plate sebagai Tersangka Korupsi BTS

“Operator kapal dan pihak terkait perlu melakukan pengembangan sistem penjualan tiket daring,” ucapnya.

Pengembangan sistem yang dimaksud Agustinus ialah, melakukan penjualan tiket melalui aplikasi mainstream seperti traveloka, tiket dot com, blibli dot com dan sejenisnya.

Ia mengimbau agar pembelian tiket tidak hanya melalui website operator kapal saja.

Menurutnya, saat ini masyarakat lebih terbiasa mengakses melalui aplikasi yang terinstal di telepon pintar daripada harus mengunjungi situs website melalui browser.

Terlebih dikatakannya, saat suasana mudik seperti ini peran pemerintah sangat dibutuhkan masyarakat untuk memberikan pelayanan. (Ant/KPO-3)

Iklan
Iklan