Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Opini

Musda Muhammadiyah, Momentum Rapatkan Barisan

×

Musda Muhammadiyah, Momentum Rapatkan Barisan

Sebarkan artikel ini

Oleh : Cak Kusnul
Wakil Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Tanah Laut

Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Tanah Laut bersiap melaksanakan agenda penting organisasi yaitu Musyawarah Daerah (Musda). Musda adalah forum permusyawaratan tertinggi organisasi Muhammadiyah di tingkat pimpinan daerah (tingkat kabupaten/kota). Rencananya akan dilaksanakan pada 27 Mei 2023 di Pelaihari.

Kalimantan Post

Sebelumnya, Muhammadiyah Tanah Laut dipercaya menjadi tuan rumah perhelatan Musyawarah Wilayah (Muswil) Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Kalimantan Selatan. Kegiatan tersebut digelar selama tiga hari pada 27-29 Januari 2023 lalu. Sebagai tuan rumah, Tanah Laut sukses menyelenggarakan Muswil yang dihadiri perwakilan PD Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dari 13 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan.

Bagi Muhammadiyah, Musda adalah kegiatan yang sangat penting. Bagaimana Performance Muhammadiyah ke depan sangat dipengaruhi oleh keputusan-keputusan yang dihasilkan dalam Musda tersebut.

Musda adalah kegiatan rutin dalam Muhammadiyah. Dalam kondisi normal even tersebut biasanya dilaksanakan setiap lima tahun sekali, sebagaimana yang tertuang dalam AD/ART Muhammadiyah. Namun pada periode ini, Musda sebagaimana Muswil dan Muktamar Muhammadiyah harus tertunda dua tahun akibat pandemi Covid-19.

Kegiatan Musda akan diikuti oleh pimpinan cabang, pimpinan ranting Muhammadiyah se-Kabupaten Tanah Laut serta organisasi otonom Muhammadiyah tingkat kabupaten. Dalam kegiatan Musda nantinya akan membahas agenda-agenda penting organisasi, selain pemilihan pimpinan yang terdiri dari sembilan orang, yang akan menggerakkan organisasi dalam satu periode selama lima tahun ke depan.

Lantas apa saja agenda penting yang akan dihasilkan dalam Musda Muhammadiyah Tanah Laut kali ini? Even Musda diharapkan tidak hanya menjadi ajang pergantian kepemimpinan saja, namun harus melahirkan ide, gagasan dan rumusan strategi untuk memajukan dan meluaskan dakwah persyarikatan di Bumi Tuntung Pandang.

Peran keummatan dan kebangsaan Muhammadiyah Tanah Laut harus dikuatkan sebagai implementasi gerakan sosial keagamaan yang menjadi ciri persyarikatan Muhammadiyah. Untuk itu, Musda harus menjadi ajang lahirnya gagasan-gagasan yang dapat memberikan solusi bagi kebutuhan dakwah Muhammadiyah Tanah Laut di masa yang akan datang.

Baca Juga :  DEMO “NO KINGS”, RETAKNYA AMERIKA

Tantangan Muhammadiyah ke depan tentu semakin besar dan berat, baik internal maupun eksternal. Urusan internal Muhammadiyah Tanah Laut perlu memperbaiki sistem perkaderan, pengembangan cabang dan ranting, pembinaan organisasi otonom (ortom) serta penguatan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Untuk urusan eksternal, kontribusi Muhammadiyah dalam kehidupan beragama, sosial kemasyarakatan dan kebangsaan di Kabupaten Tanah Laut juga harus ditingkatkan.

Maka momentum Musda ini penting, karena akan sangat menentukan bagaimana gerak langkah Muhammadiyah lima tahun ke depan. Tugas sembilan orang pimpinan terpilih nanti tidak ringan. Meski mereka tidak mengerjakan tugas itu sendirian. Ada unsur pembantu pimpinan yang terdiri dari Majelis dan Lembaga yang akan membantu mengerjakan tugas-tugas pimpinan dalam menjalankan organisasi, melaksanakan program-program kerja yang telah disepakati dan diputuskan dalam Musda.

Pimpinan Muhammadiyah yang terpilih nanti diharapkan mampu merangkul seluruh elemen persyarikatan, seperti pimpinan cabang, pimpinan ranting dan pimpinan organisasi otonom serta menjadikan semua elemen tersebut sebagai subjek dalam gerakan dakwah Muhammadiyah di lingkungan atau tingkatan masing-masing. Ortom, cabang dan ranting adalah bagian penting dari persyarikatan Muhammadiyah yang kedudukannya perlu didukung dan dikuatkan. Ketika setiap elemen tersebut berjalan sesuai fungsi dan tugasnya dalam satu barisan komando pimpinan daerah, maka gerakan dakwah Muhammadiyah Tanah Laut akan berjalan dinamis dan tersusun sistem bangunan organisasi yang kokoh seperti yang digambarkan dalam Al-Qur’an Surah Al Saff ayat 4 “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalanNya dalam barisan yang teratur, (mereka) seperti bangunan yang tersusun kokoh”.

Muhammadiyah selama ini dikenal sebagai salah satu organisasi yang paling rapi. Baik dalam penataan administrasi, pengelolaan amal usaha maupun dalam gerakan dakwahnya. Hal ini pula yang diharapkan dapat ditunjukkan oleh Muhammadiyah Tanah Laut. Pemimpin organisasi terutama Ketua harus mampu merapikan barisan dan mengomandoi pasukannya. Pembagian peran dan tugas pimpinan harus jelas agar masing-masing dapat bertanggungjawab sesuai dengan tugasnya dan tidak terjadi tumpang tindih peran. Dengan demikian diharapkan gerakan dakwah Muhammadiyah Tanah Laut dapat berjalan dengan harmoni.

Baca Juga :  Gonjang-Ganjing BBM di Tengah Gejolak Global, Saatnya Mencari Solusi Hakiki

Semoga Musda ini benar-benar menjadi momentum bagi Muhammadiyah Tanah Laut untuk merapikan barisan dakwah dan menyusun kembali struktur bangunan organisasi sehingga dapat menjadi bunyanun marshush, bangunan yang kokoh. Warga Muhammadiyah di akar rumput menantikan lahirnya gagasan-gagasan program kerja yang tidak hanya membawa kebaikan bagi persyarikatan Muhammadiyah tapi juga memberikan sumbangsih nyata bagi ummat Islam dan kemajuan daerah Tanah Laut.

Mari kita songsong Musyawarah Daerah Muhammadiyah Tanah Laut ini dengan antusias dan penuh kegembiraan. Sawwuu Shufufakum!

Iklan
Iklan