Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Ekonomi

Tak Punya Master Plan
Investasi di Kalsel Masih Rendah

×

Tak Punya Master Plan<br>Investasi di Kalsel Masih Rendah

Sebarkan artikel ini
8 4klm 1
INVESTASI - Pansus LKPJ Kalsel melakukan studi komparasi ke Pemprov Jawa Tengah untuk mendapatkan masukan dalam pembahasan LKPJ, terutama menarik masuknya investasi ke Kalsel, yang masih rendah, Kamis (6/4/2023), di Semarang. (KP/Istimewa)

Karena, jika tidak dilakukan, maka investasi di Kalsel tidak akan bergerak, mengingat tidak tersedianya data yang cukup bagi investor untuk memperkirakan jenis investasi dan modal yang diperlukan.

SEMARANG, KP – Panitia Khusus (Pansus) II LKPJ bidang ekonomi dan keuangan akan mengupayakan agar Kalsel bisa meningkatkan nilai investasi yang masuk, karena selama ini masih rendah.

Kalimantan Post

“Investasi di Kalsel masih rendah, jauh dibandingkan dengan lompatan yang dilakukan Jawa Tengah,” kata Ketua Pansus II LKPJ, Imam Suprastowo, usai studi komparasi ke DPRD Jawa Tengah, Kamis (6/4/2023), di Semarang.

Imam Suprastowo mengungkapkan, Jawa Tengah memiliki lompatan tinggi untuk menarik investasi masuk ke daerah tersebut, salah satunya dikarenakan upah pekerja yang rendah.

Namun di Kalsel, rendahnya investasi yang masuk lebih dikarenakan Dinas Penanaman Modal Dan Perijinan Terpadu Kalsel belum mempunyai master plane tentang investasi di Kalsel.

“Ini patut disayangkan, dan ke depan harus menjadi prioritas untuk Menyusun master plan investasi,” tambah politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan.

Karena, jika tidak dilakukan, maka investasi di Kalsel tidak akan bergerak, mengingat tidak tersedianya data yang cukup bagi investor untuk memperkirakan jenis investasi dan modal yang diperlukan.

“Karena master plane ini memuat informasi mulai dari A sampai Z tentang berapa luas tanah, jumlah penduduk dan lainnya. Itu harus lengkap, secepatnya dibuat,” tegas wakil rakyat dari daerah pemilihan Kalsel VII, meliputi Kabupaten Tanah Laut dan Kota Banjarbaru.

Studi komparasi ini juga dalam rangka penyempurnaan LKPJ 2022, dengan menggali lebih dalah sekaligus memperoleh masukan tentang ekonomi dan keuangan.

“Kita memperoleh masukan-masukan terkait LKPJ, karena sama-sama sedang mengerjakannya,” ujar Imam Suprastowo.

Lebih lanjut diungkapkan, Jawa Tengah sudah dua tahun terakhir tidak membentuk Pansus LKPJ, mengingat laporan tersebut hanya dikerjakan Badan Anggaran (Banggar).

Baca Juga :  PLN Icon Plus Tanam Pohon dan Edukasi Energi Bersih di SMKN 1 Martapura‎‎

“Ini masukan bagi Kalsel. Jangan sampai nanti kita anggaran besar, tetapi hasilnya sama saja,” ungkap Ketua Komisi II DPRD Kalsel.

Sebelumnya Kepala Biro Pemerintahan, Otonomi Daerah dan Kerjasama Sekdaprov Jawa Tengah, Muhammad Masrofi mengungkapkan program kerja dan indikator capaian kinerja Pemprov Jawa Tengah pada 2022, yang secara umum mengalami peningkatan yang cukup memuaskan.

“Secara umum mengalami peningkatan yang cukup memuaskan,” tambah Masrofi didampingi pejabat dari SkPD terkait. (lyn/K-1)

Iklan
Iklan