Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
OPINI PUBLIK

Dampak Oversharing di Media Sosial

×

Dampak Oversharing di Media Sosial

Sebarkan artikel ini

Oleh : Yulisa Suryana
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Pada masa sekarang, berbagi cerita di media sosial merupakan hal yang lumrah bagi masyarakat, tetapi tidak jarang membagikan cerita secara berlebihan tentang pribadi di media sosial yang seharusnya orang lain tidak perlu atau bahkan tidak perlu tahu. Hal tersebut bisa disebut dengan oversharing. Oversharing merupakan perilaku di mana seseorang membagikan informasi pribadi secara berlebihan secara online.

Informasi yang dibagikan bisa berupa detail tentang kehidupan pribadi, masalah pribadi, hubungan, kesehatan mental, atau bahkan hal-hal yang terlalu rinci atau tidak pantas untuk dibagikan secara publik. Oversharing sering kali terjadi karena kebutuhan akan perhatian, validasi, atau dorongan untuk membangun identitas online. Sedangkan Media sosial sendiri merupakan wadah atau platform online yang bisa digunakan pengguna untuk berinteraksi, berbagi konten, dan menjalin hubungan dengan orang lain secara virtual.

Media sosial juga telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari banyak orang di seluruh dunia terutama masyarakat kita. Beberapa contoh media sosial yang populer termasuk, whatsapp, twitter, youtube, instagram, tik-tok, dan ada banyak platform media sosial lainnya di luar sana, masing-masing dengan fokus dan fitur yang berbeda. Setiap platform ini menawarkan cara unik bagi pengguna untuk terhubung, berinteraksi, dan berbagi konten dengan orang lain di seluruh dunia.

Oversharing di media sosial merupakan suatu tindakan membagikan informasi pribadi atau rincian kehidupan pribadi secara berlebihan kepada publik melalui platform media sosial. Ini bisa mencakupi berbagai macam hal, mulai dari cerita pribadi, gambar, video, lokasi saat ini, detail rutinitas harian, atau bahkan informasi sensitif seperti nomor handphone atau alamat tempat di mana tinggal. Walaupun media sosial dapat menjadi tempat yang baik untuk berbagi dan terhubung dengan orang lain, terlalu banyak berbagi atau bercerita masalah informasi pribadi kita dapat menimbulkan beberapa risiko.

Baca Juga:  Gaya Komunikasi Pemuda dari Masa ke Masa

Dari hasil kuesioner 65 persen responden merasa khawatir atau cemas tentang privasinya setelah oversharing di media sosial. Khawatir atau cemas secara berlebihan dapat menurunkan produktivitas di dunia nyata dan dapat berdampak pula ke berbagai hal lainnya. 85 persen responden juga setuju bahwa oversharing di media sosial dapat mengakibatkan penyalahgunaan atau penipuan identitas. Hal ini dapat dilihat dari trend yang pernah viral dulu yaitu trend memasang foto KTP di instagram story ataupun dijadikan video di tik-tok.

Terdapat pula 80 persen yang setuju jika oversharing di media sosial dapat mengarah kepada serangan siber. Serangan siber tersebut bisa terjadi apabila membagikan alamat email, alamat rumah, tanggal lahir, dan juga nama orang tua, rincian kegiatan kita sehari-hari, dan banyak lagi. Karena dengan berbagi informasi tersebut orang yang tidak bertanggung jawab bisa menebak bagaimana pola kita, seperti kata sandi dan lain hal. Beberapa responden juga terkadang merasa terganggu dengan informasi priba

di yang terlalu emosional atau dramatis yang dibagikan oleh pengguna lain di media sosial, karena sesuatu yang bersifat emosional atau dramatis dapat memicu kita merasakan hal yang sama atau pun sebaliknya. Selayaknya adegan di sebuah drama, apabila drama tersebut menampilkan adegan sedih maka kita akan menangis.

Dampak oversharing di media sosial biasanya berupa konsekuensi negatif yang timbul akibat berbagi informasi pribadi yang terlalu banyak, terlalu terbuka, atau tidak relevan di media sosial. Berikut ini beberapa dampak oversharing di media sosial yang mungkin terjadi yaitu, dapat menyebabkan kerugian privasi dan membongkar privasi dikarenakan berbagi informasi yang terlalu banyak, penyalahgunaan informasi pribadi yang disebabkan oleh informasi yang dibagikan secara berlebihan bisa digunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan hal yang tidak inginkan, dapat menyebabkan gangguan hubungan dikarenakan oversharing di media sosial dapat mempengaruhi hubungan personal dengan teman, keluarga, atau pasangan yang terlalu banyak mengungkapkan informasi dapat membuat orang lain merasa tidak nyaman, dampak pada karier yang disebabkan oleh pemberian informasi secara berlebihan di media sosial bisa mengungkapan terlalu banyak informasi pribadi atau konten yang dapat mencerminkan citra buruk pada profesion

Baca Juga:  Refleksi Desa Wisata di Kabupaten HSS dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021

alitas pengguna serta dapat mempengaruhi kesempatan kerja lalu berakhir negatif pada karier, menyebabkan stigma sosial atau penilaian negatif dari orang lain dan dapat menganggap pengguna tidak memiliki batasan privasi atau kurangnya kesadaran terhadap konsekuensi dari apa yang dibagikan, dampak pada kesehatan mental karena berbagi informasi secara berlebihan dapat menyebabkan stres, kecemasan, atau perasaan tidak aman karena perbandingan sosial atau reaksi negatif dari orang lain, menjadi penyebab dari perundungan secara online (cyberbullying) atau pelecehan online karena pembagian informasi pribadi yang terlalu rinci atau tidak pantas dapat menarik perhatian individu yang ingin menyakiti atau memanfaatkan penggunanya.

Dampak negatif dari oversharing bukanlah dampak yang bisa dianggap sepele, karena hal itu bisa mengganggu tidak hanya diri, tetapi orang di sekitar. Oversharing di media sosial dapat dihindari dengan beberapa cara seperti, jangan mengunggah atau membagikan sesuatu disaat kita sedang emosi, lebih selektif dalam membagikan informasi, cobalah lebih banyak meluangkan waktu dengan orang terdekat, ketika sedang emosi jauhkanlah diri dari gadget dan cobalah melakukan hal lain untuk meredam amarah seperti dengan membaca buku dan lainnya.

Perlu diingat bahwa dampak oversharing dapat bervariasi tergantung pada konteks, individu, dan jenis informasi yang dibagikan. Penting untuk berpikir secara bijaksana dan mempertimbangkan konsekuensi sebelum berbagi informasi pribadi secara terbuka di media sosial. Penting juga bagi pengguna media sosial untuk menjaga privasi dan keamanan pribadi mereka, mempertimbangkan dampak sosial dan emosional dari apa yang mereka bagikan, dan menggunakan media sosial dengan bijak untuk memaksimalkan manfaat dan meminimalkan risiko. Oleh karena itu, biasakan menggunakan media sosial dengan bijak supaya tidak terjadi oversharing di media sosial.

Iklan
Iklan