Diminta Propam Periksa Oknum Penangkap Seorang Warga Desa Mentaas

Banjarmasin, KalimantanPost -Ditanggapi serius Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ir H Pangeran Khairul Saleh kasus penangkapan terhadap Mahyuni, warga Desa Mentaas, Kecamatan Labuan Amas Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Pasalnya Mahyuni yang menjaga hak pribadi, tiba-tiba diciduk Polisi.

“Kita minta Propam Polda periksa oknum Polisi yang menciduk,” ucap Pangeran Khairul Saleh, Senin (27/11).

“Saya menduga penangkapan terhadap saudara Mahyuni tidak memenuhi semua unsur sesuai prosedur.

Saya juga menduga, penangkapan terhadap Mahyuni memiliki hubungan erat dengan proyek ruas jalan,” jelasnya.

Mestinya, pihak kepolisian tidak langsung melakukan penangkapan.

Tetapi bisa memfasilitasi perdamaian terlebih dulu, agar persoalan dapat selesai di tempat.

“Untuk memenuhi rasa keadilan terhadap masyarakat, saya meminta kepada Propam Polda Kalsel agar melakukan pemeriksaan terhadap oknum polisi yang
melakukan penangkapan terhadap saudara Mahyuni. Apalagi sekarang ini, saudara Mahyuni sudah ditahan selama 52 hari.

Saya mempertanyakan proses penangkapan itu, apakah memang sudah sesuai prosedur?” tegasnya. 

Diketahui kalau Mahyuni, yang bernasib nahas ini gerara menjaga hak pribadi yakni mempertahankan ruas jalan yang menghubungkan halaman rumah untuk mengeluarkan kendaraan roda empat yang akan terkena proyek siring pembangunan jalan, dan malah dirinya diciduk polisi pada Selasa (3/10) lalu dan kemudian mengadukan persoalnya ke Komisi III DPR RI, dalam hal ini Wakil Ketua Komisi III, Pangeran Khairul.

Dari pengakuan Sekretaris Desa Mentaas, Effan, kalau di desanya sedang berlangsung proyek dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Dirjen Bina Marga Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Selatan, berupa penanganan ruas jalan Sungai Buluh – Mantaas.

Bilai kontrak pekerjaan Rp36.525.799.000 dengan waktu pelaksanaan selama 131 hari terhitung sejak 22 Agustus 2023.

Proyek dikerjakan PT Gelora Megah Sejahtera.

Diceritakan, pada Selasa, (3/10), Mahyuni terlibat cekcok dengan pengawas proyek pembangunan jalan ruas.

Berita Lainnya
1 dari 3,073

Pengawas proyek didampingi oknum Polisi Polres HST.

Kronologisnya, jalan di depan rumah Mahyuni, tepatnya di depan pintu memasuki halaman rumah Mahyuni, pekerja proyek mau memasang siring jalan.

Karena Mahyuni mempunyai kendaraan roda 4 dan 2 yang masih parkir di halaman rumah, Mahyuni meminta waktu untuk mengeluarkan mobilnya terlebih dulu.

Namun ternyata, satu hari kemudian di depan rumah Mahyuni sudah dipasang siring pasangan batu, sehingga menutup akses kendaraan memasuki halaman rumah Mahyuni.

Mahyuni emosi dan cekcok mulut dengan pengawas proyek.

Lantas, sejumlah warga memanggil anggota kepolisian setempat.

Tetapi anggota kepolisian tidak langsung ke rumah Mahyuni, melainkan kumpul dengan warga dulu terlebih dulu dan sama-sama mendatangi rumah Mahyuni.

Kala itu, Mahyuni masih terlibat cekcok mulut dengan pengawas proyek.

Terlebih menyaksikan adanya anggota kepolisian yang menyertai warga.

Kemudian, Mahyuni mengantisipasi terjadi al tidak diinginkan akan menimpa dirinya, kemudian nekat mengambil sebilah parang.

Namun parang itu belum sempat dicabut dari kumpangnya, melainkan hanya dipegang.

Anggota kepolisian yang berada di lokasi langsung meringkus dan menggiring Mahyuni ke Polres HST.

Sampai sekarang Mahyuni sudah ditahan selama 52 hari.

Informasi terakhir, berkas Mahyuni sudah P21 dan mau dilimpahkan ke kejaksaan.(*/K-2)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya