Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Opini

KEMANUSIAAN

×

KEMANUSIAAN

Sebarkan artikel ini

Oleh : H AHDIAT GAZALI RAHMAN

Bangsa Indonesia ini wajib bersyukur dan berbangga karena sejak 1945, para tokoh pendiri bangsa telah membuat sebuah konsep Dasar Negara yang menjunjung tinggi kemanusia, sebagaimana tercantum dalam Pancasila yakni sila kedua, “Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab”. Tokoh pendiri bangsa ingin Indonesia dulu kini dan akan datang menjadi manusia yang menjujung tingi harkat dan martabat manusia, bertindak mengutamakan kemanusian, jauh dari sifat bengis, sperti yang terjadi dibanyak bangsa dan Negara yang gagal melak sanakan kemanusia, contoh seperti yang terjadi di belahan bumi Palestina, dimana menunjukkan pada penduduk dunia dan bangsa dunia, Negara Zionis Israel dan para pendukungnya adalah Negara yang tidak memperdulikan kemanusia, dalam bahasa umum Negara yang tidak berperikamanusian, karena dengan bangga telah membunuh anak-anak dan wanita yang tak berdosa walaupun bukan bangsanya tapi bangsa Palestina, yang selama ini jadi jajahannya.

Kalimantan Post

Seharusnya Negara seperti Amerika dan lainnya yang punya kuasa atas prilaku ziones Israel, dapat mencegah prilaku tersebut agar tidak membunuh para anak dan wanita, karena itu sangat bertentangan dengan perikemanusian, negara ziones Israel pasti takut jika negara Amerika dan negara lain yang selama ini
melindungi, memberikan arahan,teguran atau bahkan hukuman, pasti negara Ziones Israel akan patuh tunduk, bukan sebaliknya malah memberikan dukungan pada apa
yang dilakukan Ziones Israel yakni selalu melakukan pelanggaran hak asasi manusia atau dengan melakukan tindakan tidak berperikamanusian.

Islam sebagai agama yang selalu berpikir kedamaian sejak 15 Abad silam mengatakan dalam Al Qur’an, “Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya”. (QS. An Nisa : 135). Ayat ini memerintahkan muslim tak hanya berteori soal keadilan. Muslim wajib menerapkan keadilan
dalam kehidupan sehari-hari, bahkan menjadi standar dalam praktik perlakukan yang tidak memihak pada kelompok tertentu.

Baca Juga :  Hukuman Mati Bagi Tahanan Palestina, Antara Keadilan dan Sikap Dunia

Kemanusian dan keadilan tentunya tak hanya dalam perkara yang menyangkut diri sendiri, namun juga urusan orang lain. Dengan seluruh kemampuan yang dimiliki, ummat muslim harus memastikan semua orang mendapat perlakukan yang berperikamanusian dan adil tanpa kecuali.

Islam memerintah kepada Ummat muslim tidak membiarkan praktik tidak berpri kamanusiaan, ketidakadilan diterapkan di lingkungannya. Ummat muslim wajib berusaha semaksimal mungkin menghentikan praktik tersebut.

Penerapan dan perlindungan perbuatan berprikemanusian dan keadilan tentunya harus dilakukan hanya karena Allah SWT. Dan dalam rangka menjunjung harkat kemanusian dan keadilan. Ummat muslim tidak boleh memihak atau punya kecenderungan pada kelompok tertentu yang bertindak tidak berperikemanusiaan dan bertindak ketidakadilan pada bangsanya, bangsa lainnya, kelompok tertantu yang berbeda dengannya, Perbedaan itu (harus) wajib diselesaikan dengan perundingan bukan dengan kekerasan, apalagi dengan mengorban anak dan wanita yang tak berdosa tentu ini dapat dikatakan sebuah perilaku yang tidak berkemanusiaan.

Iklan
Iklan