Iklan
Iklan
Iklan
BanjarmasinTRI BANJAR

Lima Pemuda Banjarbaru Siap Ke Jepang, Kini Tahap Interview

×

Lima Pemuda Banjarbaru Siap Ke Jepang, Kini Tahap Interview

Sebarkan artikel ini
INTERVIEW- Inilah tahapan interview oleh Asisten Presiden Kurioka Gakuen Osaka Jepang, Toru Inoue di Banjarbaru bersama peserta yang akan dikirim ke Jepang. (KP/Devi)

Para peserta yang akan diberangkatkan ke Jepang oleh world Study Center sekembalinya mampu menyerap ilmu dan teknologi agar sekembalinya mampu menerapkan ilmu yang didapat di ibukota provinsi Kalsel di Banjarbaru

BANJARMASIN, KP – Usai pelatihan Bahasa Jepang bagi pencari kerja, melalui program Pemagangan dan Bekerja di Jepang yang dibuka Walikota Banjarbaru, H Aditya Mufti Ariffin beberapa bulan lalu. Kini memasuki tahapan interview yang dihadiri oleh Asisten Presiden Kurioka Gakuen Osaka Jepang, Toru Inoue.

Android

Proses seleksi wawancara yang dilaksanakan di ruang mediasi Dinas Koperasi UKM dan Tenaga Kerja (Diskopukmnaker) Kota Banjarbaru, di ikuti lima peserta yang sebelumnya mengikuti pelatihan bahasa Jepang selama empat bulan.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Diskopumnaker) Kota Banjarbaru, Sartono, mengatakan interview ini memang menjadi salah satu bidang yang dipilih peserta untuk magang dan bekerja sebagai Caregiver (perawat lansia).

“Selain Caregiver ada beberapa bidang lainnya seperti pertanian,food, pertokoan dan sebagainya,’’ujarnya.

Kolaborasi Pemko Banjarbaru dengan Kurioka Gakuen Osaka Jepang tersebut rupanya mendapatkan Support penuh dari world Study Center yang telah mendidik dan melatih dan mempersiapkan SDM handal untuk menimba ilmu dan teknologi di Negeri Sakura sekaligus juga bekerja dalam mendulang devisa yang nantinya dari apa yang diperoleh diterapkan kembali di Banjarbaru.

“Jadi ilmu dan teknologi yang diperoleh dari negeri Sakura nantinya, diharapkan bisa diterapkan sekembalihnya dari Jepang di ibukota provinsi Kalsel di Banjarbaru,’’kata Sartono.

Owner World Study Center Banjarbaru yang diwakili David Alang, menjelaskan program ini untuk memberikan kesetaraan antara pekerja Jepang sendiri dengan pekerjaan dari Banjarbaru.

“Mereka ini (peserta magang) memiliki kesempatan yang luas untuk bekerja di Jepang. Karena disana sendiri kebutuhan pekerja cukup tinggi tinggi. Termasuk dengan upah gaji yang tinggi,” katanya.

Baca Juga:  Dilanda Cuaca Buruk hingga 10 Hari Kedepan

Bahkan, menurut David Alang lagi, dalam setahun setidaknya diperlukan 200-300 pekerja yang dibutuhkan. Hal ini lah yang menurutnya, menjadi kesempatan emas bagi tenaga kerja khususnya Kota Banjarbaru untuk berkarir di Jepang.

“Kita tidak hanya bekerja dengan salah satu rumah sakit disana, tapi juga tempat lainnya. Sehingga dengan kemampuan baik dari tenaga kerja memiliki kesempatan besar untuk mereka pergi ke Jepang” lanjutnya.

Usai melewati tahap interview ini, ke lima peserta akan pergi ke Jepang untuk mengikuti tahap magang selama dua tahun juga mendapatkan biasiswa di Kurioka Gakuen, kemudian dilanjutkan dengan bekerja selama masa kerja tiga tahun dengan gaji UMR jepang kurang lebih Rp25 Juta.

Sedangkan 22 peserta lainnya, akan segera mendapatkan pekerjaan di bidang pengolahan makan, enjenering, otomotif toyota/honda, ohara, dan beberapa perusahaan lainnya di negeri sakura Jepang yang sudah MOU dengan World Study Center. (Dev/K-3)

Iklan
Iklan