Iklan
Iklan
Iklan
OPINI PUBLIK

Menjadi Hamba Yang Bersyukur

×

Menjadi Hamba Yang Bersyukur

Sebarkan artikel ini

Oleh : David Rizky Saputra
( Mahasiswa Universitas Islam Madinah )

Syukur merupakan menghubungkan keimanan seorang hamba kepada Allah Ta’ala, dan bersyukur kepada Allah merupakan sebab ridha Allah kepada seorang hamba, dan bersyukur kepada Allah merupakan wasiat Allah kepada hambanya.

Allah Ta’ala telah menyebutkan akan keutamaan syukur, dan syukur merupakan ibadah yang sangat agung di sisi-Nya.

Sungguh sangat banyak sekali yang Allah Ta’ala berikan kepada hamba-Nya nikmat-nikmat, jangan sampai kita lupa akan nikmat tersebut,

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,

وَإِن تَعُدُّواْ نِعۡمَتَ ٱللَّهِ لَا تُحۡصُوهَآۗ إِنَّ ٱلۡإِنسَٰنَ لَظَلُومٞ كَفَّارٞ

Artinya : “Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat menghitungnya. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).” [Qs. Ibrahim : 34]

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,

فَٱذۡكُرُونِيٓ أَذۡكُرۡكُمۡ وَٱشۡكُرُواْ لِي وَلَا تَكۡفُرُونِ

Artinya : “Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.” [Qs. Al Baqarah : 152]

Maka dari itu kita tidak ada bisa menghitung nikmat Allah yang telah Allah berikan kepada kita, sangat banyak sekali. Baik itu makanan, minuman, tempat tinggal, kendaraan, umur, penglihatan, pendengaran, pernafasan, banyak sekali. Jangan sampai kita mengingkari nikmat itu dengan tidak bersyukurnya kita terhadap apa yang telah Allah berikan kepada kita.

Sebagian salaf berkata,

الإيمان نصفان: فنصف صبر، ونصف شكر

Artinya : “Iman terbagi menjadi 2, pertama adalah setengahnya sabar dan kedua adalah setengahnya syukur.” [Madarijus Salikin Ibnu Qoyyim : Hal. 157]

Dan kondisi manusia tidak lepas dari mendapatkan kenikmatan ataukah ujian, makanya ketika seorang bisa menggabungkan keduanya dia adalah orang yang sempurna, tatkala ia di uji dia bersabar, dan tatkala ia diberikan nikmat dia bersyukur.

Baca Juga:  Kontemplasi Ibu Menuju Tahun 2020

Allah Subhanahu Wa Ta’ala befirman,

إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّكُلِّ صَبَّارٖ شَكُورٖ…

Artinya : “…Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi setiap orang penyabar dan banyak bersyukur.” [Qs. Ibrahim : 5]

Seorang yang dikatakan berbahagia jika dia berputar pada 3 poros,

Jika ia diberikan kenikmatan dia bersyukur, jika dia beri ujian dia bersabar, jika dia melakukan kemaksiatan dia beristighfar dan bertaubat, dan inilah 3 tanda seorang yang berbahagia.

Seorang dikatakan bersyukur dengan 3 perkara :

  1. Bersyukur dengan hati

Yaitu seorang mengakui bahwa semua kenikamatan yang ia dapatkan semata-mata hanya dari Allah Ta’ala

Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا بِكُم مِّن نِّعۡمَةٖ فَمِنَ ٱللَّهِۖ ثُمَّ إِذَا مَسَّكُمُ ٱلضُّرُّ فَإِلَيۡهِ تَجۡـَٔرُونَ

Artinya : “Dan segala nikmat yang ada padamu (datangnya) dari Allah, kemudian apabila kamu ditimpa kesengsaraan, maka kepada-Nyalah kamu meminta pertolongan.” [Qs. An Nahl : 53]

Nikmat apapun itu, nikmat kecerdasan, kesehatan, nikmat memiliki rumah, nikmat keamanan, ketentraman, semua datang dari Allah Ta’ala.

Jika seorang meyakini bahwa semua nikmat datang dari Allah Ta’ala semata itu akan menghilangkan seorang dari sikap ujub dan sombong dari dirinya. Sehingga ia tidak merendahkan orang lain dan tidak merasa dirinya tinggi atau lebih utama dari pada orang lain.

  1. Bersyukur dengan lisan

Yaitu dengan mengucapkan dengan lisan dan perbanyak mengucapkan “Alhamdulillah”

Sebagaimana Rasulullah Shallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan kita doa ketika bangun dari tidur

‎اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ عَافَانِيْ فِيْ جَسَدِيْ، وَرَدَّ عَلَيَّ رُوْحِيْ، وَأَذِنَ لِيْ بِذِكْرِهِ

Artinya : “Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kesehatan pada jasadku dan mengembalikan ruhku kepadaku serta mengizinkanku untuk berdzikir kepadaNya.” [HR. At-Tirmidzi 5/473 dan lihat Shahih At-Tirmidzi 3/144.]

Dan Rasulullah Shallahu ‘alaihi wasallam ketika tatkala dipenghujung salat beliau selalu berdoa,

Baca Juga:  Pentingnya Pemahaman Terhadap Penyalahgunaan Teknologi Berbasis Digital

‎اَللَّهُمَّ أَعِنِّيْ عَلَى ذِكْرِكَ، وَشُكْرِكَ، وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

Artinya : “Ya Allah, tolonglah aku untuk berdzikir kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu, serta beribadah dengan baik kepada-Mu.” [HR. Abu Dawud 2/86 dan An-Nasai 3/53.]

  1. Bersyukur dengan anggota badan

Diantara bentuk syukur kepada Allah adalah seorang hamba beribadah kepada-Nya taat dan patuh menjalankan perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya.

Sebagaimana dalam hadis

‎وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا ، قَالَتْ : كَانَ النَّبِيُّ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – يَقُومُ مِنَ اللَّيْلِ حَتَّى تَتَفَطَّرَ قَدَمَاهُ ، فَقُلْتُ لَهُ : لِمَ تَصْنَعُ هَذَا ، يَا رَسُولَ الله ، وَقَدْ غُفِرَ لَكَ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأخَّرَ ؟ قَالَ : (( أفَلاَ أكُونُ عَبْداً شَكُوراً! )) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.
Artinya : Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Nabi Shallahu ‘alaihi wasallam biasa melakukan shalat malam sampai kedua kakinya pecah-pecah, maka aku berkata kepadanya, ‘Kenapa engkau melakukan seperti ini, wahai Rasulullah? Padahal dosa-dosamu yang telah lalu dan akan datang telah diampuni.’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Tidak bolehkah aku menjadi hamba yang bersyukur.” (Muttafaqun ‘alaih). [HR. Bukhari, no. 4837 dan Muslim, no. 2820]

Ini menujukkan bahwa bentuk kita bersyukur adalah kita beribadah kepada Allah ta’ala. Lihat bagaimana Rasulullah Shallahu ‘alaihi wasallam gambarkan kepada kita, agar kita selalu bersyukur dan beribadah kepada Allah Ta’ala.

Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّ إِبۡرَٰهِيمَ كَانَ أُمَّةٗ قَانِتٗا لِّلَّهِ حَنِيفٗا وَلَمۡ يَكُ مِنَ ٱلۡمُشۡرِكِينَ, شَاكِرٗا لِّأَنۡعُمِهِۚ ٱجۡتَبَىٰهُ وَهَدَىٰهُ إِلَىٰ صِرَٰطٖ مُّسۡتَقِيمٖ

Artinya : Sungguh, Ibrahim adalah seorang imam (yang dapat dijadikan teladan), patuh kepada Allah dan ḥanīf. Dan dia bukanlah termasuk orang musyrik (yang mempersekutukan Allah), dia mensyukuri nikmat-nikmat-Nya. Allah telah memilihnya dan menunjukinya ke jalan yang lurus.” [Qs. An Nahl : 120-121]

Baca Juga:  Bau Amis Money Politic

Maka jika seorang ketika diberi kenikmatan dia tidak beribadah kepada Allah Ta’ala maka omong kosong jika ia bersyukur kepada Allah. Mana bukti kalau bersyukur? Mana kalau ia sujud kepada Allah Rabb semesta alam?

Diantara buah dari seorang yang bersyukur kepada Allah adalah jika ia bersyukur kepada Allah pasti akan Allah tambah nikmatnya

Allah Ta’ala berfirman,

وَإِذۡ تَأَذَّنَ رَبُّكُمۡ لَئِن شَكَرۡتُمۡ لَأَزِيدَنَّكُمۡۖ وَلَئِن كَفَرۡتُمۡ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٞ

Artinya : “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.” [Qs. Ibrahim : 7]

Janji Allah kepada hamba-Nya bagi siapa yang bersyukur pasti akan ditambah.

Semoga kita bisa mensyukuri nikmat Allah Ta’ala ini dengan beribadah kepada-Nya, dan itu adalah tanda bukti bersyukurnya kita kepada Allah Ta’ala.

Madinah Al Munawwarah, 17 Syawwal 1445 H / 26 April 2024

Iklan
Iklan