BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Di hadapan seluruh pengunjuk rasa, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Selatan (Kalsel) berkomitmen akan membawa seluruh aspirasi rakyat ke DPR RI Dapil Kalsel pada pekan depan (22/6/2026).
Komitmen itu ditunjukkan melalui penandatangan surat berisikan empat poin tuntutan yang telah disampaikan massa aksi dari gabungan mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalsel, Jumat (19/6/2026).
“Semua tuntunan hari ini akan kami antar dan sampaikan pada Senin mendatang sesuai dengan komisinya. Sekaligus tuntutan dari HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) kemarin,” kata Ketua DPRD Kalsel, Supian HK.
Saat menyampaikan aspirasi nanti, lanjut Supian HK, pihaknya siap mendokumentasikan selama proses pengawalan aspirasi sebagai bentuk transparasi.
Supian juga memastikan surat yang berisikan aspirasi itu nantinya diantar langsung dan sampai ke tangan DPR RI Dapil Kalsel.
“Komisi 4 nanti mengantar langsung ke dinding sektornya. Bukan lewat satpam atau administrasi tapi langsung dan harus diadakan rapat seperti yang pernah kami antar. Jadi langsung ke anggota dewannya. Kalau bisa diadakan penerimaan dan jawaban secara tersirat tersurat dan tentunya ada dokumentasinya,” ujarnya.
Supian menegaskan bahwa pihaknya sepakat terhadap poin-poin aspirasi yang disampaikan mahasiswa dalam unjuk rasa.
Sebab aspirasi yang disampaikan menyinggung kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax, program Makanan Bergizi Gratis (MBG), Revisi Undang-Undang (UU) Polri serta kesejahteraan pendidikan khususnya wilayah 3T.
Dimana poin-poin aspirasi tersebut dirasa sangat berdampak langsung kepada masyarakat hingga harus segera disikapi secara serius.
“Kami sebagai wakil rakyat sepakat dan memang beberapa poin yang disampaikan itu harus dievaluasi. Namun berhubung itu kebijakan pusat, maka ranah kami hanya bisa menyampaikan,” tutur Supian HK.
Sebelumnya, ia mengungkapkan bahwa pihaknya sudah mencoba mengundang 11 anggota DPR RI Dapil Kalsel untuk bisa berhadir dan melakukan dialog bersama dengan pengunjuk rasa.
“Sudah kita undang dua kali sejak Kamis dan Jumat kemarin. Ternyata jawabannya soal lain dan kami tidak bisa memaksakan mereka datang karena ranah kita hanya menyampaikan surat aspirasi saja,” akhirnya.
Sementara itu, Ketua Koordinator Aksi BEM se-Kalsel, Ahmad Munawir Sazali ingin dengan tersampaikan aspirasi mereka tadi, 11 anggota DPR RI Dapil Kalsel nanti bisa berkenan hadir di tengah-tengah mereka.
“Kami ingin mereka berhadir di sini untuk mendengar dialog dan keresahan-keresahan dari mahasiswa dan juga masyarakat Kalsel,” harap Ahmad Munawir Sazali.
Namun apabila tidak ada respon positif dan kejelasan dari DPR RI Kalsel setelah ini, tak menutup kemungkinan aksi lanjutkan akan ada kembali menuntut kehadiran perwakilan rakyat di Senayan tersebut.
“Kita lihat, apa yang sudah disampaikan namun kiranya tidak ada kejelasan. Maka kami akan datang lagi terkait hasil dari pada reformati Indonesia hari ini,” pungkasnya. (ham/KPO-3).















