Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Opini

Listrik Tak Boleh Mati Lagi

×

Listrik Tak Boleh Mati Lagi

Sebarkan artikel ini

Editorial Kalimantan Post, 16 Juni 2026

PEMADAMAN listrik bergilir yang beberapa waktu terakhir terjadi di Kalimantan Selatan telah menjadi pelajaran penting bagi semua pihak.

Gangguan yang berlangsung berjam-jam bukan hanya membuat masyarakat kehilangan kenyamanan, tetapi juga menghambat pelayanan publik, melumpuhkan aktivitas usaha, mengganggu proses belajar, hingga menimbulkan kerugian ekonomi yang tidak sedikit.

Kalimantan Post

Karena itu, lahirnya sepuluh komitmen bersama dalam Dialog Interaktif bertajuk “Listrik Tak Boleh Mati Lagi!” patut diapresiasi sebagai langkah awal membangun solusi yang lebih nyata.

Kesepakatan yang melibatkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, DPRD, PLN, pelaku usaha, akademisi, media, dan masyarakat menunjukkan bahwa persoalan listrik bukan semata urusan PLN. Keandalan pasokan energi merupakan tanggung jawab bersama.

Daerah yang dikenal sebagai salah satu penghasil batu bara terbesar di Indonesia tentu memiliki harapan besar agar kebutuhan listrik masyarakat dapat terpenuhi secara andal dan berkelanjutan.

Namun demikian, komitmen tidak boleh berhenti sebagai dokumen yang ditandatangani bersama. Masyarakat menunggu implementasi nyata. Peningkatan pemeliharaan jaringan, penguatan sistem cadangan, percepatan pembangunan infrastruktur kelistrikan, hingga jaminan pasokan energi primer harus segera diwujudkan dalam langkah konkret.

Transparansi informasi saat terjadi gangguan juga menjadi kewajiban yang tidak bisa lagi diabaikan. Publik berhak mengetahui penyebab pemadaman, wilayah terdampak, dan estimasi waktu pemulihan secara cepat dan akurat.

Dampak ekonomi akibat pemadaman juga tidak boleh dipandang sebelah mata. Pelaku UMKM menjadi kelompok yang paling rentan. Usaha makanan, penyimpanan hasil perikanan, hingga toko-toko kecil mengalami kerugian karena bahan baku rusak dan aktivitas produksi terhenti.

Di sektor industri, kerugian bahkan dapat mencapai ratusan juta rupiah ketika proses produksi harus dihentikan secara mendadak. Kondisi ini menunjukkan bahwa listrik bukan lagi sekadar kebutuhan rumah tangga, melainkan fondasi utama pertumbuhan ekonomi daerah.

Baca Juga :  Mengapa Pemadaman Listrik Terus Berulang?

Usulan pembentukan Forum Komunikasi Ketahanan Energi Kalimantan Selatan menjadi gagasan yang layak didukung. Forum tersebut dapat menjadi ruang evaluasi berkala, memperkuat koordinasi lintas sektor, sekaligus memastikan setiap komitmen benar-benar dijalankan. Kehadiran media juga penting untuk mengawal transparansi serta menyampaikan perkembangan kepada masyarakat.

Harapan terbesar masyarakat sesungguhnya sederhana, yakni listrik yang stabil dan dapat diandalkan. Apabila terjadi gangguan, penanganannya harus cepat, komunikatif, dan tidak berulang. Dialog telah menghasilkan kesepahaman.

Kini saatnya seluruh pemangku kepentingan membuktikan bahwa komitmen tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan awal perubahan menuju sistem kelistrikan Kalimantan Selatan yang lebih tangguh, modern, dan mampu mendukung kesejahteraan masyarakat serta daya saing ekonomi daerah.

Iklan
Iklan