Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Opini

MUNAFIK

×

MUNAFIK

Sebarkan artikel ini

Oleh : H AHDIAT GAZALI RAHMAN

Munafik, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah sifat seseorang yang berpura-pura percaya atau setia (khususnya kepada agama dan sejenisnya), tetapi sebenarnya di dalam hatinya tidak. Selain itu, KBBI juga mengartikan munafik sebagai orang yang selalu mengatakan sesuatu yang tidak sesuai dengan perbuatannya atau bermuka dua. Dalam konteks sosial maupun keagamaan, sifat ini sering kali disamakan dengan sikap “lain di bibir lain di hati”. Sedangkan menurut Islam, munafik adalah sifat seseorang yang berpura-pura percaya atau setia (khususnya kepada agama dan sejenisnya), tetapi sebenarnya di dalam hatinya tidak.

Kalimantan Post

Para ulama membagi kemunafikan (nifak) menjadi dua jenis utama, yakni:

Nifak I’tiqadi (Kemunafikan Keyakinan): Ini adalah kemunafikan besar di mana seseorang menampakkan keislaman di luar, tetapi sejatinya kafir atau menolak ajaran Islam di dalam hati. Pelakunya diancam dengan siksa neraka yang paling bawah.

Nifak Amali (kemunafikan Perbuatan): Seseorang yang mengaku beriman, tetapi masih memiliki sifat dan perilaku yang mencerminkan ciri-ciri orang munafik

Berdasarkan sabda Rasulullah SAW, ciri-ciri utama kemunafikan amaliyah yang harus diwaspadai adalah : (1) Bila berbicara ia berdusta; (2) Bila berjanji ia mengingkari; (3) Bila diberi amanat ia berkhinat.

Munafik digambarkan sebagai seseorang yang memiliki perbedaan apa yang dikatakan dengan apa yang ada di hati. Bahkan Allah SWT menyatakan bahwa orang munafik adalah musuh yang sesungguhnya umat Islam. “Apabila engkau melihat mereka, tubuhnya mengagumkanmu. Jika mereka bertutur kata, engkau mendengarkan tutur katanya (dengan saksama karena kefasihannya). Mereka bagaikan (seonggok) kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa setiap teriakan (kutukan) ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya). Maka, waspadalah terhadap mereka. Semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari kebenaran)?”. (QS. Al Munafiqun : 4).

Baca Juga :  Blackout Listrik PLN, Bagaimana Islam Mengatasi?

Munafik juga sering diartikan dengan bermuka dua dan setiap umat Islam harus mewaspadai penyakit hati ini. Sifat Munafik dapat dimuliki oleh siapapun dan menghendarinya kita wajib memahami pengertian dan ciri-ciri munafik. Dan sifat munafik ini dapat bisa dimiliki oleh siapa saja, jika yang memeliki hanya Rakyat biasa dia akan mempertanggungjawabkan kepada Ilahi Rabby aja, namun jika sifat munafik dimiliki oleh pejabat, maka yang dirugikan bukan hanya dirinya sendiri tapi berakibat pada tindakannya yang menyebabkan ke rugian, kelompoknya, golongannya, daerahnya hingga negaranya.

Dalam Al-Qur’an kata munafik disebutkan lebih dari 200 kali. Bahkan, di dalam Al-Qur’an dan hadits dijelaskan juga mengenai ciri-ciri dari orang yang munafik sebagaimana di bawah ini, yakni : 1. Bersikap ragu terhadap Islam; 2. Memiliki sifat iri dengki; 3. Mengajak pada kemungkaran; 4. Pendusta; 5. Khianat dan ingkar janji.

Dalam Islam, Allah sangat benci kepada orang yang munafik atau manusia yang mempunyai sifat munafik, bukan dalam kehidupan dunia, namun kita membenci mereka , saat mereka meninggal dunia (mati , maka ummat Islam dilarang untuk mensholatka kifayah seperti yang dijelaskan firman Allah SWT, “Dan janganlah engkau (Muhammad) melaksanakan salat untuk seseorang yang mati di antara mereka (orang-orang munafik), dan janganlah engkau berdiri (mendoakan) di kuburannya. Sesungguhnya mereka ingkar kepada Allah dan Rasul-Nya, dan mereka mati dalam keadaan fasik”. (QS. At Taubah : 84).

Semoga kita dan seluruh pemimpin daerah, bangsa Negara ini dapat menghindari sifat munafik ini, sehingga perbuatan mereka tak ada yang merugikan bangsa daerah dan Negara,

Iklan
Iklan