Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Opini

Kalsel Expo, Jangan Abaikan Akses

×

Kalsel Expo, Jangan Abaikan Akses

Sebarkan artikel ini

Editorial Kalimantan Post, 14 Agustus 2026

KALSEL EXPO 2026 kembali hadir sebagai bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan. Digelar di Kompleks Perkantoran Pemerintah Provinsi Kalsel, kegiatan ini membawa optimisme dengan target transaksi Rp15 miliar, meningkat dari capaian Rp14 miliar pada tahun sebelumnya.

Dengan 325 stan, termasuk 100 stan khusus UMKM, Kalsel Expo seharusnya tidak berhenti sebagai ajang pameran. Lebih dari itu, expo harus menjadi etalase pembangunan daerah, ruang promosi produk Banua, sekaligus tempat bertemunya pelaku usaha, konsumen, investor, dan calon mitra bisnis.

Kalimantan Post

Kehadiran perwakilan Kedutaan Besar Republik Islam Iran juga menunjukkan bahwa Kalsel Expo memiliki peluang untuk berkembang menjadi pintu masuk kerja sama perdagangan yang lebih luas. Produk lokal harus didorong agar mampu bersaing melalui peningkatan kualitas, kemasan, sertifikasi, dan standardisasi.

Namun, ada satu catatan penting yang perlu menjadi perhatian, yakni lokasi dan aksesibilitas.

Kompleks Perkantoran Pemprov Kalsel memang luas dan representatif. Tetapi, memasuki malam hari, kawasan expo terlihat relatif sepi. Karakter kawasan perkantoran yang ramai pada siang hari menjadi salah satu faktor. Setelah jam kerja berakhir, aktivitas masyarakat di sekitar kawasan ikut menurun.

Jarak menuju lokasi juga menjadi pertimbangan bagi masyarakat. Ditambah penerangan di sejumlah akses menuju kawasan yang dinilai masih kurang terang, kondisi tersebut berpotensi mengurangi minat masyarakat untuk datang pada malam hari.

Padahal, malam hari semestinya menjadi waktu emas bagi expo. Masyarakat telah menyelesaikan aktivitas pekerjaan dan memiliki waktu bersama keluarga. Stan yang buka hingga pukul 22.00 WITA seharusnya menjadi magnet aktivitas ekonomi.

Karena itu, kondisi sepi pengunjung jangan hanya dianggap sebagai persoalan teknis. Ini harus menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan mendatang.

Baca Juga :  Perpustakaan sebagai Kompas di Era AI

Jika lokasi tetap berada di kawasan perkantoran, pemerintah perlu memikirkan rekayasa akses, penerangan, petunjuk arah, kantong parkir, hingga transportasi pendukung seperti shuttle pada jam-jam ramai. Promosi juga perlu menyasar masyarakat umum dan keluarga, bukan hanya kalangan pemerintahan maupun pelaku usaha.

Sebab, keberhasilan expo tidak semata-mata diukur dari jumlah stan. Ukuran yang lebih penting adalah berapa banyak masyarakat yang datang, produk yang terjual, UMKM yang mendapatkan pasar baru, serta kerja sama bisnis yang benar-benar berlanjut setelah expo berakhir.

Target transaksi Rp15 miliar harus menjadi pemacu untuk menghadirkan kegiatan yang hidup dan produktif. Jangan sampai besarnya target tidak sebanding dengan tingkat kunjungan, terutama pada malam hari.

Kalsel Expo harus benar-benar menjadi pesta ekonomi rakyat. Produk Banua bertemu konsumen, UMKM memperoleh pasar, investor menemukan peluang, dan masyarakat mendapatkan ruang rekreasi sekaligus berbelanja.

Pada akhirnya, akses, penerangan, kenyamanan, dan keramaian harus menjadi catatan berharga. Expo yang sukses bukan hanya besar secara angka, tetapi juga ramai, mudah dijangkau, nyaman, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dengan pembenahan tersebut, target Rp15 miliar tidak sekadar menjadi angka di atas kertas, melainkan dapat menjadi indikator bahwa Kalsel Expo benar-benar mampu menggerakkan roda ekonomi dan memperkuat daya saing Banua.

Iklan
Iklan