JAKARTA, Kalimantanpost.com – Konsep pendidikan Islam yang berawal dari serambi atau “Beranda” Masjid Nabawi pada masa Rasulullah SAW kini dihidupkan kembali melalui sebuah program perjalanan spiritual dan edukasi.
Platform perjalanan Mudah Ke Baitullah bersama operator umrah PT Grand Hassania Indonesia atau Hassania Tour meluncurkan program Asshufah Umrah bertema “Napak Tilas Perjalanan Imam Bukhari dari Samarkand ke Haramain”.
Program selama 13 hari tersebut dijadwalkan berlangsung pada 26 Oktober hingga 8 November 2026, dengan perjalanan melintasi Uzbekistan dan Arab Saudi.
Asshufah Umrah merupakan hasil kemitraan strategis Mudah Ke Baitullah Tour dari Indonesia dengan UZTourist, Diplomatic Service (DIPSERVICE) di bawah Kementerian Luar Negeri Uzbekistan, serta Imam Bukhari International Scientific Research Center.
Kemitraan ini menghadirkan konsep perjalanan umrah yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan ibadah, tetapi juga pembelajaran sejarah, hadis, dan peradaban Islam dengan akses ke sejumlah pusat studi Islam bersejarah di Uzbekistan dan Haramain.
Nama Asshufah sendiri terinspirasi dari Ahlu Shuffah, yakni para sahabat yang tinggal di serambi Masjid Nabawi dan secara langsung belajar di bawah bimbingan Rasulullah SAW.
Mereka dikenal sebagai generasi awal yang tekun mempelajari dan melestarikan ajaran Nabi untuk diwariskan kepada generasi berikutnya.
Semangat itulah yang ingin dihidupkan kembali melalui Asshufah Umrah, dengan memberikan pengalaman belajar hadis secara langsung dari pemegang sanad.
CEO mudahkebaitullah.id, Sujianto, mengatakan program tersebut menawarkan nuansa berbeda dalam pelaksanaan ibadah umrah.
Menurutnya, jamaah tidak hanya datang untuk beribadah, tetapi juga diajak merasakan pengalaman seolah menjadi santri Imam Bukhari dan belajar sebagaimana tradisi Ahlu Shuffah.
“Jamaah akan mendapatkan pengalaman pembelajaran ala Ahlu Shuffah melalui sesi One Day with Imam Bukhari bersama pemegang sanad resmi,” ujarnya.
Dalam program tersebut, peserta juga berkesempatan memperoleh Sertifikasi Studi Hadis dari Imam Bukhari International Scientific Research Center, pusat riset yang berada di bawah naungan pemerintah Uzbekistan.
Selama 13 hari perjalanan, jamaah akan mengunjungi tiga destinasi utama di Uzbekistan dan Arab Saudi.
Di Uzbekistan, peserta dijadwalkan mengunjungi Islamic Civilization Center di Tashkent, kompleks bersejarah Shahi Zinda, makam Imam Maturidi, serta sejumlah situs tokoh penting dalam sejarah perkembangan Islam.
Perjalanan juga mencakup kunjungan ke makam Syekh Burhaneddin Sagaradzhi yang disebut memiliki keterkaitan sejarah dengan Syekh Maulana Malik Ibrahim atau Sunan Gresik.
Salah satu agenda utama adalah berkunjung ke Kompleks Imam Bukhari di Samarkand untuk berziarah dan melakukan renungan di makam ulama besar penghimpun kitab hadis Shahih Bukhari tersebut.
Jamaah juga akan menikmati kawasan bersejarah Registan Square yang menjadi salah satu ikon peradaban Islam di Samarkand.
Selanjutnya, perjalanan dilanjutkan ke Madinah selama empat hari tiga malam.
Agenda di Kota Nabi difokuskan pada pembelajaran dan setoran hadis, ziarah ke Masjid Nabawi, serta kesempatan untuk beribadah dan melakukan tafakur di Raudah.
Jamaah juga dijadwalkan mengikuti pembelajaran sejarah penulisan hadis dan mendalami perjalanan keilmuan Imam Bukhari.
Sementara selama lima hari empat malam di Makkah, jamaah berkesempatan melaksanakan tiga kali ibadah umrah.
Program juga diisi dengan Daurah Tahsin Al-Fatihah dan bacaan salat, iktikaf malam di Masjidil Haram, serta ziarah ke sejumlah situs sejarah Islam, termasuk Jannatul Ma’la.
Selain itu, tersedia bonus city tour ke Makkah, Madinah, dan Taif.
Dari sisi fasilitas, program perjalanan 13 hari ini ditawarkan dengan harga spesial Rp55 juta per jamaah.
Paket mencakup akomodasi premium di tiga negara, antara lain Makkah Tower Hotel di Makkah, Golden Tulip di Madinah, Suvon Hotel di Tashkent, serta Hadith Hotel di Kompleks Imam Bukhari, Samarkand.
Fasilitas perjalanan juga mencakup tiket pesawat pulang-pergi dari Jakarta, Medan, dan Surabaya melalui Batik Air dan Turkish Airlines, perjalanan kereta cepat Afrosiyob rute Tashkent-Samarkand, konsumsi tiga kali sehari selama program, air Zam-Zam lima liter, visa umrah, tasreh, serta bimbingan miqat sebanyak tiga kali.
Jamaah juga mendapatkan perlengkapan eksklusif berupa koper 24 inci, koper kabin 18 inci, seragam, kain ihram, tumbler air panas, serta goody bag resmi dari Imam Bukhari International Scientific Research Center.
Melalui konsep tersebut, Asshufah Umrah menyasar masyarakat yang ingin memadukan perjalanan spiritual dengan penguatan pengetahuan dan refleksi kehidupan.
Bukan sekadar perjalanan ibadah, program ini menawarkan pengalaman berziarah, belajar, dan menelusuri jejak para ulama serta pusat peradaban Islam dari Samarkand hingga Haramain.
Bagi masyarakat yang ingin menemukan keseimbangan antara kesibukan kehidupan, karier, dan spiritualitas, Asshufah Umrah menawarkan alternatif perjalanan religi yang memadukan ibadah, pendidikan, sejarah, dan perenungan dalam satu perjalanan.(Rzf/KPO-1)















