Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarbaru

Tunggu IPA 500 Liter Perdetik
Kebutuhan Air Banjarbaru – Banjar Bakal Terpenuhi

×

Tunggu IPA 500 Liter Perdetik<br>Kebutuhan Air Banjarbaru – Banjar Bakal Terpenuhi

Sebarkan artikel ini
Hal 10 2 KLm Banjar Bakula

Jika sudah mendapat suplai dari IPA 500 liter perdetik maka PDAM Intan Banjar optimis mampu menyediakan air selama 24 jam

BANJARMASIN, KP – Kebutuhan air bersih di Kabupaten Banjar dan Banjarbaru diyakini akan terpenuhi. Dengan catatan, instalasi pengolahan air (IPA) Pinus 2 berkapasitas 500 liter per detik selesai dibangun.

Kalimantan Post

Saat ini pihak Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Permukiman Wilayah (PPPW) Kalimantan Selatan, sedang menyelesaikan pembangunan IPA tersebut. Air curah hasil pengolahan IPA tersebut hampir sepenuhnya diperuntukkan bagi PDAM Intan Banjar. Hanya sebagian kecil yang akan disuplai ke PDAM Pelaihari.

“Kebutuhan air curah saat ini belum mencukupi. Produksi kita per detik baru 350 liter, itu terdiri dari 150 liter dari IPA Pinus dan 200 liter pedetik dari intake kami sendiri,” jelas Direktur Utama PDAM Intan Banjar, Syaiful Anwar, Selasa (30/11).

Ia menyebut produksi tersebut belum mencukupi kebutuhan pelanggan. Ia merinci jumlah pelanggan di kawasan landasan Ulin saja mencapai 26 ribu pelanggan. Belum lagi di Banjarbajaru pelanggan mencapai 52 ribu.

Banyaknya pelanggan tersebut menurutnya menyebabkan suplai air ke rumah pelanggan tidak terlalu deras. Ia mencontohkan suplai di Perumahan Seribu dan Lianganggang arah Batibati tidak terlalu deras.

“Jika IPA 500 liter perdetik beroperasi kita harus bisa menyerap. Bisa kita manfaatkan untuk suplai arah bandara, Peramuan, hingga Gambut. Jika hanya mengandalkan yang 350 liter per detik tidak mencukupi lagi, apalagi semakin banyak perumahan,” ujarnya.

Ditambahkannya, jika sudah mendapat suplai dari IPA 500 liter perdetik maka PDAM Intan Banjar optimis mampu menyediakan air selama 24 jam. Selama ini tetap 24 jam, namun kadang tidak deras.

Syaiful juga mengaku sedang menghitung apakah masih menggunakan 4 intake milik PDAM Intan Banjar. Jika pasokan dari IPA Banjabakula lancar maka kemungkinan tidak lagi menggunakan intake milik sendiri.

Baca Juga :  Dorong Inovasi IKM, Banjarbaru Gelar Lomba Desain Sasirangan Pewarna Alam

Disebut Syaiful, jika tak menggunakan intake sendiri maka pihaknya bisa mengefisiensi anggaran, terutama untuk pembayaran listrik yang mencapai ratusan juta perbulan. “Penggunaan air curah dari IPA 500 liter perdetik kami analisa dulu bagaimana kemampuan SPAM Banjarbakula. Apabila lancar dan cepat dalam penanganan kemungkinan intake sendiri kami stop,” tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPERA) M. Basoeki Hadimoeljono, Kamis (21/10), berkunjung ke proyek SPAM regional Banjarbakula.

“IPA Tahap 2 ini akan selesai Desember. Jika semua sudah operasional maka semua total kapasitas 750 perdetik,” ujar Direktur air minum, Ir Anang Muchlis Sp.SPDA, melaporkan kepada Menteri PUPERA.

Menteri Basoeki menaruh perhatian besar terhadap pembangunan IPA 500 liter perdetik yang ditarget rampung Desember 2021 mendatang. Ia secara khusus meminta pihak kontraktor untuk segera menyelesaikan pembangunan dengan tetap memperhatikan kualitas.

“Tolong perhatikan betul-betul ya kualitas pembangunannya,” pesan Basoeki saat berbincang dengan kontraktor pembangunan IPA 500 liter perdetik. (mns/K-3)

Iklan
Iklan