Banjarmasin , KP – Banjir rob yang tinggi, dan gelombang laut yang mengakibatkan naiknya air sungai pasang serta tingginya intensitas hujan tak pelak merendam pemukiman di sejumlah wilayah Kota Banjarmasin.
Dari pantauan {KP}, umumnya pemukiman warga yang terendam berada di tepian atau tidak jauh dari sungai. Seperti di kawasan Jalan Sungai Jingah, Jalan Panglima Batur, kawasan Jalan Kelayan. Pekapuran Laut dan Teluk Tiram. mm MB
Air pasang juga merendam rumah dan pemukiman warga di Jalan Seberang Masjid, Jalan Kampung Melayu Laut, sebagian wilayah Jalan Soetoyo S, Jalan Rawasari, Jalan Jafri Zamzam, sebagian Jalan HKSN.
Tingginya air pasang sungai juga merendam Jalan Brigjen H Hasan Basri (Kayu Tangi),sebagian Jalan Sultan Adam dan Jalan Belitung serta sepanjang Jalan Kuin Utara dan Kuin Selatan.
Naiknya air pasang dimulai sejak sore hari hingga tengah malam. Setelah itu, air berangsur surut.
Dalam dua hari terakhir sejak Minggu malam (5/12/2921) hingga Senin malam (6/12/2021), naiknya air pasang, ketinggian air rata-rata merendam ruas jalan rumah warga mencapai 30 centimeter hingga selutut orang dewasa.
Sementara itu khawatir air pasang terus naik, banyak warga khususnya yang tinggal di tepian sungai kini terpaksa harus mengungsi sementara ke rumah keluarga yang lebih aman.
Warga juga mengamankan barang- barang berharga milik mereka. Antisipasi ini karena warga khawatir ketika sungai meluap dan air pasang, air akan semakin tinggi merendam rumah mereka.
” Untuk sementara kami harus mengungsi dulu ke rumah keluarga sebab kami khawatir air sungai pasang dengan deras terus naik,” kata Norsehan (65) warga yang rumahnya berada di tepian Sungai Martapura tepatnya Jalan Panglima Batur.
Khawatiran sama juga dikemukakan sejumlah warga lainnya. Seperti disampaikan Ahmad Syauki warga Jalan Sungai Jingah kepada {KP} Senin (6/12/2021) kemarin yang mengaku pada malam hari saat air pasang ia bersama istri dan kedua anaknya harus mengungsi numpang tidur ke tempat keluarga yang lebih aman.
” Namun pada siang hari saya kembali ke rumah karena air pasang sungai berangsur surut,” ujar Ahmad Syauki yang rumahnya juga berada di tepian Sungai Martapura.
Naiknya air pasang dan merendam sejumlah jalan dan rumah warga aplikasi pasang surut air bisa diakses melalui internet. Seperti Tides memprediksi, puncak pasang air sungai terjadi pada Kamis malam (9/12/2021) dengan estimasi peningkatan pasang setinggi sekitar 2,6 meter pada pukul 22.00 hingga 01.30 Wita.
Sementara data dari BMKG memprediksi , banjir rob yang melanda Kota Banjarmasin Senin tanggal 6 Desember 2021 dengan ketinggian air sungai 2,11 meter
BMKG memprediksi puncaknya pada Rabu, 8 Desember 2021, ketinggian air 2,40 meter. BMKG juga mengimbau bagi masyarakat yg tinggal di bantaran sungai martapura atau sungai barito waspada.
Saat naiknya air sungai pasang masyarakat juga diingatkan memperhatikan jaringan aliran listriknya dan alat elektronik lainnya. Jika perlu matikan agar tidak membahayakan. (nid/K-3)















