Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
HEADLINE

Warga Keluhkan Cara Razia Vaksin

×

Warga Keluhkan Cara Razia Vaksin

Sebarkan artikel ini
IMG 20220323 WA0052 scaled
Mengantre - Pengguna jalan terlihat mengantre saat memasuki area razia vaksin di halaman HBI Banjarmasin (KP/Zakiri)

Banjarmasin, KP – Razia vaksin yang gencar digelar Kepolisian di Kota Banjarmasin, menjadi sorotan publik dalam beberapa hari terakhir ini. Pasalnya, tak sedikit warga yang merasa terjebak dan terpaksa menjalani vaksinasi di lokasi razia.

Seperti yang terpantau Kalimantan Post pada Rabu (23/03) siang, razia vaksin yang digelar di halaman Hotel Banjarmasin Internasional (HBI) tersebut banyak warga yang terjaring akibat belum bervaksin.

Kalimantan Post

Banyak pengendara motor yang memilih putar balik untuk menghindari razia vaksin. Entah apa alasan mereka sampai memilih melawan arus ketimbang memasuki area razia vaksin.

Gencarnya razia vaksin ini memang menandakan bahwa upaya percepatan vaksinasi memang sungguh-sungguh dilakukan.

Namun belakangan, razia vaksin ini sempat menuai kekesalan bagi sejumlah pengendara. Hal itu diungkapkan salah seorang warga asal Kelurahan Pekauman, Banjarmasin Selatan, berinisial JN.

Ia menceritakan, pada Selasa (15/3) lalu, ia terjaring razia vaksin di kawasan Gedung Sultan Suriansyah.

JN sendiri sebenarnya sudah divaksin dosis lengkap kecuali booster, alias sampai dosis kedua.

Saat diminta petugas menampilkan bukti dengan membuka aplikasi Peduli Lindungi. Sayangnya, ia tidak bisa masuk ke aplikasi tersebut

“Saat itu, saya benar-benar tidak bisa log-in (masuk untuk mengakses aplikasi), karena berbarengan dengan jaringan yang sedang lemot. Berkali-kali saya coba, saya tidak bisa masuk,” ungkapnya saat dibincangi KP, Rabu (23/3) siang.

Kondisi tersebut sudah disampaikan kepada petugas kepolisian yang menghadapi JN saat razia.

Namun, alih-alih percaya dengan alasan JN, petugas kepolisian yang justru membandingkan kondisi yang dialami JN ke pengendara lain yang saat itu bisa mengakses aplikasi tersebut.

“Saya sudah bilang ke petugas, kalau jaringan handphone saya sedang lemot. Si petugas masih tidak percaya. Bahkan, terkesan tidak memberikan waktu agar saya bisa lebih leluasa mengakses aplikasi itu,” tambahnya.

Baca Juga :  Gubernur H. Muhidin Optimis Kalsel Menarik Banyak Investor di Tahun 2026

Beruntung, hal itu tidak berlangsung lama. Si petugas pun akhirnya bisa memaklumi dan mempersilahkan JN kembali meneruskan perjalanannya.

“Mestinya, ya diberi waktu dahulu lah agar saya bisa mengakses aplikasi itu. Jangan langsung menuding atau tidak percaya kalau saya sudah bervaksin,” tukas ayah satu anak ini.

Hal senada juga dialami NH, warga Jalan Kuin Selatan, Kecamatan Banjarmasin Barat. Ia mengaku dua kali terjaring razia vaksin yang digelar aparat kepolisian. Itu terjadi pada Sabtu (19/3) pagi.

Pertama, di kawasan Gedung Sultan Suriansyah, dan kawasan Gedung Hotel A di Jalan Lambung Mangkurat.

Berbeda dengan JN, NH menceritakan, ia sebenarnya pun sebenarnya sudah bervaksin dosis lengkap sama sepwrti JN, dan kebetulan ia bisa menunjukan bukti lantaran bisa mengakses aplikasi Peduli Lindungi.

Namun, yang membuatnya tidak enak, lantaran petugas razia dianggapnya terkesan memaksa dirinya untuk menjalani vaksin booster.

“Padahal, saya sudah bilang bahwa kondisi badan saya sedang tidak fit. Dua kali saya beralasan seperti itu,” ucapnya.

“Saya memang disuruh untuk ke tenda untuk di-screening, tapi entah kenapa saya jadi malas. Saya tidak suka karena kesannya seperti memaksa saja,” lanjutnya.

“Kan yang wajib itu bervaksin hingga dua dosis. Ini kok yang booster seakan-akan diwajibkan juga,” tekannya.

Kemudian, setelah sedikit berdebat dengan petugas, NH pun akhirnya diizinkan melanjutkan perjalanan menuju tempat kerjanya. (Kin/KPO-1)

Iklan
Iklan