WISATA olah raga atau sport tourism bisa menyelamatkan perekonomian suatu daerah bukan hal yang baru. Seperti halnya masa pendemi dari semua sektor perekonomian mati suri, justru adanya sirkuit Mandalika di Nusa Tenggara Barat (NTB)perekonomian yang mengandalkan destinasi wisata dapat diselamatkan. Jadi jangan dianggap enteng kegiatan olahraga.
Menurut cerita Kepala Dinas Pariwisata NTB Yusran Hadi dalam sarasehan dengan awak media Banua di acara Media Gathering Bank Kalsel di Mataram, memang adanya sirkuit Mandalika ini kehidupan perekonomian ditengah pandemi mulai bangkit. Hal ini karena ribuan turis baik mancanegara maupun nusantara serta wisatawan local tumpah ruah di Mandalika.
Usai gelaran event olah raga yang bertahap internasional tersebut ternyata Mandalika tidak sepi dari kunjungan wisatawan nusantara dan manca negara.
Hal ini punya alasan sendiri, karena magnet Mandalika yang kuat bisa menarik wisatawan, bukan saja sirkuit terindah di dunia, tetapi disekitaran sirkuit dengan bukit dan pantai yang indah wajib dikunjungi.
“Memang kegiatan wisata olahraga ini tidak hanya sekali dalam setahun, tetapi beberapa event lainnya yang bertahap internasional sudah dijadwalkan selain MotoGP,’’ujar Yusran.
Tentunya kegiatan tersebut akan mendatangkan ribuan wisatawan dari penjuru dunia dan nusantara.
Menurut legenda nama Mandalika diambil nama seorang putri dari kerajaan yang pernah ada di pulau Lombok, yang karena kecantikannya menjadi rebutan para pangeran. Maka untuk menghadiri persaingan yang kurang sehat, kemudian putri Mandalika menaiki sebuah bukit yang banyak bertebaran di areal tersebut. Entah kenapa ternyata putri Mandalika terjatuh dari bukit dan jenazahnya tidak ditemukan. Disekitar bukit jatuh Mandalika kini terdapat banyak cacing berwarna warni yang akan timbul pada bulan bulan tertentu. Menurut cerita rakyat setempat ini adalah putri Mandalika yang berubah wujud.
Adanya Mandalika juga memberikan kesempatan warga local untuk melakukan usaha dagang dengan menjajakan dagangnya selainnya adanya warung warung serta tempat menginap yang bermunculan. Wisatawan asing yang datang ke Mandalika ini kebanyakan memanfaatkan gelombang laut untuk berseluncur.
Mandalika walaupun tidak ada kegiatan olahraga, tetapi kunjungan wisatawan tetap saja berdatangan, walaupun destinasi wisata lainnya di NTB seperi Gili Trawangan, maupun desa adat Sasak seperti Sade dan Suka Rara yang memrupakan sentra tenun tradisional yang juga menjadi sasaran kunjungan, tetapi Mandalika tetap punya daya Tarik tersendiri..
“Saya yakin siapapun yang datang ke Mandalika pasti kagum. Keindahan alamnya, ada pantai yang indah, bukit-bukit yang eksotik, dan tentunya sirkuitnya,’’ tutur seorang awak media yang mengikuti Media Gathering Bank Kalsel yang bertagline Setia Melayani Melaju Bersama.
Berdasarkan catatan, prinsip utama sport tourism adalah memperkenalkan pariwisata suatu daerah mulai dari gunung, sawah, sungai bahkan laut atau pesisir pantai. Beberapa agenda sport tourism yang terkenal di Indonesia selain sirkuit Mandalika di NTB juga adanya Tour de Singkarak, Tour de Ijen, Jogja Marathon, Bintan Triathlon, dsb.
Dampak positif yang ditimbulkan dari kegiatan sport tourism sangatlah baik, menurut berita yang dilansir swa.co.id , bisa mendongkrak sektor pariwisata di Indonesia dengan pertumbuhan 6% per tahun atau menghasilkan pendaptan sebesar 600 milliar dollar per tahun.
Bahkan, menurut data organisasi pariwisata dunia yakni United Nation World Tourism Organization (UNWTO) di tahun 2015, kegiatan sport tourism mengambil porsi 25.
Benarlah apa yang dikatakan Kadis Pariwisata NTB kalau Sirkuit Mandalika yang di gagas sejak Presiden Soeharto dan dieksekusi oleh Presdien Jokowi punya dampak positif peningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah. (HG. Hidayatullah)















