Martapura, KP – Memperkuat pariwisata Pasar Terapung Lok Baintan di Kalsel, LSPR Institute of Communication dan Business bersama Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari (Uniska) menggelar pelatihan literasi media sosial (Medsos) dan pariwisata, pekan kemarin.
Kolaborasi tersebut didukung penuh Pemkab Banjar melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar), mulai dari pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Pasar terapung merupakan penggerak perekonomian bagi masyarakat, terutama pedagang. Saat bencana banjir dan Covid-19, perekonomian terancam seret dan hampir menghilang.
Kadis Budporapar Irwan Jaya mengatakan, bencana banjir dan pandemi memang menyebabkan kondisi ekonomi masyarakat di Lok Baintan menjadi menurun signifikan, padahal sebagian besar pendapatannya diperoleh dari hasil kebun.
Menurutnya, masyarakat di Lok Baintan, khususnya yang berdagang di Pasar Terapung perlu didukung dan dibina, agar daerah ini bisa tumbuh menjadi lokasi wisata yang dicari wisatawan. Adanya pelatihan ini, menjadi upaya baik yang patut diapresiasi, karena bertujuan memotivasi pedagang pasar terapung berpikir lebih kreatif dan inovatif.
“Kegiatan yang sifatnya memberdayakan masyarakat, jika dikelola baik, diorganisir secara konsisten, pasti menjadi inspirasi dan mendorong rasa percaya diri masyarakat, sehingga meningkatkan daya saing dengan daerah wisata lain,” tambahnya.
Kaprodi Jati Paras Ayu mengatakan, komitmen LSPR dan Uniska terhadap Tri Dharma Perguruan Tinggi Bagi LSPR Institute of Communication & Business, kemitraan dengan Uniska ini, lebih dari sekadar kolaborasi strategis.
“Ini contoh dedikasi institusi terhadap Tri Dharma Perguruan Tinggi,” tandasnya.
Dijelaskannya, kolaborasi ini juga selaras dengan komitmen LSPR terhadap pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. LSPR mengambil peran aktif menumbuhkan literasi digital di kalangan masyarakat, juga memperkuat edukasi mengenai pariwisata dan pelayanan.
“Kolaborasi dengan LSPR, Uniska, dan MDisbudporapar Banjar ini bukti keseriusan dan komitmen kami membantu penguatan daerah pariwisata. Bersama-sama, kita tidak hanya memberi edukasi, tetapi juga turut berupaya memperkenalkan Lok Baintan ke lingkup lebih luas,” ujarnya. (Wan/K-3)















