Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
HEADLINE

Warisan Imam Bukhari Satukan Cendekiawan Dunia dalam Konferensi Internasional di Samarkand

×

Warisan Imam Bukhari Satukan Cendekiawan Dunia dalam Konferensi Internasional di Samarkand

Sebarkan artikel ini
IMG 20260711 WA0022 1 e1783752055890
Imam Besar Masjidil Haram, Syekh Salih ibn Abdullah ibn Humayd saat memberikan sambutan pada Konferensi Internasional bertajuk "Al-Jami' as-Sahih karya Imam Bukhari – Kitab Umat" di Samarkand (9/7). Kalimantanpost.com - Foto/ Rofi

SAMARKAND, Kalimantanpost.com – Warisan keilmuan Imam Bukhari kembali menjadi perekat para ulama, akademisi, dan cendekiawan dunia dalam Konferensi Internasional bertajuk “Al-Jami’ al-Musnad al-Sahih by Imam al-Bukhari: The Book of an Ummah” yang digelar di Kompleks Memorial Imam Bukhari, Samarkand, Uzbekistan, pada 9–10 Juli 2026.

Konferensi tersebut merupakan bagian dari rangkaian Forum Peradaban Islam Internasional ke-1 yang diselenggarakan oleh Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Dunia Islam (ICESCO) bersama Pusat Peradaban Islam di Tashkent dan Pusat Penelitian Internasional Imam Bukhari, di bawah naungan Presiden Uzbekistan Shavkat Mirziyoyev.

Kalimantan Post

Forum ilmiah ini mempertemukan lebih dari 100 ilmuwan, ulama, dan pakar dari lebih 40 negara untuk mendiskusikan warisan intelektual Imam Bukhari sekaligus memperkuat kerja sama internasional dalam pelestarian khazanah keilmuan Islam.

Acara yang dipandu Direktur Pusat Penelitian Internasional Imam Bukhari, Shovosil Ziyodov, dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an serta pemutaran film dokumenter yang mengangkat perjalanan hidup dan kontribusi ilmiah Imam Bukhari bagi peradaban Islam.

Dalam sambutannya, Kepala Departemen Urusan Agama dan Pendidikan Administrasi Kepresidenan Uzbekistan, Muzaffar Kamilov, menegaskan bahwa warisan Imam Bukhari kini telah menjadi milik bersama umat Islam bahkan umat manusia secara luas.

“Warisan Imam Bukhari bukan lagi milik Uzbekistan semata, tetapi menjadi warisan bersama yang harus dikaji, dilestarikan, dan diwariskan kepada generasi mendatang melalui penguatan kerja sama internasional,” ujarnya.

Imam Besar Masjidil Haram, Syekh Salih ibn Abdullah ibn Humayd, yang hadir sebagai tamu kehormatan, menyebut Imam Bukhari sebagai teladan agung dalam pengabdian terhadap Sunnah Rasulullah SAW. Ia juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Uzbekistan di bawah kepemimpinan Presiden Shavkat Mirziyoyev dalam menjaga dan mempromosikan warisan keilmuan Islam kepada masyarakat dunia.

Baca Juga :  54 SD di Banjarmasin Rusak Berat, Perbaikan Bertahap Sesuai Skala Prioritas

Sementara itu, Direktur Jenderal ICESCO, Dr. Salim M. AlMalik, menilai konferensi tersebut sebagai bentuk penghormatan akademis kepada Imam Bukhari yang mendedikasikan sekitar 16 tahun hidupnya untuk menyusun kitab Al-Jami’ as-Sahih. Menurutnya, karya monumental itu lahir melalui perjalanan ilmiah yang panjang dengan menyeleksi sekitar 600.000 hadis hingga menghasilkan kitab yang menjadi rujukan utama umat Islam.

Selain menghadirkan para ilmuwan dari berbagai negara, konferensi ini juga diikuti sejumlah tokoh penting dunia Islam, di antaranya Direktur Pusat Peradaban Islam Uzbekistan Firdavs Abdukholikov, Wakil Sekretaris Jenderal Organisasi Dunia Islam Abdurahman ibn Abdullah Zayd, Menteri Wakaf dan Urusan Islam Kerajaan Maroko Ahmed Tawfiq yang menyampaikan pidato secara daring, Ketua Komite Urusan Agama Uzbekistan Sodiqjon Toshboyev, Ketua Kantor Muslim Uzbekistan Mufti Nuriddin Kholiknazar, serta Ketua Kantor Muslim Kaukasus Syekhulislam Allahshukur Pashshozoda.

Indonesia turut mengambil bagian dalam forum internasional tersebut melalui kehadiran KH Muhammad Zaitun Rasmin. Ulama yang juga dikenal sebagai penggagas Muktamar Ulama dan Dai Asia Tenggara serta Ketua Umum Wahdah Islamiyah itu hadir sebagai delegasi Indonesia untuk memperkuat jejaring ulama dan kerja sama keilmuan antara kawasan Asia Tenggara dengan pusat-pusat peradaban Islam di Asia Tengah.

Hubungan Indonesia dengan Pusat Penelitian Internasional Imam Bukhari sendiri terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah delegasi organisasi keagamaan dan akademisi Indonesia telah melakukan kunjungan resmi ke pusat penelitian tersebut. Kerja sama kedua negara juga mulai diperluas, tidak hanya dalam bidang pendidikan dan penelitian, tetapi juga pengembangan wisata religi, peningkatan konektivitas transportasi dan logistik, serta kolaborasi antarlembaga riset.

Melalui konferensi ini, Uzbekistan kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat penting peradaban Islam dunia sekaligus membuka ruang kolaborasi internasional untuk menjaga, mengembangkan, dan mewariskan khazanah keilmuan Islam kepada generasi masa depan.(Roz/KPO-1)

Baca Juga :  Wagub Kalsel Hasnuryadi Perkuat Sinergi dengan Menteri Wihaji, Bahas Pembangunan Keluarga hingga Percepatan Penurunan Stunting

Iklan
Iklan