BANJARMASIN, kalimantanpost.com – Tidak singkronnya data dari Bulog dan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Banjarmasin yang membuat penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) berupa beras tidak tepat sasaran.
Bahkan Lurah Pemurus Baru, Budi Rahmadhani menilai data tersebut banyak tidak valid hingga membuat bansos tidak tersalurkan semua, karena penerima sudah dinyatakan meninggal atau berpindah tempat tinggal. Artinya bukan warga Pemurus Baru lagi hingga bantuan tidak bisa diambil.
Budi menyimpulkan data yang ada belum diupdate hingga hal tersebut sangat mungkin terjadi. Oleh karena itu, pihaknya melakukan pergantian penerimaan berdasarkan ketentuan dari Bulog sendiri yang memperkenankan.
“Karena itu kami inisiatif menganti penerimaan yang tidak ada melalui usulan dari RT-RT yang ada,” ungkap Budi, Rabu (22/7/2026).
Lebih lanjut, Budi mengungkapkan ada sekitar 300 orang penerima bansos. Sekitar 100 orang diantaranya berasal dari data Bulog sendiri. Kemudian saat penyaluran tidak semua datang mengambil hingga masih ada yang tersisa.
Dalam mekanisme penyaluran akan ditunggu selama 5 hari kerja lanjutnya. Jika tetap tidak ada yang mengambil, bansos tersebut bisa digantikan sesuai ketentuan dari Bulog sendiri.
“Makanya kami minta kepada RT untuk menginformasikan warganya untuk ke kelurahan kroscek lagi apakah ada nama dan nik nya dalam data penerimaan,” sebutnya.
Seiring dengan itu, ia berharap dari Bulog untuk bisa memberikan data yang sudah update dan berkoordinasi lebih lanjut dengan Dinsos Kota Banjarmasin yang memiliki petugas untuk mendata dan verifikasi di lapangan langsung.
Terlebih, ada data penerima yang sudah tidak sesuai lagi karena pindah atau yang bersangkutan meninggal dunia. Hingga penerima bansos ini adalah orang-orang berhak dan layak agar tidak terulang lagi hal serupa.
“Ke depan harapannya penyaluran berdasarkan data update dari Bulog dan Dinsos hingga tidak ada lagi simpang siur data. Jadi lebih matang lagi,” pungkasnya. (ham/KPO-3)















