Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Opini

Prinsip-prinsip Al-Quran dalam Menjalani Kehidupan

×

Prinsip-prinsip Al-Quran dalam Menjalani Kehidupan

Sebarkan artikel ini

Seri 3: Seseorang Tidak Memikul Dosa Orang Lain

oleh: Ahmad Supiannor MH

Pembaca yang Budiman Hafizhakumullah.

Kalimantan Post

Salah satu bentuk keadilan Allah Subhanahu wa Ta’ala bahwa seseorang tidak akan dibebankan dengan dosa yang dilakukan orang lain. Setiap orang akan dibalas sesuai dengan amal perbuatannya. Sebagaimana firman-Nya:

“Seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain” (QS. Al-An’am: 164 dan Az-Zumar: 7)

Jika seseorang berbuat dosa, maka pada asalnya dia akan bertanggung jawab atas dosa tersebut, meskipun ada orang lain yang dengan keliru mengklaim bisa menanggung dosa itu, sebagaimana kata sebagian orang “Gak papa, lakukan saja dosa itu, nanti biar saya yang menanggungnya”.

Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:

“Orang-orang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman: ‘Ikutilah jalan kami, dan nanti kami akan memikul dosa-dosa kalian’, dan mereka (sendiri) sedikitpun tidak (sanggup), memikul dosa-dosa mereka. Sesungguhnya mereka adalah benar-benar orang pendusta.” (QS. Al-‘Ankabut: 12)

Suami tidak akan memikul dosa istrinya. Istri juga tidak akan memikul dosa suaminya. Anak tidak akan menanggung dosa orang tuanya. Orang tua juga tidak akan menanggung dosa anaknya.

Demikian seterusnya, selama masing-masing tidak melakukan dua perkara.

Dua Hal yang Membuat Seseorang Ikut Memikul Dosa Orang Lain

Seseorang bisa saja akan ikut menanggung dosa orang lain, diantaranya karena dua hal berikut:

Pertama, menjadi sebab terjadinya dosa.

Jika seseorang menjadi sebab orang lain kemudian mengerjakan dosa, baik dengan memotivasi atau mengajak orang lain agar berbuat dosa, atau menjadi wasilah dosa tersebut, ataupun memfasilitasi orang lain melakukan maksiat, maka ia juga akan memikul dosa orang tersebut. Sebagaimana Allah terangkan dalam lanjutan ayat surah Al-‘Ankabut sebelumnya:

“Sesungguhnya mereka (orang-orang kafir) akan memikul beban (dosa) mereka, dan beban-beban (dosa yang lain) di samping beban-beban mereka sendiri, dan sesungguhnya mereka akan ditanya pada hari kiamat tentang apa yang selalu mereka ada-adakan.” (QS. Al-‘Ankabut: 13).

Baca Juga :  Aspirasi Jangan Dibalas Kekerasan

Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam juga bersabda:

“Barang siapa mengajak kepada kesesatan, maka ia akan menanggung dosa yang sama dengan dosa orang-orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi sedikit pun dosa mereka.” (HR. Muslim No. 2674).

Kedua, mendiamkan dosa yang terjadi padahal mampu untuk mengingkarinya

Jika seseorang mampu mengingkari kemaksiatan yang terjadi baik dengan tindakan, atau lisan, atau hatinya, kemudian tidak mengingkari sedikitpun, maka ini juga menjadi sebab ia akan ikut memikul hukuman akibat dosa tersebut. Seperti seorang suami yang santai-santai saja membiarkan istrinya mengumbar auratnya, atau orang tua yang membiarkan anak perempuannya dibawa oleh laki-laki yang bukan mahramnya. Maka suami dan orang tua seperti ini juga akan terdampak oleh dosa yang dilakukan oleh istri maupun anaknya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.” (QS. Al-Anfal: 25)

Syekh As-Sa’di menjelaskan dalam tafsirnya:

“Musibah atau siksaan tersebut dapat menimpa pelaku kezaliman maupun orang lain yang tidak melakukannya. Hal itu terjadi ketika suatu kezaliman telah tampak nyata, tetapi tidak ada yang berusaha mengubah atau mencegahnya. Maka, hukuman yang ditimbulkan dapat meliputi pelaku kezaliman maupun orang-orang lainnya. Fitnah atau bencana tersebut dapat dicegah dengan melakukan amar makruf nahi mungkar, mengingkari orang-orang yang melakukan kejahatan dan kerusakan, serta tidak membiarkan mereka melakukan kemaksiatan dan kezaliman, pengingkaran tersebut tentunya sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.” (Tafsir As-Sa’di)

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa memberikan taufiqnya agar dimudahkan menjalankan agama ini dengan ikhlas dan benar sesuai tuntunan. Aamiin ya Rabbal ‘Alamiin.

Baca Juga :  Aneksasi Zionis di Tepi Barat Terus Membara, New Gaza Jadi Ajang Bisnis

Quotes:
“Dosamu tetap dosamu, dosaku tetap dosaku, tapi jika amar maruf nahi mungkar ditinggalkan bisa saja menjadi dosa bersama”

Iklan
Iklan