Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Hasnuryadi Ajak Umat Wujudkan Cinta Rasul dengan Menghidupkan Al-Qur’an

×

Hasnuryadi Ajak Umat Wujudkan Cinta Rasul dengan Menghidupkan Al-Qur’an

Sebarkan artikel ini
IMG 20260911 WA0032

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman mengajak umat Islam menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar agenda tahunan, tetapi momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah melalui Al-Qur’an dan pengamalan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.


Pesan tersebut disampaikan Hasnuryadi saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Banjarmasin, Kamis malam (10/9/2026).

Kalimantan Post


Mewakili Gubernur Kalsel Muhidin, Hasnuryadi hadir bersama Kepala Kanwil Kementerian Agama Kalsel Dr. H. Muhammad Tambrin, M.M.Pd., serta penceramah Guru Ilham Humaidi.
Menurut Hasnuryadi, kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW tidak cukup hanya diungkapkan melalui peringatan Maulid,

shalawat, maupun pujian. Kecintaan tersebut harus diwujudkan dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dan mengamalkan sunnah Rasulullah.


“Bagaimana memaknainya dari Maulid ke Maulid yaitu dengan menghidupkan Al-Qur’an, tidak hanya membacanya, namun juga mengamalkan seluruh ajaran dari Nabi Muhammad SAW,” ujar Hasnuryadi.


Ia menekankan, semangat tersebut tidak boleh berhenti ketika rangkaian peringatan Maulid berakhir. Sebaliknya, nilai-nilai keteladanan Rasulullah harus terus dihidupkan pada bulan-bulan berikutnya dalam kehidupan bermasyarakat.


Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Kalsel Muhammad Tambrin mengapresiasi kehadiran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam peringatan Maulid Nabi di Masjid Raya Sabilal Muhtadin.


Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana memperkuat kecintaan umat kepada Rasulullah, tetapi juga membawa keberkahan bagi masyarakat dan Banua.


“Semoga kegiatan ini bernilai ibadah, kecintaan kita kepada Rasulullah menjadi sebuah mahabbah yang besar dan menjadi kebahagiaan buat Banua kita Kalimantan Selatan,” katanya.


Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut berlangsung semarak dan diikuti lebih dari 7.000 jamaah. Sejak selepas Salat Magrib, kawasan Masjid Raya Sabilal Muhtadin dipenuhi lantunan shalawat dan syair-syair pujian kepada Rasulullah SAW.

Baca Juga :  Ribuan Jemaah Padati Masjid Ar Raudhah, Wagub Kalsel Hadiri Maulid dan Haul Guru Bakri


Besarnya antusiasme jamaah membuat ruang utama masjid hingga halaman dan kawasan sekitar masjid dipadati masyarakat. Panitia juga menyiapkan videotron di sejumlah titik untuk memudahkan jamaah yang berada di luar ruang utama mengikuti rangkaian acara dan tausiah.


Dalam tausiyahnya, Guru Ilham Humaidi mengingatkan jamaah agar Maulid Nabi tidak dimaknai sebatas menghadiri sebuah acara keagamaan. Lebih dari itu, peringatan tersebut harus menjadi pengingat untuk meningkatkan hubungan kepada Allah SWT, menghidupkan sunnah, serta menjalankan syariat yang diajarkan Rasulullah SAW.


Ia menggambarkan kecintaan generasi terdahulu kepada Rasulullah yang begitu kuat. Setiap kali nama Nabi Muhammad SAW disebut, mereka menunjukkan rasa rindu dan cinta yang kemudian diwujudkan dengan kesungguhan menjalankan syariat serta menghidupkan sunnah beliau.


“Lihatlah orang dahulu, tidak disebut nama Nabi Muhammad SAW melainkan berlinang air mata mereka, rindu, cinta, semangat kembali di dalam menjalankan syariat, di dalam menghidupkan sunnahnya Nabi Muhammad,” tutur Guru Ilham.


Ia juga mengingatkan bahwa kecintaan kepada Rasulullah tidak boleh hanya ditunjukkan pada bulan Rabiul Awwal yang identik dengan peringatan Maulid. Semangat tersebut harus terus terjaga dalam kehidupan sehari-hari.


Salah satu bentuknya, kata Guru Ilham, adalah memperkuat hubungan dengan Al-Qur’an. Ia mengutip pesan Guru Mulia Al-Habib Umar yang menyebut hubungan seorang hamba dengan Allah SWT dan Rasulullah SAW dapat dilihat dari bagaimana hubungan orang tersebut dengan Al-Qur’an.


“Indikator yang paling jelas tentang hubungan indah seorang hamba kepada Allah dan kekasih Allah adalah sifatuhu bil Qur’an, bagaimana hubungannya dengan Al-Qur’an,” jelasnya.


Guru Ilham kemudian mengingatkan hadits Ummul Mu’minin Aisyah RA mengenai akhlak Rasulullah SAW yang sangat erat kaitannya dengan Al-Qur’an.


Karena itu, ia mengajak seluruh jamaah menjadikan Al-Qur’an bukan sekadar bacaan, tetapi sumber nilai yang dipahami dan diamalkan dalam kehidupan.

Baca Juga :  Maulid Nabi dan Haul ke-11 Hj Nurhayati, Kenangan Cinta kepada Rasulullah


“Perbaiki hubungan kita dengan Allah dan Rasul-Nya melalui memperbaiki hubungan kita dengan Al-Qur’an, maka Allah akan memperbaiki keadaan kita,” pungkasnya. (KPO-1)

Iklan
Iklan