Sejumlah Program Pembangunan di Kalteng Diusulkan ke Pemerintah Pusat

Program pembangunan dimaksud, diantara perpanjangan dan pelebaran run way landasan pacu Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya dari panjang 2.500 m menjadi 3.000 m, dengan lebar 45 m, agar bisa didarati oleh pesawat berbadan lebar.

PALANGKA RAYA, KP – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H.Sugianto Sabran mengatakan sejumlah program pembangunan diusulkan ke pemerintah pusat.

Siaran pers yang diterima wartawan menyebutkan, usul itu disampaikan gubernur yang tengah menghadiri rapat kerja di Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional ( PPN), bersama Gubernur se- Indonesia, di kantor Bappenas pada Selasa (3/3) di Jakarta.

D8antaranya perpanjangan dan pelebaran run way landasan pacu Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya dari panjang 2.500 m menjadi 3.000 m, dengan lebar 45 m, agar bisa didarati oleh pesawat berbadan lebar, jelas Sugianto.

Hal demikian, untuk mendukung pengembangan Bandara Tjilik Riwut menjadi Bandara Embarkasi Haji, guna mendukung investasi yang bernilai eksport, katanya.

Selain itu, Pembangunan Bandara baru di Sabuai, dimana dicadangkan lahan seluas 2.500 Ha, untuk mendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), terutam hilirisasi industri Sawit di wilayah Barat Provinsi Kalteng, kata Sugianto.

Selanjutnya, jelas Sugianto, Pembangunan Jalan menuju Pelabuhan Segintung Kabupaten Seruyan ke Kuala Kuayan sepanjang 165 km menuju Jalan Nasional ke simpang Bangkal.

Berita Lainnya
1 dari 592
Loading...

Ke-Pelabuhan Batanjung sepanjang 52 km yang masih belum ada akses jalan, sedangkan jalan tersebut merupakan jalan strategis yang menghubungkan jalan Pelabuhan Batanjung dengan jalan Nasional ( Trans Kalimantan) jelas Sugianto.

Karena penyelesaian ruas jalan missing link – jalan lintas tengah Kalimantan Tengah yang berbatasan dengan Kalimantan Barat sepanjang 80 km juga perlu mendapat perhatian, kata Sugianto.

Terutama isu masalah keamanan di perbatasan Indonesia – Malaysia yang sekaligus untuk membuka keterisolasian masyarakat pedalaman Kalimantan Tengah- Kalimantan Barat, katanya.

Selain itu, papar Sugianto Pembangunan Bendungan Muara Joloi untuk Pembangkit Air ( PLTA) dengan kapasitas 284 MW ( Megawatt) yang sangat dibutuhkan masyarakat sebagai penguatan Kemandirian dan Ketahanan Energi yang berkelanjutan, kata Sugianto.

Usul Pembangunan berikutnya, mengenai Pengembangan Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD) Doris Sylvanus Palangka Raya tipe A, dimana saat ini RSUD Doris Sylvanus sekarang merupakan Rumah Sakit rujukan bagi Provinsi Kalimantan Tengah yang selama ini baru tipe B, tambah Sugianto.

Selama ini, kata Sugianto, banyak pasien dari Kalteng yang harus dirujuk ke luar Kalimantan Tengah khususnya ke pulau Jawa.

Agar masyarakat Kalteng dapat terlayani kesehatannya, kami terus meningkatkan pelayanan kesehatan hingga membantu masyarakat kurang mampu dengan pelayanan gratis, katanya. (yld/k-10)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya