Negara Lalai Antisipasi Wabah Covid-19

135

Oleh: Khusnul Khotimah
Aktivis Mahasiswa Universitas Palangkaraya

Sejak menyebarnya virus Corona (Covid-19) di Indonesia membuat semua bidang sektor gelabakan. Dari bidang pendidikan, politik bahkan bidang ekonomi.

Menghadapi kasus ini, China, negara asal munculnya Covid-19 menerapkan kebijakan ketat antisipasi virus dengan melarang seluruh aktivitas sosial, membangun rumah sakit darurat dengan kapasitas 1000 pasien dalam seminggu.

Langkah cepat China ini diikuti oleh negara tetangga seperti Jepang dan Korea Selatan. Alhasil meskipun sedikit terlambat pada mulanya, penyebaran virus sudah melambat dan kondisi mulai terkendali. Lain ceritanya dengan Italia, negeri anggota Uni Eropa ini, sebaliknya sangat terlambat dalam antisipasi terhadap penyakit ini.

Dari tiga kasus tercatat pada 15 Februari 2020, virus Corona melonjak menjadi 1.128 kasus pada 29 Februari 2020, dan per hari ini 14 Maret 2020 telah mencapai 17.660 jiwa dengan lebih dari 1.200 jiwa meninggal dunia. Kasus negeri Iran hampir sama, dari dua kasus pada 19 Februari penderita melonjak menjadi 11.000 kasus lebih per hari ini dengan lebih dari 500 kematian. (Sumber: Worldometers)

Melihat pengalaman negara-negara ini seharusnya Indonesia, baik pemerintah maupun kalangan terdidik memperingatkan bahaya yang mengancam dari wabah massal Covid 19. Namun sejauh yang diperhatikan masih banyak keterlambatan dalam mengambil kebijakan maupun kesalahan dalam mensikapi keadaan genting ini.

Menyebarnya virus Corona (Covid-19) yang dianggap sangat cepat dan berbahaya ini membuat pemerintah melakukan kebijakan stay at home atau yang lebih dikenal dirumah aja, dari bidang pendidikan dimana dari siswa sampai mahasiswa diberikan tugas dirumah dan dilarang keluar rumah hingga para pedagang dan juga para ojol (ojek online) pun merasakan dampaknya. Karena kebijakan dilarang keluar rumah tersebut membuat para pengusaha menengah ke bawah meronta, sebab penghasilan mereka yang turun drastis.

Berita Lainnya

Ramadhan Bulan Taubat dan Taat

Ramadhan dan Keikhlasan

Tidak terkecuali yang dialami oleh Enggal Pamukti salah satu perwakilan dari enam warga yang mengatasnamakan UMKM (pedagang eceran) telah merasa dirugikan oleh negara, Enggal mengatakan “Betul bahwa saya menggugat Presiden Jokowi karena kelalaian fatal dalam penanganan teror virus Covid-19. Kami menganggap orang Nomor 1 di Indonesia tersebut telah melakukan kelalaian fatal yang mengancam 260 juta nyawa rakyat Indonesia, kerugian dalam gugatan Rp10.012.000.000,” pada hari Rabu (1/4/2020) (detik.com).

Enggal menyatakan bahwa pemerintah pusat lalai dalam menangani penyebaran wabah virus Corona dan seharusnya Presiden Joko Widodo bisa lebih mengantisipasi datangnya virus Corona (Covid-19), sehingga penyebarannya bisa dikendalikan lebih awal.

Enggal dan juga kelima warga menggugat Rp10 miliar kepada Presiden Joko Widodo untuk kerugian yang dialami oleh para pedagang eceran ini. Karena sampai sekarang belum ada solusi yang tepat untuk penanganan virus ini sedangkan ekonomi para pedagang kian merosot karena penjualan yang semakin menurun.

Enggal mengaku tidak akan mencabut gugatan karena mendapat dukungan dari berbagai pihak, dari ojol, pihak medis, takis online dll.

Hal ini adalah salah satu bukti bahwa negara lalai dalam penanganan wabah. Padahal beberapa negara seperti Italia, Malaysia, dan beberapa negara lain sudah melakukan lockdown.

Lockdown sendiri ada dalam Islam. Pernah suatu ketika Umar bin Khatthab meminta masukan ‘Amru bin Ash, sarannya memisahkan interaksi. Maka, tak lama kemudian wabah itu selesai. Dalam kasus di Amwash, ‘Umar mendirikan pusat pengobatan di luar wilayah itu. Membawa mereka yang terinfeksi virus itu berobat di sana.

Di tengah perbincangan Umar dengan Abu Ubaidah, datang Abdurrahman bin ‘Auf yang sebelumnya pergi meninggalkan rombongan karena suatu hajat. Lalu Abdurrahman bin ‘Auf berkata: “Aku mengerti masalah ini. Aku mendengar Rasulullah bersabda: “Apabila kamu mendengar wabah berjangkit di suatu negeri, janganlah kamu datangi negeri itu. Dan apabila wabah itu berjangkit di negeri tempat kamu berada, maka janganlah keluar dari negeri itu karena hendak menyelamatkan diri”.

Jadi lockdown sangat perlu dilakukan untuk mengatasi wabah Virus Corona (Covid-19) dan menyelesaikan seluruh problem berlandaskan Islam secara kaffah.

Loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya