Ramadhan dan Keikhlasan

509

Oleh : H. Ahdiat Gazali Rahman
Pengamat Sosial, Tinggal di Amuntai

Setiap tiba bulan tiba seluruh ummat Islam melaksanakan apa yang menjadi kewajiban berpuasa selama sebulan penuh, bulan Ramadhon adalah bulan wajib melaksanakan puasa sebagaimana firman Allah SWT : “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”. (QS. Al Baqarah : 183).

Pengertian puasa Ramadhan menurut syariat Islam adalah suatu amalan ibadah yang dilakukan dengan menahan diri dari segala sesuatu seperti makan, minum, perbuatan buruk maupun dari yang membatalkan puasa mulai dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari yang disertai dengan niat karena Allah SWT, dengan syarat dan rukun tertentu. Tujuan puasa ini sangatlah baik. Namun, apakah manusia dapat mencapainya? Apakah puasa sanggup menyucikan hati manusia secara kekal? Banyak niat baik dalam hati manusia yang tidak terlaksana. Niatnya baik namun bisa khilaf. “Betapa banyak orang yang menginginkan kebaikan akan tetapi tidak meraihnya” Untuk mencapai tujuan puasa yaitu hati yang bersih, sangatlah sulit. Perbuatan baik manusia terbatas. Dosa manusia sangatlah banyak.“Betapa banyak orang yang puasa, yang ia dapatkan dari puasanya hanya lapar dan haus. Dan betapa banyak orang yang shalat malam, yang ia dapatkan dari shalatnya hanyalah begadang“

Bulan Ramadhan merupakan bulan berkat, bulan rahmat, bulan ampunan serta punya banyak kelebihan. Bagi tujuan menyuburkan rasa tanggungjawab dan rasa ingin menambahkan ibadah bagi mencari keredhaan Allah sepanjang Ramadhan ini.Setiap Mukmin percaya salah satu tujuan utama ibadah puasa adalah hati yang bersih agar tumbuh ketakwaan. Takwa adalah bersikap benar untuk mentaati perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Setiap Mukmin berharap dengan puasa dapat melatih seseorang untuk kuat, sabar, dan tabah. Juga, menahan diri dari kejahatan dan berusaha menyucikan hati untuk selanjutnya.

Berita Lainnya
Loading...

Ikhlas

Secara bahasa, ikhlas artinya adalah bersih dari kotoran dan menjadikan sesuatu bersih dari kotoran. Sedangkan secara istilah, ikhlas berarti niat mengharap ridha Allah saja dalam beramal tanpa menyekutukan-Nya dengan yang lain. Pengertian ikhlas dalam beribadah adalah suatu sikap mental dalam melaksanakan ibadah yang didasari dengan niat semata-mata hanya untuk mendapatkan ridha dari Allah SWT dan bukan puja, puji atau kedudukan mulia di mata sesama manusia. Begitu penting Ikhlas dalam beribadah Rasulullah SAW mengatakan dalam sebuah hadist “Allah tidak menerima amal kecuali apabila dilaksanakan dengan ikhlas untuk mencari ridha Allah semata”. (Abu Dawud dan Nasa’i).

Pertanyaan mendasar. apakah Puasa Ramadhan tahun ini, telah dilaksanakan secara ikhlas? Apalagi jika di hubungkan dengan terjadi petaka dunia karena diserang oleh virus kecil bernama corona yang telah banyak membawa korban manusia, sebagian kaum muslim dalam pelaksanakan puasa dibulan Ramadhan tahun ini terjadi terjadi beberapa pembatasan dalam beribadah, karena demi menjaga kesehatan bersama, sudahkah dipatuhi dengan ikhlas?, tanpa ada paksaan apalagi dengan sangsi hukuman.

Mereka yang melakukan dengan tulus ikhlas, tentumenilai pembatasan dalam pelaksanaan ibadahtahun ini dianggap suatu yang wajar, demi menjaga kemaslahatan masyarakat, inilah yang dianggap sebuah sikap ikhlas dalam beribadah, sebab tujuan ibadah sendiri mendekatkan diri dengan Pencipta, dengan satu jalan tidak merugikan orang lain.

Mukmin yang ikhlas beribadah dalam bulan Ramadhan pasti menurut ajaran agama, menurut anjuran para pemimpin agama yang benar, perintah pemimpin Negara yang adil dan peduli, dan saran nasihat sesama warga yang bernilai demi terciptanya lingkungan yang sehat, aman, sejahtera dan damai, demi kenyamanan bersama. Jauh dari pembangkangan apalagi perlawanan, mukmin yang ikhlas pasti menurut titah ajaran agama, jauh dari rasa egoisme beragama, apalagi yang dapat merugikan orang lain. Muslim yang ikhlas beribadah dibulan Ramadhan ini tentu tidak akan menyulitkan orang lain, tidak mendatangkan masalah bagi orang lain, apalagi merugikan pihak lain, hal ini sejalan dengan prinsip Islam tentang “manusia”. Menurut Islam “manusia yang baik” adalah manusia yang banyak membawa menfaat banyak bagi orang lain. Dan berlaku sebaliknya manusia jahat adalah manusia yang mendatangkan banyak kemudharatan bagi orang lain. Ayo berlomba menjadi manusia baik.

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya