Kejahatan Makin Marak di Tengah Pandemi

Oleh : Fatimah Fitriana, S.hut

Pemerhati sosial kemasyarakatan. Berdomisili di Hulu Sungai Selatan (HSS).

Sejumlah kejahatan menonjol terjadi saat pandemi covid-19. Kebutuhan tinggi jelang Ramadan ditengarai turut mempengaruhi. Belum lagi pembebasan ribuan narapidana dengan dalih menjual kebutuhan sehari-hari. Apalagi masa pandemi dan PSBB diterapkan jelang Ramadan di mana kebutuhan masyarakat makin meningkat.(CNNIndonesia.com, 25/04/2020).

Sejumlah kasus perampokan jadi yang paling menyita perhatian. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus mengatakan pelaku menargetkan minimarket atau toko yang menjual kebutuhan sehari-hari. (CNNIndonesia.com, 25/04/2020).

Sementara itu Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Asep Adi Saputra mengatakan peningkatan angka kejahatan selama masa pandemi corona sekitar 11,8 persen. Peningkatan terbanyak saat ini adalah pencurian dengan pemberatan (curat).

Kriminolog dari Universitas Indonesia (UI) Reza Indragiri mengatakan keterbatasan gerak selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) membuat masyarakat banyak yang tak bisa memenuhi kebutuhan sehari-harinya. (CNNIndonesia.com, 25/04/2020).

Reza juga menyoroti pembebasan napi lewat program asimilasi dan integrasi untuk mencegah penyebaran Covid-19. Menurutnya pembebasan para napi justru bisa meningkatkan risiko lain di masyarakat yakni kejahatan. Para napi itu berpotensi untuk mengulangi perbuatan kriminal.

Sejumlah aktivis hukum yang tergabung kelompok masyarakat sipil menggugat kebijakan pelepasan narapidana melalui program asimilasi dan integrasi yang dilakukan Menkumham Yasonna Laoly ke Pengadilan Negeri Surakarta.

Gugatan didaftarkan oleh Yayasan Mega Bintang Indonesia 1997, Perkumpulan Masyarakat Anti Ketidakadilan Independen, dan juga Lembaga Pengawasan dan Pengawalan Penegakan Hukum Indonesia. Mereka menyebut bahwa kebijakan tersebut telah menimbulkan keresahan bagi masyarakat saat pandemi Corona (Covid-19) saat ini. (CNNIndonesia.com , 26/4/2020).

Membebaskan narapidana dengan dalih antisipasi pencegahan Covid-19 adalah solusi yang hanya akan menambah persoalan baru, sebagian masyarakat justru merasa khawatir akan berita pembebasan narapidana. Sudah menjadi rahasia umum, jika napi yang dipenjarakan dalam sistem saat ini begitu keluar lapas kemungkinan besar kemampuannya untuk berbuat kejahatan masih mendominasi, justru lebih beragam dan lihai.

Berita Lainnya
1 dari 151
Loading...

Karena sistem hidup yang diberlakukan saat ini adalah sistem sekuler-kapitalis yang melahirkan hidup yang sempit dan susah. Susahnya kehidupan saat ini menjadi peluang besar bagi napi untuk mengulangi kejahatannya. Ditambah lagi dengan hukuman yang tidak membuat efek jera.

Dalam Islam menganggap bahwa, kejahatan adalah perbuatan-perbuatan tercela. Adapun yang dimaksud dengan tercela disini adalah segala perbuatan yang dicela Allah SWT. Sanksi Islam di dunia bagi para pendosa atas dosa yang dikerjakannya di dunia dapat menghapuskan sanksi di akhirat bagi pelaku dosa tersebut. Hal itu karena ‘uqubat berfungsi sebagai zawajir (pencegah) dan jawabir (penebus). Keberadaan uqubat sebagai zawajir, karena mampu mencegah manusia dari perbuatan dosa dan tindakan pelanggaran. Keberadaan ‘uqubat sebagai zawabir karena ’uqubat dapat menebus sanksi akhirat. Sanksi akhirat bagi seorang muslim akan gugur oleh sanksi yang dijatuhkan negara di dunia.

Negara Islam (khilafah) juga menjamin terpenuhinya sandang, papan, dan pangan sebagai kebutuhan pokok individu melalui mekanisme syariah. Begitu juga kesehatan, pendidikan dan keamanan sebagai kebutuhan pokok kolektif juga dijamin oleh negara khilafah, melalui mekanisme yang sama. Dengan begitu, seluruh kebutuhan pokok rakyat, baik yang terkait dengan individu maupun kolektif, semuanya dijamin oleh negara.

Jaminan terpenuhinya seluruh kebutuhan dasar rakyat termasuk kebutuhan sekundernya, baik bagi individu maupun kolektif, merupakan hak seluruh rakyat negara khilafah, baik Muslim maupun non-Muslim. Termasuk kelompok masyarakat miskin, menengah, maupun kaya. Dengan terpenuhinya kebutuhan dasar ini maka akan tercipta keamanan dan kesejahteraan, sehingga akan menjauhkan dari tindakan kriminalitas.

Agar terpenuhi kebutuhan individu, negara khilafah mempunyai kewajiban untuk membuka lapangan pekerjaan, dan kesempatan berusaha bagi seluruh rakyatnya. Jika ada yang mampu bekerja, tetapi tidak mempunyai modal usaha, maka bisa mengadakan kerja sama dengan sesama warga negara, baik Muslim maupun non-Muslim. Bisa juga dengan mekanisme qardh (utang), hibah (pemberian cuma-cuma), maupun yang lain.

Jika modal usaha tersebut terkait dengan negara, misalnya seperti tanah pertanian milik negara, maka negara khilafah bisa memberikannya untuk dikelola. Negara juga menjamin kepemilikannya atas tanah mati, yang tidak dikelola lebih dari 3 tahun oleh pemilik asalnya, jika tanah mati tersebut dia kelola. Dan, masih banyak mekanisme yang lain.

Untuk jaminan terpenuhinya kebutuhan dasar kolektif, seperti pendidikan, kesehatan dan keamanan bagi warga negara. Karena jaminan ini tidak bisa diwujudkan secara individu, maka negara khilafah berkewajiban menyediakan layanan pendidikan, kesehatan dan keamanan bagi seluruh rakyatnya dengan gratis. Jaminan ini berlaku bagi seluruh rakyat, bukan hanya untuk yang miskin, sementara yang kaya tidak. Semua warga negara khilafah mendapatkan jaminan yang sama.

Khilafah bisa memberikan layanan pendidikan, kesehatan dan keamanan dengan gratis dari seluruh pendapatan negara khilafah, baik yang bersumber dari kekayaan milik umum, seperti tambang emas, batubara, minyak, gas, dan hasil hutan maupun kekayaan milik negara, seperti Kharaj, jizyah dan lain-lain.

Berbeda halnya dengan sistem negara kapitalis saat ini tidak memberikan jaminan apapun kepada rakyatnya. Karena tugas dan fungsi negara hanya sebagai regulator bagi rakyatnya. Negara baru bertindak, jika ada masalah. Karena masalah tersebut menimpa pihak yang lemah dan miskin, maka jaminan negara pun hanya menangani masalah itu saja. Model jaminan seperti ini jelas zalim dan tidak adil. Sehingga banyak menimbulkan permasalahan termasuk meningkatnya kriminalitas. Maka sudah saatnya negara mengambil sistem islam untuk menyelesaikan semua permasalahan saat ini.

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya