Menyikapi Harapan Guru Honorer Diangkat CPNS DPRD Minta Pemerintah Revisi UU ASN

Banjarmasin,KP – Harapan guru honorer dan tenaga pendidikan di atas usia 35 tahun di Banjarmasin agar bisa diangkat menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS) terus mendapat dukungan. Kali ini dukungan juga disampaikan Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Harry Wijaya SH, MH.

Menurut Harry kepada KP Kamis (2/7/2020) mengakui, , harapan besar para guru honorer agar bisa diangkat menjadi Calon Pengawai Negeri Sipil (PNS) tak pernah pupus. Untuk memperjuangkan harapannya mereka sudah beberapa kali menyampaikan aspirasi ke DPRD Banjarmasin,” ujarnya,

Bahkan dalam pertemuan yang diterima komisi IV ungkapnya, guru honorer mencurahkan isi hati (curhat) mereka dengan harapan agar dewan dapat memfasilitasi dan memperjuangkan aspirasi disampaikan.

“Dari mulai soal kecilnya honor diterima selama ini, keinginan agar juga diberikan tunjangan sertifikasi , hingga harapan agar bisa diangkat menjadi PNS,” ujarnya.

Harry mengemukakan, menyikapi tuntutan itu, DPRD sebagai lembaga memperjuangkan aspirasi masyarakat tentunya wajib untuk memperjuangkannya. “Tentunya sepanjang ada aturan atau regelusi yang bisa mengangkat guru honor di sekolah swasta jadi PNS,“ ujar pimpinan dewan dari F-PAN ini.

Berita Lainnya

Guru dan Penulis Tanbu Apresiasi e-book iKalsel

Akademisi ULM Kritik Reduksi Mapel Sejarah di SMA

1 dari 1.398
Loading...

Ia mengakui, jika pengangkatan guru honorer jadi CPNS masih terkendala regulasi, yakini UU No : 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Dalam UU itu ujarnya, ada batasan soal umur jika guru honor ingin diterima sebagai ASN bila sudah berusia di atas 35 tahun, meski sudah lama mengabdi sebagai pendidik.

“Sedangkan, Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) hingga kini belum membuat atau merevisi regulasi terkait hal tersebut, “ kata Harry Wijaya.

Dijelaskan, bawa DPR RI sudah meminta pihak pemerintah untuk segera mengangkat para guru honorer. Terutama menempuh jalur ikatan kerja dari pemerintah, yakni melalui Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang beberapa waktu lalu peluang ini sudah dibuka oleh pemerintah pusat.

Harry mengatakan, peluang tersebut juga berlaku untuk guru honorer yang sudah berusia di atas 35 tahun.

Ia menandaskan, , guru adalah ujung tombak pembangunan sumber daya manusia, sehingga menyadari tugas mulia ini peningkatan kesehjahteran guru wajib untuk terus menjadi perhatian pemerintah.

Selain peningkatan kesehjateraan Harry juga meminta, agar pemerintah bisa mengembangkan kompetensi para guru sehingga sebagai tenaga pendidi mereka mampu mengembangkan kualitas pendidiakn para siswa. (nid/K-3)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya