Pendidikan Utama Manusia di Bumi

Oleh : H Kasful Anwar S.Pd
Guru Geografi SMAN I Tamban Kabupaten Barito Kuala

Apabila ditanya, untuk apa hidup di bumi? Maka akan berpikir, untuk apa hidup di bumi atau apa tujuan hidup di bumi ini. Tujuan hidup sangat penting. Tanpa tujuan, maka hidup ini ibarat sebuah perjalanan tanpa arah. Bagaikan kapal tanpa tahu harus berlayar menuju ke arah mana.
Sebagai seorang muslim, yang beriman kepada Allah dan kepada hari kiamat, tentu kita memiliki tujuan yang pasti. Tuntunan Allah di dalam Alqur’an sangat jelas tentang tujuan hidup ini. Ada beberapa tujuan hidup yang nanti akan dibahas. Terkait pendidikan, dimanakah posisi pendidikan dalam mencapai tujuan hidup tersebut? Mari kita bahas.

Bertujuan untuk menyembah Allah

Berdasarkan tuntunan Alqur’an, Allah berfirman : “Dan tidaklah aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembah kepadaKu”. (QS. Adz Dzariyat : 56).

Berdasarkan ayat ini, jelas bahwa tujuan utama manusia adalah untuk menyembah Allah. Manusia diposisikan sesuai ayat ini adalah sebagai seorang hamba. Hamba wajib taat kepada sang pemilik hamba, yaitu Allah SWT. Arti taat apa? Yaitu menuruti semua apa yang Dia perintahkan dan menjauhi segala apa yang Dia larang. Itulah standar minimal seorang hamba.

Lebih dari itu, untuk meraih posisi yang lebih baik, yaitu dengan mengerjakan hal-hal yang disenangi oleh sang pemilik hamba, yaitu dengan mengerjakan hal-hal yang sunnah. Itulah kondisi ideal seorang hamba.

Terkait dengan pendidikan, seharusnya semua hal yang berkaitan dengan pendidikan, diarahkan agar manusia sebagai seorang hamba bisa mengenal dan mendekatkan dirinya kepada sang pemilik hamba yaitu Allah, Tuhan sekalian alam.

Di sekolah, tidak hanya mata pelajaran agama, mata pelajaran umum pun seharusnya bisa mendekatkan diri kepada Tuhan. Dalam pembelajaran geografi misalnya, tidak hanya mempelajari tentang alam, berdasarkan teori-teori barat yang sebagian tokoh-tokohnya yang tidak beragama Islam, tetapi juga mempelajari tentang bagaimana penciptaan alam tersebut sebagai bukti atau tanda-tanda adanya Tuhan yang menciptakan alam tersebut.

Kenapa demikian? Karena Allah berfirman : “Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi dan pergantian siang dan malam sungguh terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal”. (QS. Ali Imran: 190). Maksudnya, dari ayat ini ketika kita mempelajari tentang penciptaan langit dan bumi, disitu terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang berakal. Dengan konsep seperti ini, pendidikan tidak hanya habis pada transfer pengetahuan atau pemahaman saja, tetapi juga bisa mendekatkan diri kita kepada Tuhan Yang Maha kuasa.

Mungkin dengan banyak belajar, seperti belajar tentang fenomena-fenomena yang ada di permukaan bumi ataupun yang ada di atas langit, seseorang menjadi pintar. Akan tetapi, hanya dengan menjadi pintar tidak cukup. Seseorang harus bisa dengan kepintarannya tersebut mendekatkan dirinya kepada Tuhan pencipta alam. Dengan kedekatan tersebut dia bisa lebih bersyukur dan lebih memahami bahwa pengetahuan dan kepintaran tersebut hanyalah sebagian kecil dari ilmu yang dimiliki oleh Tuhan pencipta alam.

Bertujuan sebagai khalifah

Berita Lainnya

Ada Anggapan Bulan Safar Sial

1 dari 165

Allah SWT berfirman : “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi”. (QS. Al Baqarah : 30). Maksud khalifah dalam ayat ini adalah sebagai wakil yang diberi tugas untuk mengelola bumi.

Pengelolaan ini berdasarkan pada aturan-aturan yang dibuat oleh Allah. Aturan-aturan ini dibawa oleh para Rasul atau Utusan Allah. Semua aturan lengkap ini terdapat di dalam firman-firman Allah dan hadits-hadits Rasulullah SAW.

Diantara sekian banyak makhluk yang diciptakan Allah di bumi, hanya manusia yang dilengkapi oleh Allah dengan akal. Adapun fungsi dari akal tersebut adalah untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah, mana yang hak dan yang batil. Itulah yang membedakan manusia dengan makhluk-makhluk yang lain seperti hewan dan tumbuhan. Makanya manusia diberi tugas sebagai khalifah di bumi.

Terkait dengan pendidikan, hendaknya setiap pembelajaran di sekolahan atau pendidikan secara umum, harus bertujuan agar bagaimana caranya supaya pendidikan tersebut bisa membawa kesejahteraan bagi umat manusia. Kesejahteraan ini Tentu saja tidak hanya secara materi, tetapi juga secara rohani. Caranya adalah dengan menerapkan hukum-hukum sang pencipta alam, yaitu Allah Tuhan sekalian alam. Jadi, dengan konsep yang seperti ini, pembelajaran atau mata pelajaran apapun, tujuannya jelas, tidak hanya mencari keuntungan pribadi atau tidak hanya menjadi pintar untuk diri sendiri, tetapi bagaimana cara supaya kita bisa memberi manfaat kepada banyak orang. Sehingga, kelak nanti peserta didik ketika sudah selesai dari pembelajaran atau terjun ke masyarakat, orientasi berfikirnya tidak hanya untuk kepentingan pribadi tetapi dia berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Baik dia menjadi pemimpin, pengusaha, pedagang ataupun karyawan. Tujuannya dalam beraktivitas, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan dia sendiri, tetapi
juga untuk orang banyak.

Bertujuan untuk menjadi siapa yang lebih baik amalnya

Allah SWT berfirman : “(Allah) yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kamu, siapakah diantara kamu yang lebih baik amalnya”. (QS. Al Mulk : 2). Berdasarkan ayat tersebut di atas, jelas sekali bahwa Allah menciptakan mati dan hidup bagi manusia adalah sebagai ujian, untuk mengetahui siapa yang lebih baik amalnya. Artinya, apapun yang dikerjakan oleh manusia pasti akan mendapat nilai disisi Allah SWT. Tentu, setiap ada ujian, nilai yang diinginkan adalah nilai yang baik. Amal yang baik adalah tujuan dari perbuatan manusia.

Terkait dengan pendidikan, apapun yang kita pelajari, bahwa tujuan kita nantinya adalah agar kita bisa berbuat yang terbaik. Agar kita bisa memberi manfaat yang lebih baik kepada orang-orang di sekitar kita.

Jadi apapun yang kita lakukan, niat kita selalu ada di hati, agar yang kita lakukan ini adalah amal yang baik di sisi Allah SWT. Sehingga, kadang yang kita lakukan terlihat seperti perbuatan duniawi, tetapi niatnya dan tujuannya adalah untuk Allah SWT.

Dari pembahasan pendidikan dalam perspektif benda hidup ini, jelas bahwa pendidikan tidak hanya berkaitan dengan transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga bagaimana kita menanamkan melalui pendidikan tersebut nilai-nilai kepada peserta didik, bahwa hidup ini harus memiliki tujuan yang jelas.

Diantara tujuan hidup sesuai dengan tuntunan agama Islam adalah agar menjadi hamba Allah yang taat, menjadi khalifah atau wakil Allah di muka bumi yang mengelola bumi dengan baik, dan untuk selalu berbuat atau beramal yang baik dengan niat dan tujuan yang baik.

Semoga kita bisa menjadi orang yang taat kepada Allah dan menjadi orang yang baik. Amiin.

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya