Pemimpin Terpilih Harus Pro Rakyat

Banjarmasin, KP –Aktifis LSM Jaringan Pendaming Kebijakan Pembangunan (JPKP) Kalsel Suryani Khair mengatakan, tumbuhnya demokrasi menuntut akuntabilitas dari seluruh penyelenggara negara ini, bukan hanya dari seluruh wakil rakyat yang duduk di lembaga legislatif, tapi juga pemimpin atau pejabat di pemerintahan.

“Karenanya siapapun nantinya mendapat mandat dari rakyat sebagai kepala daerah mereka dituntut harus bekerja keras dalam melaksanakan tugasnya untuk memberikan yang terbaik bagi rakyat,” kata Suryani Khair.

Hal tu dikemukakannya kepada KP Senin (16/11/2020) menyikapi pemilihan kepala daerah (pilkada) gubernur, walikota dan bupati yang berlangsung secara serentak 9 Desember 2020 bulan depan.

Ia menegaskan, bahwa siapapun gubernur, walikota/ bupati terpilih nantinya haruslah memberikan ruang bagi partisipasi rakyat dalam proses pengambilan keputusan, apalagi hal itu menyangkut kepentingan rakyat.

Masalahnya katanya melanjutkan, sudah menjadi tugas dan tanggung jawab pemimpin untuk menangkap aspirasi dan apa yang menjadi harapan rakyat.

Selanjutnya dengan kekuasaan serta kewenangan yang dimiliki kemudian berusaha untuk memenuhi apa yang menjadi harapan itu demi terujudnya kesejahteraan rakyat ke arah lebih baik lagi.

Berita Lainnya
1 dari 1.824

“Jelasnya, inti dan tujuan dari pelaksanaan demokrasi tidak lain haruslah menghasilkan manfaat yang nyata bagi rakyat,” katanya.

Lebih jauh ia mengatakan, bahwa tantangan pembangunan yang dihadapi daerah ini kedepan akan semakin berat, sehingga dibutuhkan sosok pemimpin yang cerdas, dan memiliki kredibilitas serta jujur, adil dan mengutamakan kepentingan rakyatnya.

Karenanya ia berharap, siapapun nantinya yang terpilih menjadi pemimpin baik gubernur, walikota atau bupati mereka dituntut untuk bekerja dan berjuang keras memajukan daerahnya.

Saat ini menurut penilainya, sejumlah tantantangan berat dihadapi adalah untuk mengatasi permasalahan kemiskinan dan pengangguran yang terus cendrung meningkat akibat semakin terbatasnya peluang kerja.

Belum lagi lanjutnya, menyusul mewabahnya virus corona (Covid-19) yang berdampak besar terhadap berbagai kegiatan usaha dan perekonomian terpuruk, sehingga terpaksa harus melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan.

Menyadari hal itu kata Suryani Khair, tentunya sangatlah dibutuhkan sosok pemimpin yang mampu mengatasi berbagai persoalan tersebut. (nid/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya