Bantuan Paket Sembako, Pererat Silaturahmi Antar Umat Beragama

Banjarmasin, KP- Pandemi Covid-19 yang saat ini tengah mewabah di Kota Banjarmasin memaksa masyarakat hrus menjaga jarak secara fisik. Namun, bukan berarti tali persaudaraan dan kemanusiaan juga harus terputus.

Seperti yang dilakukan oleh rombongan pengurus dari Gereja Katedral Keluarga Kudus Banjarmasin, menyambangi pengurus Masjid Agung Miftahul Ihsan, di Kecamatan Banjarmasin Selatan.

Kedatangan mereka, selain sebagai bentuk menjalin tali silaturahmi, juga menyalurkan sejumlah bantuan berupa sembako yang diperuntukkan kepada pengurus masjid seperti petugas kebersihan, marbot dan lain sebagainya.

Pastor di Gereja Katedral Keluarga Kudus Banjarmasin, Krispinus Cosmas Boli Tukan MSF mengatakan, bahwa pihaknya menyadari betul bahwa pandemi berdampak pada semua kalangan.

Maka dari itu, di tengah situasi pandemi, pihaknya pun datang untuk memberikan bantuan kepada mereka yang terdampak.

“Kami datang sebagai saudara. Kita belum punya obat atau anti virus, tetapi bagaimanapun kemanusian harus tetap kita jaga dan terus dijalin,” ucapnya.

Di sisi lain, pembagian bantuan berupa sembako tidak hanya terfokus di masjid saja. Melainkan juga ke tempat ibadah umat beragama lainnya.

Berita Lainnya
1 dari 3.569

Seperti misalnya ke vihara dan lain sebagainya. Bersama dengan pengurus tempat ibadah, mereka mendata orang-orang yang paling terdampak pandemi serta memerlukan bantuan.

Menurut Pastor Cosmas, program yang sarat akan sisi kemanusiaan itu sendiri sudah berjalan sejak tahun 2018 lalu. Jauh sebelum adanya pandemi.

Pemberian bantuan umumnya secara rutin juga dilakukan, bekerja sama dengan pihak Lembaga Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan (LK3).

“Berbagi dengan para tunanetra, difabel, wanita mandiri, dan lain sebagainya,” tambahnya.

Terkait hal itu, Ketua Bidang Idarah atau Sarana Prasarana Masjid Agung Miftahul Ihsan, Agus Salim menyambut baik dengan apa yang dilakukan oleh pihak gereja.

Ia pun tak menampik bahwa sejumlah pengurus masjid seperti marbot dan lain sebagainya perlu mendapat perhatian.

“Terlebih, masjid ini berada di tengah kota. Meski begitu, kami pastikan bahwa yang menerima adalah orang-orang yang memang tidak mampu, dan ketidakberdayaan orang-orang terkait pekerjaan,” imbuhnya.

Kemudian, melihat apa yang dilakukan oleh pihak gereja, Agus pun berharap bahwa ke depan bakal lebih banyak lagi orang-orang yang peduli dengan nasib mereka yang tidak mampu. (zak/K-11)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya