Soal Tapal Batas, Verifikasi Tertunda Karena Pandemi

MARTAPURA, KP – Bupati KH Khalilurrahman mengikuti Rapat Koordinasi Pembahasan dan Klarifikasi Peta Batas Daerah antara Pusat dan Daerah, secara virtual, di Command Center Barokah, Martapura.

Yang dibahas di agenda tersebut adalah tapal batas antara Desa Kiram, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar dengan Desa Bentok Darat, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah laut.

Seperti diketahui, soal tapal batas antara Kabupaten Banjar dan Tanah laut belum menemukan titik temu kesepakatan, sehingga diperlukan klarifikasi antara kedua daerah tersebut.

Bupati Khalilurrahman dalam kesempatan ini menyampaikan, klarifikasi terkait tapal batas penyelesaian sengketa yang terjadi di subsegmen dengan Tanah Laut, baru selesai tiga segmen atau sudah 80%.

Berita Lainnya

SMK Telkom Bantu Daerah Sulit Dijangkau

1 dari 470

”Tiga segmen yang selesai, yakni subsegmen di Aluh-aluh, Beruntung Baru dan Aranio. Sedang sengketa di subsegmen Kiram masih belum mendapatkan hasil, meskipun sudah dilakukan penyelesaian hingga tingkat Provinsi dan Pusat dari Kemendagri,” ujarnya.

Menurut Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, bersama dengan Pemprov Kalsel dan juga kedua belah pihak kabupaten yang berbatasan, harus dilakukan verifikasi di lapangan untuk memastikan titik batas wilayah, namun karena adanya pandemi Covid-19, kegiatan verifikasi validasi data di lapangan belum bisa dilaksanakan.

”Dalam rapat ini sendiri diharap kepada kedua belah pihak menemukan kesepakatan tapal batas tersebut,” katanya.

Hadir mendampingi Bupati, Sekdakab HM Hilman, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Masruri, Kabag Pemerintahan Ari Maulana Akbar, Kabid Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Dinas PUPR Farida Aryati. (Wan/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya