Nasib Pengusaha Tahu di Tengah Mahalnya Bahan Baku

Banjarmasin, KP – Melonjaknya harga kacang kedelai di pasaran ternyata sangat berdampak pada pelaku usaha tahu. Bahkan dampak tersebut juga dirasakan oleh pengusaha tahu di Kota Banjarmasin.

Seperti yang dialami Madi Yaman, pengusaha tahu yang berada di kawasan Jalan Soetoyo S, Gang Pangeran Suryanata, Kelurahan Teluk Dalam, Kecamatan Banjarmasin Tengah.

Ia mengaku terpaksa menaikkan harga di pasaran dari tahu yang ia produksi sebanyak dua kali. Hal itu dilakukan lelaki berusia 70 tahun itu lantaran harga bahan baku berupa kacang kedelai tiba-tiba melonjak naik.

Sehingga, dengan empat orang karyawannya, ia memproduksi sekira 150 kilo tahu per hari. Atau, sebanyak 4.800 potong tahu per hari-nya. Kondisi itu menurun drastis semenjak kondisi pagebluk melanda.

Padahal, sebelumnya pria dengan sapaan Madi itu mampu memproduksi sebanyak lebih dari 6.800 biji tahu per hari.

“Penurunan produksi ini terjadi karena sulitnya memperoleh bahan baku utama, yakni kacang kedelai,” keluhnya ketika ditemui awak media di kediamannya, Rabu (6/1) siang.

Madi mengaku sudah menaikkan harga jual. Yang semula Rp50 ribu percetakan besar yang berisi 100 potong tahu menjadi Rp52 ribu.

Tak lama setelah itu, lelaki asli Jawa Timur itu kembali dihadapkan persoalan baru. Bukan lagi soal langkanya bahan baku. Tapi, karena naiknya harga bahan baku.

“Ya, belum lama ini, harga kacang kedelai mengalami kenaikan. Sebelumnya hanya Rp 7 ribu per kilo, sekarang naik menjadi Rp 9.200 per kilonya,” beber Madi.

Kendati demikian, ia tetap bertahan dengan kondisi harga bahan baku yang sudah mulai mencekik usahanya. Sehingga ia memilih menaikkan harga jual. Bila semula harga jual tahu pun kembali naik. Dari Rp 52 ribu, naik menjadi Rp 54 ribu.

“Kami terpaksa menaikan harga. Syukurnya, pelanggan bisa memaklumi,” ucapnya.

Berita Lainnya
1 dari 782

Lantas, apakah ia pernah terpikir untuk memperkecil ukuran tahu atau membuat tipis tahu, guna menekan biaya produksi?

Madi menjelaskan, bahwa ia tidak akan mengurangi ukuran tahu yang ia produksi. Pasalnya ia mengaku hasil olahan kacang kedelai miliknya tersebut tetap mengutamakan kualitas. Baik dari segi rasa, hingga ukuran.

“Kami tidak ingin membuat kecewa pelanggan,” tambahnya.

Ia menjelaskan, selama ini, bahan baku tahu yang diproduksi Madi menggunakan kacang kedelai impor. Atau barang dari luar negeri. Sehingga mampu menghasilkan tahu yang berkualitas bagus.

“Harga kacang kedelai lokal memang murah. Tapi kualitasnya masih kurang. Alias masih perlu perbaikan. Utamanya dalam hal kebersihannya, masih perlu diperhatikan,” sarannya.

Saat awak media mencoba melihat ke tempat produksi yang berada di belakang rumahnya, empat karyawan tampak sibuk dengan proses pengolahan tahu. Salah satunya, Hanafi. Ia tampak asyik memotong-motong sari kacang kedelai yang sudah dipadatkan tersebut.

Pria berusia 36 tahun itu menuturkan bahwa mereka memproduksi sedari jam tujuh pagi sampai jam dua siang. Atau paling lambat, sudah selesai sepenuhnya jam empat sore.

Yang menjadi pembeli, rata-rata adalah mereka yang sudah menjadi pelanggan. “Kami memproduksi sesuai dengan permintaan. Jadi, tidak ada tahu yang tidak laku,” jelasnya.

Di sisi lain. Kondisi seperti ini memang sempat menghantam produksi tahu. Namun, bukan berarti tidak pernah membawa berkah.

Menurutnya, produksi tahu di Kota Seribu Sungai ini sempat mengalami peningkatan permintaan di masa pagebluk.

“Seperti, saat pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kemarin. Saat itu, permintaan meningkat. Seperti saat belum ada virus Corona,” jelasnya.

Sayangnya, kondisi itu tak bertahan lama. Seusai PSBB, produksi tahu kembali menurun seperti sekarang ini. Alias, hanya sebanyak 4.800 potong per hari.

“Sekarang, bahan baku menjadi mahal. Kami berharap kondisi ini tidak berlangsung lama, karena tidak hanya kami yang mengalami kesulitan. Tapi juga para pelanggan,” tutupnya.(Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya