Oleh : Nur’afani Lisdiawati, S.Pd
Guru Bahasa Inggris SMP Negeri 9 Banjarmasin
Berada di zaman modern, dimana semuanya telah berkembang pesat. Begitupun dengan manusia dituntut memiliki kemampuan agar dapat mengikuti perkembangan zaman yang serba modern. Salah satunya dengan mengembang kemampuan dalam berbahasa Inggris. Bahasa Inggris adalah bahasa yang telah ditetapkan menjadi bahasa dunia. Jadi dengan menguasai bahasa Inggris, maka mudah berkomunikasi dengan orang lain di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri telah menerapkan belajar berbahasa Inggris sebagai standar kelulusan mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Hal tersebut tentu sangat bermanfaat mengingat pentingnya mempunyai kemampuan untuk berbahasa Inggris. Contoh, jika pelajar Indonesia ingin melanjutkan kuliahnya di luar negeri salah satu syaratnya yaitu bisa berbahasa Inggris.
Bahasa merupakan alat untuk berkomunikasi. Melalui penguasaan bahasa yang baik, maka akan terjalin komunikasi yang baik pula. Pada era distrupsi, penguasaan bahasa sangat dibutuhkan, salah satunya bahasa inggris. Bahasa Inggris diajarkan mulai dari level sekolah menengah sampai perguruan tinggi. Ini bertujuan agar peserta didik mumpuni dalam menguasai bahasa inggris. Untuk meraih target tersebut, peserta didik dihadapkan pada berbagai kendala, seperti rendahnya penguasaan kosakata, kurangnya motivasi, sulit membangun komunikasi dalam menggunakan bahasa Inggris, dan faktor lainnya. Permasalahan yang dihadapi membuat peserta didik sulit untuk beradaptasi dengan pembelajaran bahasa Inggris.
Masalah merupakan kesenjangan antara teori dan kenyataan yang diharapkan. Kendala tersebut harus mampu diselasaikan dengan bijaksana agar tidak ada kesenjangan antara teori dan praktek. Bahasa Inggris merupakan salah satu bahasa internasional yang digunakan untuk berkomunikasi. Materi bahasa Inggris telah diajarkan dari bangku sekolah hingga tingkat perguruan tinggi. Sejatinya, semakin lama satu materi diajarkan seharusnya semakin banyak yang mereka dapatkan khususnya dalam pelajaran bahasa Inggris. Akan tetapi harapan tidak sesuai dengan kenyataan, dimana banyak peserta didik yang masih berhadapan dengan berbagai masalah yang berhubungan dengan bahasa Inggris.
Oemar Hamalik mengartikan pembelajaran yaitu suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan dan prosedur yang saling mempengaruhi dalam mencapai tujuan belajar.Pembelajaran bahasa Inggris sudah berlangsung sejak lama. Sejak masa Kemerdekaan Indonesia. Berbagai kurikulum dan metode telah diterapkan dan dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menguasai bahasa Inggris. Walaupun demikian, hasilnya masih belum dirasakan maksimal dalam membuat peserta didik dapat berkomunikasi dengan baik melalui bahasa tersebut. Berbagai masalah dan faktor yang melatarbelakangi mengapa hasil yang dicapai belum sesuai dengan yang diharapkan. Salah satu cara pemerintah dalam meningkatkan kemampuan peserta didik dalam berbahasa Inggris adalah memperkenalkan Bahasa Inggris lebih dini, yaitu dimulai dari sekolah dasar.
Belajar bahasa asing dalam hal ini bahasa Inggris akan sangat berguna. Potensi dan kemampuan diri akan semakin bertambah. Tentu saja semua ini akan memberikan hasil yang baik bagi kehidupan. Salah satu yang berpengaruh adalah kurangnya percaya diri. Banyaknya kosakata baru dan struktur kalimat yang berbeda dengan bahasa Indonesia, membuat banyak peserta didik yang malas. Ketakutan ini kemudian membuat mereka tidak suka. Akibatnya mereka sulit menguasai bahasa Inggris.
Meskipun berbagai cara telah dilakukan untuk meningkatkan minat belajar peserta didik dalam materi Bahasa Inggris, namun permasalahan banyak ditemui di lapangan. Adapun beragam gejala dari permasalahan dalam pembelajaran bahasa Inggris bisa dilihat dari beberapa aspek yaitu: a. Peserta didik tidak mampu berkomunikasi dengan bahasa Inggris baik lisan dan tulisan; b. Peserta didik kurang penguasaan kosakata bahasa Inggris; c. Peserta didik tidak suka untuk belajar bahasa Inggris; d. Peserta didik tidak mampu membangun kalimat bahasa inggris dengan baik dan benar secara struktur kalimat; e. Peserta didik kurang mampu dalam mengidentifikasi informasi dari sebuah teks yang dibaca.
Masalah interaksi belajar mengajar merupakan masalah yang komplek karena melibatkan berbagai faktor yang saling terkait satu sama lain. Dari sekian banyak faktor yang mempengaruhi proses dan hasil interaksi belajar mengajar terdapat dua faktor yang sangat menentukan yaitu faktor guru sebagai subjek pembelajaran dan faktor peserta didik sebagai objek pembelajaran. Tanpa adanya faktor guru dan peserta didik dengan berbagai potensi kognitif, afektif, dan psikomotorik yang dimiliki tidak mungkin proses interaksi belajar mengajar dikelas atau ditempat lain dapat berlangsung dengan baik. Namun, pengaruh berbagai faktor lain tidak boleh diabaikan, misalnya faktor media dan instrument pembelajaran, fasilitas belajar, infrastruktur sekolah, fasilitas laboratorium, manajemen sekolah, sistem pembelajaran dan evaluasi, kurikulum, metode, dan strategi pembelajaran.
Kesemua faktor-faktor tersebut dengan pendekatan berkontribusi berarti dalam meningkatkan kualitas dan hasil interaksi belajar mengajar di kelas dan tempat belajar lainnya. Berikut akan dijelaskan pengaruh masingmasing faktor sebagai berikut :
Pertama, media dan instrumen pembelajaran memiliki pengaruh dalam membantu guru mendemonstrasikan bahan atau materi pelajaran kepada siswa sehingga menciptakan proses belajar-mengajar yang efektif dengan kata lain media dipergunakan dengan tujuan membantu guru agar proses belajar siswa lebih efektif dan efisien. Fasilitas belajar yang tersedia dalam jumlah memadai di suatu sekolah memiliki pengaruh terhadap keberlangsungan proses belajar-mengajar. Tanpa ada fasilitas belajar yang tersedia dalam jumlah yang memadai di sekolah, proses interaksi belajarmengajar kurang dapat berjalan secara maksimal dan optimal.
Kedua, metode pengajaran memiliki peranan yang penting dalam memperlancar kegiatan belajar mengajar proses belajar mengajar yang baik hendaknya mempergunakan berbagai jenis metode mengajar yang bervariasi. Dalam hal ini tugas guru adalah memilih berbagai metode yang tepat untuk menciptakan proses belajar mengajar yang efektif yang disesuaikan dengan tujuan pembelajaran.
Proses belajar didorong oleh motivasi intrinsik peserta didik. Disamping itu proses belajar juga dapat terjadi, atau menjadi bertambah kuat, bila didorong oleh lingkungan peserta didik. Dengan kata lain aktivitas belajar dapat meningkat bila program pembelajaran disusun dengan baik. Problem utama yang menjadi penghalang di dalam mempelajari bahasa Inggris ialah pengetahuan dan pengenalan terhadap bahasa lain, terutama bahasa Inggris, yang akan menjadi problem tersendiri dalam mempelajarinya. Oleh karena itu siswa dalam mempelajari bahasa Inggris harus ada usaha dan kesadaran dengan seluruh daya upaya untuk membentuk suatu kebiasaan baru.
Selain itu dalam pengajaran bahasa Inggris bagi orang non Inggris merupakan lapangan yang sangat luas, karena di dalamnya masih banyak terdapat kekurangan dan kelemahan, baik teori maupun pada keilmiahannya, kurikulum, metode pengajaran, masalah sarana pengajaran, ciri-ciri pendidik yang diperlukan dan sebagainya, masih dapat dipandang sebagai medan penelitian dan garapan yang harus ditindaklanjuti oleh mereka yang tertarik terhadap bidang kajian pengajaran bahasa Inggris khususnya pengajaran bahasa Inggris untuk orang non Inggris.
Keberhasilan dalam pembelajaran bahasa Inggris tidak hanya ditentukan oleh faktor metode dan materinya semata, tetapi juga sangat tergantung pada kemampuan dan penguasaan guru bahasa Inggris. Di samping itu, minat dan perhatian peserta didik serta tersedianya sarana pembelajaran juga ikut menentukan keberhasilan pendidikan bahasa Inggris.












