Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Opini

Perempuan dan Kecerdasan Bangsa
(Refleksi Hari Perempuan Internasional 2022)

×

Perempuan dan Kecerdasan Bangsa<br>(Refleksi Hari Perempuan Internasional 2022)

Sebarkan artikel ini

Oleh: Nor Hasanah, S.Ag, M.I.Kom.
Pustakawan UIN Antasari Banjarmasin

Seperti yang diketahui bersama bahwa 8 Maret 2022 menjadi momen yang sangat istimewa bagi para perempuan karena masyarakat dunia selalu merayakannya sebagai Hari Perempuan Internasional atau International Women’s Day (IWD). IWD adalah hari peringatan yang disetujui oleh PBB pada tahun 1977 yang bertujuan untuk merayakan kontribusi perempuan kepada masyarakat dan untuk memperjuangkan hak perempuan dan mewujudkan perdamaian di dunia serta untuk meningkatkan kesadaran tentang perjuangan untuk kesetaraan gender.

Kalimantan Post

Dengan adanya IWD, masyarakat secara nyata diharapkan dapat memberikan dukungan kepada perempuan, mulai dari kesetaraan hingga pencegahan kekerasan. Untuk tahun 2022 ini, #BreakTheBias jadi tema kampanye yang diusung di IWD karena secara disengaja atau tanpa disadari, bias membuat perempuan sulit untuk maju.

Melalui tema kampanye ini, IWD memperjuangkan dan menyuarakan kesetaraan perempuan di seluruh dunia sekaligus juga mengajak dunia untuk mematahkan semua bias yang ada di sekitar kita, seperti di komunitas, tempat kerja, sekolah, maupun perguruan tinggi. Dengan begini, kesetaraan terhadap perempuan dapat tercapai, sehingga dunia menjadi lebih beragam, adil, inklusif, dan bebas dari bias, stereotip, maupun diskriminasi.

Peran Besar Perempuan

Dalam ajaran Islam, perempuan mendapatkan tempat yang sangat mulia. Peranan perempuan menjadi sangat penting untuk melahirkan dan mengasuh generasi masa depan. Sikap, ucapan, dan pendidikan perempuan akan sangat menentukan bagaimana kualitas lingkungan kehidupan dan kualitas kemanusiaan dari generasi yang akan datang.

Perempuan bisa membangun dan menciptakan perubahan peradaban baru dan jelas perempuan memiliki peran sebagai tulang punggung perekonomian keluarga juga dan dalam menciptakan daya tahan keuangan dan keluarga.

Bangsa yang maju perlu didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki daya saing. Melalui peran perempuan dalam kemajuan bangsa pada era ini tidak hanya sekedar melahirkan dan merawat penerus penerus bangsa, namun perempuan milenial saat ini dapat ikut berpartisipasi dalam melahirkan generasi yang cerdas lahir dan batin.

Baca Juga :  Menjaga Kualitas Pembangunan Banua

Jika dibandingkan dengan Amerika yang tidak memiliki sejarah presiden perempuan (hampir pada pilpres terakhir dengan calon presiden Hillary Cliton) Indonesia sudah pernah memiliki presiden perempuan. Indonesia juga memiliki hari nasional untuk memperingati peran seorang perempuan dengan pendidikan dan hak haknya yaitu hari Karitini. Di samping IWD, hari kartini di rayakan di indonesia sebagai reminder masyarakat terhadap tokoh penting seorang perempuan yang menggebrak sistem pendidikan untuk semua gender.

Pada IWD banyak sekali perempuan yang terjun di jalan untuk orasi mengibarkan bendera kesetaraan gender di seluruh penjuru dunia. Akan tetapi di Indonesia masyarakat merayakan peringatan hari kartini dengan mengenakan baju baju adat. Baik perempuan maupun laki-laki ikut meyemarakan hari Kartini untuk merayakan betapa melimpahnya kekayaan budaya negeri dan mengigingat perjuangan pahlawan pahlawan nasional yang memperjuangkan hak rakyat dalam mengenyam pendidilkan dengan layak.

Perjuangan RA Kartini menuntut hak perempuan atas hak mendapat pendidikan dan berpartisipasi dalam kegiatan publik menjadi awal dari kesuksesan perempuan Indonesia sampai saat ini. Oleh karena itu tanggal kelahiran RA Kartini menjadi hari peringatan bangsa untuk mengenang jasa tokoh pencetus kesetaraan gender ini. Di masa hidupnya ketertarikan RA Kartini dalam membaca kemudian membuatnya memperoleh pengetahuan yang luas mengenai ilmu pengetahuan dan kebudayaan. RA Kartini seringkali mengungkapkan keprihatinan terhadap masalah emansipasi perempuan. Ia melihat perbedaan kentara antara perempuan Eropa dan perempuan pribumi khususnya dalam hal pendidikan. Kartini mendirikan sekolah khusus perempuan. Dengan bantuan pemerintah Belanda, Kartini mendirikan sekolah khusus perempuan tanpa memandang status keluarga.

Hari Kartini menjadi pengingat bahwa kemajuan bangsa Indonesia tidak lepas dari pengaruh kecerdasan seorang perempuan. Hari ini saatnya para perempuan muda meneruskan perjuangan RA Kartini dalam memajukan bangsa yang cerdas. Kartini muda yang berjuang menumpas sisa-sisa paham tua akan perempuan yang harusnya tunduk menjadi perempuan yang berdaya.

Baca Juga :  Cinta Negeri

Pendidikan tinggi pada saat ini dapat dikatakan wajib untuk diikuti perempuan. Bahkan perempuan yang ingin menjadi ibu rumah tangga juga harus berpendidikan. Intelektual dibutuhkan untuk membangun keluarga yang cerdas dan kuat. Anak-anak yang cerdas dibesarkan oleh perempuan yang berdedikasi dan pintar. Banyak sekali sarjana perempuan yang menjadi ibu rumah tangga untuk fokus membesarkan buah hati menjadi manusia yang ‘cerdas’. Berkat ketulusan dan keikhlasan dari para perempuan.

Apapun jalan hidupnya perempuan zaman sekarang harus merdeka menentukan mimpinya dan berpartisipasi dalam ruang publik. Meneruskan perjuangan pahlawan perempuan untuk menyejahterakan rakyat, diri sendiri dan bangsa. Posisi seorang perempuan memegang peran yang sangat penting sebagai tonggak utama dalam mencerdaskan bangsa dan bukan hanya memperjuangkan perempuan, namun keseluruhan bangsa ini.

Selamat Hari Perempuan Internasional 8 Maret 2022, jadikan kecerdasan sebagai kekuatan utama dalam mengangkat derajat kemulian sebuah bangsa berkah para perempuan dunia.

Iklan
Iklan