KLAIM bahwa sejumlah indikator pembangunan Kalimantan Selatan telah melampaui rata-rata nasional tentu menjadi kabar yang menggembirakan.
Pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,2 persen, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 76,1, hingga angka kemiskinan yang turun menjadi 3,7 persen menunjukkan bahwa berbagai program pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah mulai membuahkan hasil.
Capaian tersebut bukanlah sesuatu yang datang begitu saja. Di balik angka-angka itu terdapat kerja panjang yang melibatkan banyak pihak, mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, hingga masyarakat. Ketika pertumbuhan ekonomi mampu melampaui rata-rata nasional, hal itu menjadi sinyal bahwa roda perekonomian daerah masih bergerak positif di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Peningkatan IPM juga menjadi indikator penting bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga menyentuh aspek pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat. Semakin tinggi kualitas sumber daya manusia, semakin besar pula peluang Kalimantan Selatan untuk bersaing di masa depan.
Turunnya angka kemiskinan dan pengangguran patut diapresiasi. Angka kemiskinan sebesar 3,7 persen yang berada jauh di bawah rata-rata nasional menunjukkan bahwa berbagai program perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi mulai memberikan dampak nyata. Begitu pula dengan tingkat pengangguran yang lebih rendah dari rata-rata nasional, yang mencerminkan semakin terbukanya lapangan pekerjaan.
Namun, pembangunan yang berhasil tidak boleh diukur hanya dari statistik. Di balik capaian tersebut, masih terdapat persoalan yang dirasakan masyarakat sehari-hari, mulai dari ancaman banjir, kerusakan lingkungan, kesenjangan pembangunan antarwilayah, hingga pemerataan akses pendidikan dan kesehatan di daerah terpencil.
Kualitas lingkungan hidup yang meningkat menjadi modal penting, tetapi tantangan ke depan justru semakin besar. Kalimantan Selatan merupakan daerah yang sangat bergantung pada keseimbangan alam. Karena itu, pembangunan ekonomi harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan agar kemajuan yang dicapai tidak dibayar dengan kerusakan ekosistem.
Pemerintah daerah juga perlu memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya terpusat di kota-kota besar. Pembangunan yang ideal adalah pembangunan yang mampu menghadirkan kesejahteraan hingga ke desa-desa, membuka kesempatan yang sama bagi setiap warga, serta mengurangi kesenjangan sosial.
Tema “Tugul Maharagu, Begawi Laju, Banua Maju” sejatinya mengandung pesan bahwa kemajuan daerah hanya dapat dicapai melalui kerja bersama, gotong royong, dan keberlanjutan. Angka-angka pembangunan memang penting sebagai tolok ukur, tetapi yang jauh lebih penting adalah bagaimana masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.
Pada akhirnya, keberhasilan pembangunan bukan sekadar tentang melampaui rata-rata nasional, melainkan tentang menghadirkan kehidupan yang lebih baik, lebih adil, dan lebih sejahtera bagi seluruh masyarakat Kalimantan Selatan. Banua yang maju adalah banua yang mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan sosial, dan kelestarian lingkungan.













