Saluran Air tidak Dibersihkan Instansi Terkait
Produksi Padi di Kalsel Menurun

Banjarbaru, KP – Produksi padi di Kalsel disebutkan mengalami penurunan.

Hal itu juga menyebabkan tingginya inflasi di Kalsel.

Saat ini inflasi di Kalsel melewati batas tolerasi.

Sebagaimana diketahui, batas toleransi inflasi 4 persen, sedangkan inflasi di Kalsel sudah berada di angka 5,56 persen.

Harga beras lokal menjadi pendorong kenaikan inflasi tersebut.

Berdasarkan temuan BPKP Kalsel, salah satu penyebab tingginya harga beras lokal karena menurunnya produksi padi akibat luas tambah tanam (LTT) Padi di Kalimantan Selatan tahun 2022 turun seluas 90.107 Ha, atau 16,83% bila dibandingkan dengan LTT Padi tahun 2021.

Berita Lainnya
1 dari 1,793
loading...

“Penyebab utamanya saluran air yang tidak dibersihkan oleh instansi yang bertanggung jawab dan lahan pertanian terus tergenang,” jelas Rudy.

Rudy juga menyampaikan, produksi padi di Kalsel tahun 2022 mengalami penurunan sebanyak 159.985,77 Ton Gabah Kering Giling atau 15,74% bila dibandingkan dengan produksi padi tahun 2021.

“Dari sisi harga, komoditas beras lokal pada bulan Juni sampai dengan September tahun 2022 di tingkat produsen dan pengecer memiliki tren naik, tetapi terbalik dengan kondisi tahun 2021 yang mengalami tren penurunan harga,” tambahnya.

Untuk menanggulangi hal tersebut, Rudy menyarankan rencana aksi segera dirumuskan untuk memitigasi risiko dan meningkatkan produksi padi di Kalsel. Hal tersebut juga akan mengefektifkan pendistribusian beras.

Pada sisi lain, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kalsel, Syamsir Rahman, beralasan larangan pembakaran lahan milik sendiri mengakibatkan tanaman padi mudah terkena penyakit.

Syamsir menyarankan penambahan anggaran untuk pemberian bantuan benih unggul dari APBD Provinsi Kalsel tahun anggaran 2023, penyediaan dana talangan untuk operasi pasar di masing-masing kabupaten/kota, dan perluasan program tanam padi apung.

Syamsir juga akan mengubah dan mengedukasi perilaku mengonsumsi beras lokal ke beras unggul dan Gerakan Tanam Pangan Rumahan di Kalsel, seperti penamanan cabe dan tomat di pekarangan masyarakat. (mns/K-2)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya