Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Opini

Efektivitas Perkuliahan Online di Masa New Normal pada Mahasiswa

×

Efektivitas Perkuliahan Online di Masa New Normal pada Mahasiswa

Sebarkan artikel ini

Oleh : Erni
Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Perkuliahan online adalah suatu bentuk pengajaran yang mengandalkan teknologi informasi dan komunikasi untuk menyampaikan materi perkuliahan kepada mahasiswa melalui platform online. Dalam konteks New Normal, perkuliahan online telah menjadi alternatif yang paling relevan untuk mempertahankan kontinuitas pendidikan tinggi. Namun, penting untuk

Kalimantan Post

diakui bahwa terdapat pro dan kontra terkait efektivitas perkuliahan online ini. Serta beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan kembali untuk mengevaluasi keberlanjutan kuliah online.

Perubahan ini telah membawa banyak tantangan bagi mahasiswa, dosen, dan Lembaga pendidikan itu sendiri. Pertama-tama, kuliah online dapat menjadi solusi sementara yang efektif ketika situasi darurat seperti pandemi tidak memungkinkan adanya pembelajaran tatap muka. Dalam kondisi ini, kuliah online dapat membantu melindungi kesehatan dan keamanan

semua orang yang terlibat dalam proses pendidikan. Kedua, kuliah online juga dapat memberikan aksesibilitas yang lebih baik bagi sebagian mahasiswa karena dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. Beberapa mahasiswa mungkin menghadapi kendala fisik atau geografis yang menghambat mereka untuk hadir secara langsung di kelas. Dengan kuliah online, mereka dapat mengakses materi pembelajaran dari mana saja, mengurangi hambatan tersebut.

Namun, memang benar bahwa kuliah online juga memiliki beberapa tantangan.

Berdasarkan hasil kuesioner yang diperoleh sekitar 41,1 persen dari 107 mahasiswa dari berbagai Universitas mengatakan bahwa mereka kurang menyetujui bila proses belajar-mengajar dilakukan secara online, karena kebanyakan dari mereka mengatakan bahwa perkuliahan secara online cukup tidak efektif dilakukan yang dimana ditandai dengan berbagai kendala

seperti kurangnya interaksi langsung antara dosen dan mahasiswa. Interaksi tatap muka yang biasanya terjadi dalam perkuliahan konvensional dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih intens dan personal. Dalam perkuliahan online, interaksi sering kali terjadi melalui platform komunikasi seperti video conference atau forum diskusi online. Meskipun upaya telah dilakukan untuk menciptakan interaksi yang lebih aktif, terkadang masih sulit untuk mencapai tingkat keterlibatan yang sama seperti dalam perkuliahan konvensional. Kesulitan mempertahankan fokus yang disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk : 1. Gangguan lingkungan. Lingkungan yang bising atau penuh dengan gangguan dapat membuat sulit bagi seseorang untuk fokus pada tugas yang sedang dilakukan; 2. Stres. Tingkat stres yang tinggi dapat mengganggu kemampuan seseorang untuk fokus. Pikiran yang dipenuhi dengan kekhawatiran atau tekanan dapat membuat sulit untuk konsentrasi; 3. Kurangnya minat atau motivasi. Jika

Baca Juga :  PERCAYA KEPADA ALLAH DAN HARI KEMUDIAN

seseorang tidak tertarik pada tugas atau kegiatan yang harus dilakukan, maka mereka mungkin merasa sulit untuk tetap fokus. Kurangnya motivasi juga dapat mempengaruhi kemampuan seseorang untuk mempertahankan fokus. Gangguan perhatian, pada beberapa kondisi seperti Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) dapat menyebabkan kesulitan mempertahankan fokus. Orang dengan ADHD mungkin mengalami gangguan perhatian dan

impulsivitas yang dapat mengganggu kemampuan mereka untuk tetap fokus. Karena hal itulah beberapa mahasiswa mengatakan bahwa mereka sulit dalam memahami materi yang disampaikan oleh dosen dalam proses pembelajaran yang dilakukan secara online, dan belum lagi yang terkadang masih ada pengajar yang tidak masuk atau tanpa kabar dalam proses pembelajaran secara online tersebut. Meskipun begitu mereka juga mengatakan

walaupun dosen tidak dapat berhadir atau tanpa kabar, tetapi dosen tetap mengupload materi melalui platform aplikasi seperti classroom dan sebagainya, agar mereka masih tetap mendapatkan materi pembelajaran tanpa harus ketinggalan. Dan masalah teknis yang dapat mengganggu proses pembelajaran karena tidak semua mahasiswa memiliki akses yang stabil

dan terjamin terhadap internet yang cepat dan dapat diandalkan karena dari hasil kuesioner yang diperoleh sekitar 57,9 persen mahasiswa sangat setuju bahwa kendala jaringan merupakan penyebab utama perkuliahan menjadi kurang efektif bagi mereka. Beberapa mahasiswa mungkin mengalami kesulitan dalam mengakses materi perkuliahan atau berpartisipasi dalam

sesi diskusi online karena keterbatasan teknis. Selain itu, ada pula tantangan dalam mengadaptasi diri dengan penggunaan platform pembelajaran online yang baru. Mahasiswa dan dosen perlu mempelajari tata cara penggunaan platform tersebut dan mengatasi hambatan teknis yang mungkin muncul. Selain itu, beberapa mata kuliah, seperti yang memerlukan

praktikum atau interaksi langsung dengan materi, mungkin sulit dilakukan secara online.

Untuk membuat kuliah online lebih efektif, ada beberapa alternatif yang dapat dipertimbangkan. Pertama, lembaga pendidikan dapat meningkatkan kualitas infrastruktur teknologi dan koneksi internet sehingga mahasiswa dapat mengakses materi dengan lebih baik. Dosen juga dapat menggunakan berbagai metode pengajaran yang interaktif, seperti kuliah daring dengan fitur diskusi langsung, diskusi kelompok daring, atau penugasan proyek berbasis kolaborasi. Selain itu, kolaborasi antara dosen dan mahasiswa sangat penting. Mahasiswa perlu memberikan masukan dan umpan balik tentang kendala yang mereka hadapi dalam pembelajaran online, sehingga dosen dapat mengatasi masalah tersebut dan mencari solusi yang lebih baik. Lembaga pendidikan juga dapat menyediakan dukungan teknis dan sumber daya yang memadai untuk membantu mahasiswa agar dapat menghadapi kendala teknis yang mungkin terjadi. Penting juga untuk mempertimbangkan keberlanjutan kuliah online sebagai komponen tambahan dalam sistem pendidikan. Meskipun pembelajaran tatap muka adalah ideal, namun perkuliahan secara online sendiri tidak sepenuhnya dapat dihindari karena

Baca Juga :  Hukuman Mati Bagi Tahanan Palestina, Antara Keadilan dan Sikap Dunia

penggunaan teknologi dalam pembelajaran dapat memberikan manfaat dalam situasi-situasi darurat atau dalam hal-hal tertentu yang memerlukan aksesibilitas yang lebih besar. Misalnya, dosen yang tidak dapat hadir secara tatap muka, atau sedang sakit masih tetap bisa mengajar

dan dapat berhadir secara virtual dengan menggunakan media pembelajaran secara online seperti zoom, gmeet, video pembelajaran, dan lain sebagainya.

Secara keseluruhan, kuliah online dapat menjadi solusi sementara yang efektif dalam menghadapi wabah dan kendala tertentu. Namun, penting bagi lembaga pendidikan untuk terus melakukan evaluasi, beradaptasi, serta memperbaiki proses pembelajaran online dan mendengarkan perspektif mahasiswa dan dosen tentang permasalahan yang mereka hadapi saat

ini dalam melakukan perkuliahan secara online, sebagai bahan evaluasi bagi Lembaga Pendidikan guna memberikan pengalaman yang lebih baik bagi mahasiswa dan dosen. Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa Perkuliahan di masa New Normal merupakan tantangan besar bagi lembaga pendidikan, dosen, dan mahasiswa. Namun, dengan strategi yang tepat dan evaluasi yang komprehensif, efektivitas perkuliahan dapat tetap terjaga. Adopsi paradigma baru dalam pendidikan, peningkatan aksesibilitas teknologi, pengembangan keterampilan dosen, dan evaluasi yang terus-menerus menjadi kunci dalam menyongsong perubahan ini.

Dengan demikian, lembaga pendidikan dapat memastikan bahwa mahasiswa tetap mendapatkan pendidikan berkualitas, dan dosen juga medapatkan kemudahan dalam proses belajar-mengajar agar mereka siap menghadapi tantangan di masa depan.

Iklan
Iklan